Aceh Tamiang
NewsHanter.com
Pj.Bupati Aceh Tamiang Drs. H. Meurah Budiman, SH.MH Berkunjung ke kampung Tanjung Binjai Kecamatan Bendahara Kabupaten Aceh Tamiang Untuk melihat secara langsung terhadap kondisi masyarakat Kampung Tanjung Binjai Pasca tenggelamnya Ponton (Getek ) Penyeberangan yang merupakan satu-satu nya akses yang dapat dilalui oleh Kenderaan roda empat maupun roda enam untuk mengangkut hasil perkebunan sawit maupun hasil pertanian padi. Jum’at (03/02/2023).
Hal ini Muhammad Ricin Selaku Datok kampung Tanjung Binjai dalam Sambutannya menyampaikan kepada Pj.Bupati bahwa sarana transportasi untuk menuju kampung Tanjung Binjai dan Kampung Kuala Penaga satu-satunya akses yang bisa dilalui oleh Kenderaan roda empat maupun roda enam adalah Ponton (Getek) yang hari ini telah tenggelam dan tidak layak untuk dioperasionalkan lagi mengigat usia Ponton tersebut sudah terlalu tua dan besi lambung maupun dinding sudah mulai rapuh.
Ditambahkannya, Dengan tenggelamnya Ponton membuat perekonomian masyarakat di dua kampung mulai terpuruk dimana hasil perkebunan rakyat yang ada di kampung Tanjung Binjai dan Kuala Penaga seperti sawit tidak bisa dibawa keluar dengan mengunakan kenderaan roda enam sehingga harga sawit dibeli oleh agen dengan harga yang cukup murah, demikian juga dengan hasil pertanian padi biaya operasional cukup tinggi karena Kenderaan pengolahan lahan maupun pemotong padi tidak bisa masuk sehingga mengunakan cara manual sementara harga gabah dibeli oleh para agen dengan harga yang murah.
Kemudian Datok Penghulu Kampung Kuala Penaga Riky turut menyampaikan Pada Pj.Bupati , sejak tenggelamnya Ponton 8 bulan yang lalu tepatnya hari Sabtu tanggal 23 Juni 2022 masyarakat kampung Kuala Penaga terpaksa meminum air sungai yang keruh akibat air bersih tidak bisa masuk, harga-harga barang seperti Elpiji sudah dua kali lipat dibanding dengan harga yang ada di pekan Seruway, demikian harga barang lainnya dan yang sangat menyedihkan anak-anak sekolah banyak yang terpaksa libur karena jalan yang ada di kampung Kuala Penaga sudah hancur tidak dapat di lalui, serta kendaraan pembawa material pun tidak bisa masuk Akibat Tenggelamnya Ponton.
Pada tahun 2022 ada proyek pengerasan jalan dari dana aspirasi dewan Provinsi dibatalkan akibat Kenderaan pembawa material tidak bisa masuk, maka oleh karena nya kami sebagai warga masyarakat di dua kampung berharap Kepada bapak Pj. Bupati untuk dapat memberikan perhatian dan memprioritaskan pembagunan kembali Ponton dalam waktu yang tidak begitu lama.
Dalam pertemuan tersebut Pj.Bupati Aceh Tamiang berjanji akan mencari solusi bersama bawahannya terutama Bappeda untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat .
Kunjungan Pj.Bupati yang didampingi oleh Kepala Dinas Perhubungan Drs. Syuibun Anwar, Kepala Bappeda Ir.Muhammad Zein, Asisten 1 Muslizar, S.Pd, Asisten 2 dr. Hj . Catur Hariati.MARS, Kepala Dinas PUPR Ir. Eddy Mofizal, M,Eng, SC, Kabag Humas Zuwan Fakhri , Kabag Umum Zubir, SE dan Camat Bendahara Sandi Suhendri .S.STP.
(JAZ).





