KAYUAGUNG-OKI –Newshanter.com. Kecamatan Sirah Pulau (SP) Padang ini adalah kecamatan yang letaknya sangat strategis, sebab dapat ditempuh langsung dan dijadikan jalan alternatif baik dari Kota Kayuagung menuju Kota Palembang maupun sebaliknya. Oleh karena itu maka pembangunan dalam wilayah ini tentunya harus lebih diprioritaskan.
Hal ini diungkapkan Camat SP Padang Herliansyah,S.STP,MSi saat membuka kegiatan musrenbang tingkat kecamatan yang dilaksanakan di Balai Desa Terate Kecamatan Sirah Pulau Padang Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan, Kamis (19/1/2017).
Dikatakannya juga, pada tahun 2017 ini ada sedikit berbeda dengan kegiatan tahun sebelumnya karena Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) OKI dalam melaksanakan musrenbang kali mendobrak dengan menyampaikan realisasi pembangunan dari program usulan prioritas yang disampaikan mulai dari tahun 2014 hingga tahun 2016 lalu.
“Kami dari masyarakat Kecamatan SP Padang sangat berterima kasih kepada Bappeda OKI, khususnya terhadap Bupati OKI H.Iskandar,SE, karena alhamdulillah banyak program pembangunan yang telah terealisasi,” ujarnya.
kata dia lagi, usulan yang disampaikan pada musrenbang ini akan dibawa ke tingkat kabupaten guna merencanakan progran pembangunan pada tahun 2018 dan kemungkinan berbagai usulan yang disampaikan kali ini juga dapat direalisasikan.
“Dan usulan dari kami selaku pihak kecamatan meminta agar kedepan dapat dilaksanakan rehab berat kantor Camat SP Padang agar kedepan dapat direhab berat,” jelas dia.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Makruf CM,SIp.MM melalui Sekretaris Bappeda OKI Ir.H.Erwin Agusdy,MP mengatakan, kegiatan musrenbang dilaksanakan setiap tahun dan merupakan tahapan dalam merencanakan program pembangunan di wilayah Kabupaten OKI.
“Hasil yang didapat dalam kegiatan ini akan dibawa untuk dibahas serta dikaji dalam musrenbang tingkat kabupaten, dan apabila memang program prioritas pembangunan tersebut membutuhkan anggaran APBN maka akan dibawa ke tingkat nasional,” katanya.
Perlu sampaikan juga, kata dia lagi, sejak kepemimpinan Bupati OKI H.Iskandar,SE banyak pembangunan yang sudah dilaksanakan, hal ini sesuai dengan visi misi beliau yakni membangun OKI dari desa dan itu bukan hanya slogan semata karena telah dibuktikan secara nyata.
Dijabarkannya, realisasi program pembangunan di wilayah OKI dalam kurun waktu tiga tahun kepemimpinan beliau guna mewujudkan kondisi daerah yang lebih maju telah memberikan hasil positif dalam berbagai kehidupan masyarakat, seperti realisasi pada sektor infrastruktur sampai dengan tahun 2016 telah dibangun jalan poros desa sepanjang 330,34 kilometer, peningkatan jalan kabupaten sepanjang 934,58 kilometer, pembangunan jembatan sebanyak 33 unit, pembangunan jaringan listrik PLN sepanjang 150,96 kilometer, penyediaan PLTS 780 unit, air bersih 1.078 unit dan normalisasi sungai 251,75 kilometer.
“Untuk sumber daya manusia sampai dengan tahun 2016 telah dibangun Go PAUD, penambahan ruang kelas sebanyak 248 lokal, rehabilitasi gedung sekolah sebanyak 98 sekolah, rehab puskemas, puskemas pembantu dan puskesdes 45 unit, pembangunan poskesdes sebanyak 25 unit,” urainya.
Kemudian, lanjutnya, untuk sektor pertanian. Produksi padi mampu ditingkatkan menjadi 851,511 ton pada tahun 2016 jika dibandingkan dengan tahun 2014 yang hanya 567,999 ton. Disamping itu sampai tahun 2016 telah diberikan bantuan bibit karet 110.000 batang, bibit sawit 30.000 batang, ternak 7.006 ekor serta pembinaan dan penumbuhan kelembagaan koperasi sebanyak 98 unit.
Kendati demikian, sambungnya, masih banyak terdapat berbagai masalah penting yang harus segera diatasi seperti pertumbuhan ekonomi yang terus melambat dalam beberapa tahun terakhir, meningkatnya angka pengangguran dan kemiskinan.
“Maka dalam upaya mengatasi masalah tersebut tidak dapat hanya dilakukan oleh Pemkab OKI saja, tetapi harus melibatkan partisipasi aktif dari berbagai pelaku pembangunan untuk meningkatkan sinergitas seluruh potensi pembangunan dan diperlukan perencanaan pembangunan sebagai pedoman bagi seluruh pihak-pihak terkait dalam memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah dalam kurun waktu satu tahun kedepan, perencanaan tersebut diwujudkan dalam dokumen RKPD tahun 2018,” jelasnya.
Oleh karena itu, lebih jauh dia menjelaskan, untuk mengatasi permasalahan yang belum dapat diselesaikan perlu adanya perencanaan yang difokuskan pada desa – desa tertinggal sekaligus penanggulangan kemiskinan. Maka diharapkan program yang dihasilkan dalam musrenbang tingkat kecamatan ini hendaknya merupakan program prioritas kebutuhan dan sekaligus dapat menjawab permasalahan yang ada di tengah masyarakat, yang kemudian nantinya akan disinkronisasikan serta di integrasikan dengan program SKPD dan pokok-pokok pikiran anggota DPRD Kabupaten OKI dalam musrenbang RKPD yang akan datang.
Selanjutnya, sambung dia, dalam kesempatan ini kami menghimbau kepada camat dan seluruh kepala desa agar program kegiatan yang dapat dibiayai dari dana ADD dan dana desa, baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang dan menengah, harus difokuskan dalam penanggulangan kemiskinan. Dan kepada pimpinan perusahaan kami juga mengajak untuk lebih peduli terutama pada lingkungan sekitar perusahaan untuk membangun akses jalan, jembatan, air bersih, pendidikan, kesehatan dan listrik.
“Untuk PAUD dan poskesdes apabila masih ada yang belum terpenuhi di tahun sebelumnya hendaknya agar disampaikan, karena harus selesai pada tahun 2017. Dan untuk koperasi itu akan dituntaskan juga, karena 2018 juga harus dituntaskan, jadi segera diusulkan apabila memang di desa kalian belum terpenuhi, karena koperasi tahun 2018 program tersebut yang diprioritaskan,” terangnya.
Mengenai dana desa dan ADD ini, sambung dia lagi,u ntuk wilayah SP Padang berdasarkan informasi instansi terkait sudah cair semua pada tahun lalu, dan pada tahun ini alami peningkatan. Maka itu untuk kebutuhan atau program yang dapat didanai oleh desa tidak usah diusulkan lagi. Dengan demikian tentunya akan mengurangi beban pemerintah kabupaten serta juga menghindari adanya tumpang tindih penggunaan anggaran.
Sementara itu, H.Junaidi selaku Kades Terusan Menang meminta pembangunan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah dan pengadaan kendaraan pengangkut sampah.
“Keberadaan TPA dan kendaraan pengangkut sampah sangat dibutuhkan, karena saat ini masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan. Seperti membuang di sungai maupun tempat lainnya,” ujarnya.
Sedangkan Zalna, Kades Pematang Buluran dalam kesempatan tersebut meminta perbaikan jalan poros di desanya agar dilanjutkan menuju Desa Pematang Kijang.
“Kami minta jalan poros Desa Awal Terusan – Pematang Buluran – Pematang Kijang sepanjang 1 kilometer untuk dilanjutkan kembali, karena saat ini yang dibangun baru terealisasi sekitar 400 meter dan dengan kondisi jalan rusak sekarang banyak terjadi penodongan di wilayah itu,” terangnya.
Lalu, Kades Awal Terusan Alamsyah mengatakan, jalan poros dari Desa Pematang Buluran dan Pematang Kijang itu seharusnya pembangunannya dilakukan sekaligus.
“Jalan Desa Awal Terusan sebagai muara pembangunan jalan itu hingga kini masih kerikil, sedangkan di Pematang Buluran sudah ada yang bagus meski hanya sebagian, dan jalan di Desa Pematang Kijang keadaannya sama seperti desa kami belum dibangun juga,” pungkas dia. (salim)







