UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe dan Universitas Malikussaleh Berkolaborasi Dalam Kegiatan KKN

Lhokseumawe, newshanter.com –Mahasiswa UIN SULTANAH NAHRASIYAH LHOKSEUMAWE dan UNIVERSITAS MALIKUSSALEH melakukan kolaborasi kegiatan sensus data penduduk di Gampong Batuphat Timur Pada Selasa, 3 Februari 2026

Kegiatan ini dilaksanakan bersama aparatur gampong sebagai bagian dari pendataan dan penguatan profil desa.

Penanggung jawab adallh Geuchik Fakhruddin (PJ Geuchik) Batuphat Timur, Geuchik Fakhruddin saat kegiatan berlangsung menjelaskan bahwa kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Dan saat ini masih berada di gampong.

Selanjutnya Ia juga menyampaikan bahwa secara formal sensus memiliki petugas khusus, namun keterlibatan mahasiswa dinilai positif dan bermanfaat bagi kedua belah pihak.

Geuchik Fakhruddin juga memohon bantuan dari adik-adik KKN, beliau katakan “nanti mungkin bisa dimusyawarahkan tentang kegiatan tersebut menyangkut dengan waktunya, serta tentang teknis pelaksanaannya mungkin akan dipimpin langsung dan dipandu oleh Bang Malik,” ujarnya.

Ia juga menyinggung bahwa kegiatan sensus bersama mahasiswa bukanlah hal baru di gampong tersebut.

Bagi saya sebagai PJ Geuchik, 2 tahun yang lalu juga ada adik-adik mahasiswa yang melakukan sensus. Sebenarnya sensus ini ada petugasnya sendiri, cuma karena berbarengan dengan kegiatan desa dan adik-adik juga masih ada di sini, oleh karenanya tidak salah juga bapak Sekdes mengajak keterlibatan adik-adik dalam kegiatan tersebut,” tambahnya.

Selain membantu proses pendataan, kegiatan ini diharapkan menjadi sarana pembelajaran lapangan bagi mahasiswa untuk lebih mengenal kondisi sosial dan geografis Gampong Batuphat Timur. Ucapnya lagi

“Seperti yang sudah adik-adik alami selama berada di desa, mungkin untuk wilayah biografis Desa Batuphat Timur ini adik-adik masih belum menguasai ataupun belum mengetahui secara detail semuanya. Oleh karenanya, dalam kegiatan ini adik-adik bisa sambil melihat-lihat ataupun menambah wawasan tentang profil desa. Ini menyangkut dengan pemahaman profil desa,” jelasnya.

Melalui kolaborasi ini, aparat gampong juga berharap data kependudukan semakin akurat, sementara mahasiswa mendapatkan pengalaman praktis terkait pendataan dan pemetaan sosial di tingkat desa. (Jaz)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *