MBG Serap Hasil Panen, Ekonomi Desa Mulai Bergerak

Palembang, newshanter.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menunjukkan dampak nyata bagi petani di sejumlah daerah. Hasil panen yang sebelumnya bergantung pada fluktuasi harga pasar kini memiliki pembeli tetap melalui dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Ketua DPW Provinsi Sumsel, Ahmad, menilai program ini strategis karena tidak hanya menyediakan makanan bergizi bagi anak sekolah dan ibu hamil, tetapi juga menyerap hasil pertanian desa.

“Petani tidak lagi bingung mencari pasar. Hasil tanam mereka jelas dibutuhkan dan terserap,” ujar Ahmad, Kamis (26/2/2026).

Menurutnya, kepastian pasar mendorong semangat petani untuk meningkatkan produksi. Di sejumlah kabupaten, produksi hortikultura dilaporkan naik signifikan seiring melonjaknya permintaan dari dapur MBG. Bahkan, beberapa petani mengaku kewalahan memenuhi kebutuhan pasokan.

Dampak ekonomi disebut mulai terasa. Perputaran usaha dari produksi, distribusi hingga konsumsi menjadi lebih aktif. Pendapatan petani meningkat karena hasil panen terserap stabil.

Ahmad menegaskan keberlanjutan program menjadi kunci. Ia meminta penguatan pengawasan dan distribusi agar manfaatnya tepat sasaran serta evaluasi rutin dilakukan untuk memperbaiki kekurangan di lapangan.

Organisasi Tani Merdeka Indonesia menyatakan dukungan terhadap sinergi lintas kementerian, terutama dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam menjaga peningkatan produksi dan kualitas hasil pertanian.

“Jika distribusi dan pelaksanaan berjalan baik, program ini bukan hanya soal gizi anak, tetapi juga penggerak ekonomi desa,” kata Ahmad. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *