Lhokseumawe, newshanter.com -Program Bimbingan Remaja Usia Sekolah “BRUS” (Bimbingan Remaja Usia Sekolah)dari Kementerian Agama Republik Indonesia kembali digelar untuk membentuk karakter remaja positif. Kegiatan ini bertujuan membekali remaja agar lebih fokus mencapai cita-cita, mengenali potensi diri, serta menjauhkan mereka dari perilaku negatif seperti kecanduan gadget, narkoba, dan seks pranikah. Inti utamanya adalah pencegahan pernikahan dini yang berisiko bagi anak karena ketidaksiapan psikologis dan fisik.
Kegiatan BRUS kali ini dilaksanakan di SMP Negeri 6 Kota Lhokseumawe, Batuphat Timur, pada Selasa (10/2/2026). Acara tersebut diadakan oleh penyuluh KUA Muara Satu Batuphat Timur bersama mahasiswa KPM (Kelompok Pengabdian Masyarakat) dari Kelompok UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe. Puluhan siswa kelas 9 antusias mengikuti sesi diskusi interaktif, ceramah, dan simulasi pengenalan diri.
Nani Zuraini, salah satu penyuluh KUA Muara Satu menyampaikan Batuphat Timur, pentingnya program ini. “BRUS ini dirancang untuk membekali remaja dengan karakter positif agar mereka fokus pada cita-cita, mengenali diri lebih dalam, dan mengetahui langkah apa yang harus diambil. Yang terutama, kami ingin menjauhkan mereka dari risiko pernikahan dini yang dapat merusak masa depan, seperti ketidaksiapan psikologis dan fisik,” ujar Nani Zuraini saat ditemui usai kegiatan.
Wakil Kepala SMPN 6 Lhokseumawe yang turut hadir menyambut baik kedatangan sosialisasi ini. Program BRUS diharapkan menjadi momentum bagi remaja sekolah untuk menghindari perilaku destruktif dan membangun generasi unggul. (NA)





