Home / Kota Palembang / Harga Karet Hari Ini di Provinsi Sumsel Naik Rp. 701-/Kg

Harga Karet Hari Ini di Provinsi Sumsel Naik Rp. 701-/Kg

Palembang, newshanter.com – Harga karet berjangka pasar Jepang menguat pada perdagangan hari ini seiring dengan pandangan positif The Fed terhadap ekonomi AS, negara ekonomi terbesar dunia, yang diharapkan dapat mendorong ekonomi negara lainnya.

Pada Kamis (21/10/2021) pukul 13.12 WIB harga karet tercatat JPY 240,1/kg, naik 2,83% dibanding posisi kemarin.

Prospek untuk kegiatan ekonomi jangka pendek tetap positif, secara keseluruhan, tetapi beberapa Distrik mencatat peningkatan ketidakpastian dan optimisme yang lebih hati-hati daripada bulan-bulan sebelumnya.

Menurut ringkasan informasi dari 12 distrik regional The Fed, seperti dikutip dari Reuters.

Penguatan indeks saham Hang Seng dan bursa utama Asia lainnya ikut mendongkrak Harga karet dibursa Singapura dan Tokyo tertinggi sejak bulan Juni 2021.

Harga Minyak brent pada hari ini menguat 0,57% dari posisi kemarin dan minyak mentah WTI naik 0,75% dari posisi kemarin.

Harga minyak yang tinggi memberikan dampak positif bagi harga karet karena minyak merupakan bahan baku karet sintetis yang merupakan substitusi dari karet. Sehingga ketika harga minyak naik, harga karet sintetis pun jadi lebih mahal.

Sementara untuk harga karet di Tingkat Provinsi Sumsel seperti yang disampaikan oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel melalui Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel, Rudi Arpian MSi menyebutkan

HARGA INDIKASI KARET PROVINSI SUMATERA SELATAN KAMIS 21 OKTOBER 2021

NO. KONDISI KARET HARGA INDIKASI/Kg

1 KADAR KARET KERING (K3) 100% Rp.21.578 ,-

2 KADAR KARET KERING (K3) 70% Rp.15.105,-

3 KADAR KARET KERING (K3) 60% Rp.12.947,-

4 KADAR KARET KERING (K3) 50% Rp.10.789,-

5 KADAR KARET KERING (K3) 40% Rp. 8.631,-                                                                                                                                  Harga hari ini NAIK Rp.701-/Kg dibanding harga indikasi Karet hari SELASA 19 OKTOBER 2021 utk KKK 100%.

Kemudian naik nya harga karet ini diakibatkan oleh naiknya harga minyak mentah dunia karena minyak dunia ini merupakan kompetitor harga karet misalnya minyak mentah dapat dibuat sebagai karet sintesis apabila harga karet sintesis mahal orang akan beralih ke karet alam, jelasnya.

Diakuinya memang untuk harga karet di bursa efek di Shanghai dan Tokyo mengalami kenaikan sehingga terdongkrak nya harga karet ini berpengaruh terhadap harga karet di Indonesia dan termasuk juga harga karet di Tingkat Petani Provinsi Sumsel ikut terdongkrak naik juga,j elasnya.

Namun kendala yang ada di Provinsi Sumsel saat ini banyak pabrik yang tidak mengikuti harga karet yang sudah kita tentukan dan keluarkan pada hari itu, terangnya.

Kita juga berharap dengan adanya kenaikan harga karet di Tingkat Dunia dapat menstabilkan juga harga karet di Tingkat Petani dan di Perusahaan juga stabil dalam menyediakan bahan baku makanya kita buatkan inovasi kemitraan khusus.

Apabila selama ini kita buat mitra biasa seperti di Linggau dan Musi Rawas ini Petani yang membawa langsung ke Pabrik kemudian dihitung K3 nya dikalikan dengan harga saat itu, jelasnya.

Sementara transport dan susut ini ditanggung oleh petani.

Nah sekarang kita balik metode nya pabrik yang mengambil ke petani sehingga transport dan susut ini ditanggung oleh perusahaan, urainya

Kemudian K3 ditetapkan di Awal disepakati terlebih dahulu dengan adanya MOU antara pabrik dengan UPTB berapa K3 nya misalnya ada 55 persen kemudian petani setuju dan perusahaan setuju itu tidak perlu dihitung kembali karena di lokasi sudah ada alat hitung perkiraan nya.

Jadi kita matangkan perkiraan nya jadi apabila harga karet naik petani juga dibayar. (are)

About Redaksi NHO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

Antisipasi Lakalantas, Polsek Pangkalan Kuras Lakukan Pangamanan Lalulintas

PELALAWAN, NEWSHANTER.COM – Unit Lantas Polsek Pangkalan Kuras jajaran Polres Pelalawan kembali ...