Perwakilan BKKBN Sumbar Adakan Sosialisasi Terkait Penurunan Stunting di Wilayah Agam

Agam, newshanter.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) provinsi Sumatera Barat  bersama Anggota DPR RI  mengadakan sosialisasi, Advokasi dan KIE Penurunan Stunting di Sumatera Barat, yang bertempat di SMAN 1 IV angkek kabupaten Agam, Selasa (25/7/2023).

Kegiatan yangi hadiri Camat Ampek angkek , Danramil,Polsek, Kader Posyandu,Niniak Mamak dan Bundo Kanduang, kepala keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Agam.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat Fatmawati  ST. M.Eng, menyampaikan, di Agam ini terjadi kenaikan stunting 5 %, sebenarnya pada tahun 2021 kemarin kita sudah berada di posisi aman 19%., dan ternyata ketika survey di tahun 2022, kasus stunting naik menjadi hampir 25%.

“Kita bisa mengkolerasikan  bahwasanya dari 4 balita yang ada di Agam 1 diantaranya stunting, dan kondisi seperti ini yang berkualitas hanya 3 orang, ini adalah kondisi yang sangat mengkhawatirkan, jadi kita harus waspada jadi kita harus waspada, ” papar Fatmawati.

Lanjut dikatakannya, jika kita melihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang ada di Sumbar itu sebenarnya ada diangka 72?n Agam angkanya malah 73%.Ketika IPM nya tinggi itu kita mengharapkan stuntingnya rendah.

“Kita diisyaratkan dalam intervensi bahwa stunting itu harus merata karena ketika survey yang akan dilaksanakan setiap tahun itu akan melihat blok sensusnya yang memang blok sensus itu mewakili dari populasi walaupun survey, kondisi seperti itu memang kita harus waspada, ” sebutnya.Fatmawati.

Fatmawati juga mengatakan, jika kita melihat Human Development Indeksnya kita sebenarnya tinggi 73, tetapi kenapa stuntingnya juga tinggi  padahal ketika kita mengukur itu adalah kelayakan hidup, kesehatan, lama bersekolah, kemudian angka harapan hidup tinggi tetapi angka stuntingnya juga tinggi ini adalah sesuatu yang kontradiktif dan ini harus kita cari dengan cara menganalisa.

“ Saat ini BKKBN kita punya program penurunan atau percepatan Stunting ini dimulai dengan preventif dari mulai anak remaja, utamanya calon ibu di skrining kesehatannya, Jadi untuk skrining kesehatan itu didampingi oleh yang namanya pendamping keluarga, ” ujarnya.

Dan ini sudah ada dalam peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan Stunting kenapa ini sangat penting menjadi program nasional karena kita beberapa tahun kebelakang itu penurunan Stunting setiap tahun itu hanya mampu menurunkan 0, 5 persen, sehingga memang perlu terobosan bersama-sama dalam mencegah menurunkan Stunting.

“Kita berharap Semua dinas dinas yang ada kita harapkan mengintervensi karena dalam percepatan penurunan stunting itu kita harus melihat pendekatan nya adalah pendekatan Pentahelik mulai dari unsur Pemerintah, masyarakat juga harus turun kemudian perguruan tinggi juga harus turun, swasta dan kemudian  media masa  yang memberikan informasi, ” tegasnya.

Semntara itu Kepala Dp2KBP3A Surya Wendri menyampaikan, sebetulnya angka Stunting tidak begitu banyak dengan presentasi 6, 6 persen.

“Kita sudah mempunyai MOU untuk berjuang menghindari pernikahan dini, dan kita sampaikan kepada anak anak ini untuk terus melanjutkan pendidikan Ndan jangan menikah dulu, ” ungkap Surya.

Menurut dia, angka kematian ibu angka kematian bayi itu sudah menjadi masuk dalam ranahnya PPT ,   percepatan penurunan kematian ibu dan anak, Kalau sudah stunting maka akan menjadi beban keluarga kita, tetapi apabila tidak stunting maka akan menjadikan sebuah kebanggaan kita semua, imbuh Wendri.

Selanjutnya, Ade Rezki Pratama memaparkan, terjadinya Stunting adalah gagal tumbuh seorang anak yang diakibatkan oleh gizi.

“Stunting diakibatkan adanya resiko kematian ibunya karena tidak cukup usia kandungan, tidak cukupnya usia kehamilan, ” terang Ade.

Lebih lanjut kata Ade, ada 189 resiko kematian salah satunya adalah faktor menikah terlalu dini.Bahwa diantara 100 pernikahan terdapat 4 atau 4 Stunting karena tidak kuat rahim hingga anak beresiko Stunting.

“Ada lagi yang diakibatkan karena pola makan, karena kesibukan orangtuanya. akhirnya nutrisi tidak terukur dengan baik akhirnya menjadi Stunting, ” imbuhnya.

Ia menambahkan, Ciri-ciri anak stunting  adalah tubuhnya pendek, namun kenyataannya tidak semua anak anak pendek itu semuanya stunting.

“Kami ingin menitipkan pesan bahwa setiap ada anak anak yang ingin memulai berumah tangga agar dapat ke KUA, untuk dapat melakukan skreaming.skrining tentang kesehatan calon bapak muda agar terhindar dari resiko perceraian, ” harap Ade.

Acara diakhiri dengan membagian Doorprize bagi peserta yang hadir pada acara tersebut. ( A/M)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *