Home / TNI / Mantan Pratin Pekon Pagar Bukit, Turut Serta Menandatangani Jual Beli Tanah Yang Diduga Bodong

Mantan Pratin Pekon Pagar Bukit, Turut Serta Menandatangani Jual Beli Tanah Yang Diduga Bodong

PESISIR BARAT, Newshanter.com
Pemilik tanah beserta rumah, sesalkan negosasi jual beli yang diduga bodong dilakukan serta disahkan oleh mantan Pratin Pagar Bukit.

Menurut Yulia Rahmawati warga Dusun Sidodadi, Desa Pagar Bukit, Kecamatan Pagar Bukit, Kabupaten Lampung Barat yang saat ini telah menjadi Kabupaten Pesisir Barat, setelah pemekaran beberapa waktu lalu. Yang ditemui ditempat usahanya, di Pugung Penengahan, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, Sabtu 21/11/2020.

Menjelaskan lahan (tanah) seluas 5000 meter kubik (M2) yang dibeli ibu nya dan telah memiliki Akte Jual Beli (AJB) dengan Nomor 590/VIII/1992 tersebut. Telah dijual oleh orang tua (ayah) nya tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dengan dirinya.

Dimana tanah tersebut dibeli pada tahun 1992 oleh ibu nya, pada Partono alamat Sidodadi, Pekon (Desa) Pagar Bukit. Seharga Rp 700 ribu pada tahun itu.

Dengan batas. Sebelah Barat, Ujang Leman, sebelah Timur dengan Rosidi, sedangkan disebelah Utara berbatasan pada Jalan Raya, serta sebelah Selatan berbatasan pada Ujang Leman.

Diatas lahan tanah tersebut, berdiri satu buah rumah gubuk dengan ukuran 6×10 meter. Terang nya.

Kini tanah itu telah dijual belikan ayah nya (Pepen) dengan Mbah Kliwon, setelah ayah nya bercerai (Pisah) dengan ibu nya.

Namun jual beli itu,  tidak disertai surat yang telah disahkan sebagai bukti jual beli yang dibuat oleh notaris, dalam bentuk AJB.

Saat dibeli dan dibuatkan AJB oleh ibu, saya masih sekolah, lalu tanah disertai surat AJB nya dan diberikan ibu saya atas nama saya (Yulia Rahmawati).

Karena pada tahun 1995 ayah dan ibu saya cerai, pasca perceraian itu juga, saya pergi ke Bali, setelah beberapa tahun di Bali, mengingat saya memiliki tanah yang diberikan ibu, lalu saya ingin mengelolanya. Namun setelah dilokasi tanah itu, saya kaget bahwa tanah tersebut telah di jual dan kini telah bersertifikat, ucapnya.

Didalam AJB itu, jelas – jelas Engkon selaku Pratin Pekon (Kepala Desa) saat itu, ikut menandatangani, tetapi dalam surat jual beli antara ayah saya dan Mbah Kliwon, dia (Engkon) juga menandatangani surat jual beli tersebut.

Sekarang Engkon tidak lagi menjabat sebagai Pratin Pekon, tetapi Anaknya yang bernama Asef yang menjabat. Jelasnya.

Masih kata Yulia, karena jual beli tanah itu tidak disertai AJB yang saya miliki dan ditandatangani notaris, maka saya menduga negosiasi antara ayah (Pepen) dan Mbah Kliwon itu bodong.

Jika saja tanah itu telah memiliki sertifikat yang dikeluarkan Badan Pertanahan Nasional (BPN), bagaimana mungkin bisa terbit sertifikat tanah tersebut, jika tidak disertai asal usul tanah, jelas nya.

Oleh karena itu, saya berharap agar pihak BPN lebih cermat untuk menerbitkan Sertifikat, begitu pula Pratin Pekon Pagar Bukit, hendak dapat memahami jika tanah itu telah memiliki AJB yang pernah ditandatangani nya, lalu mengapa turut serta mengesahkan jual beli. Tutur nya.

About Damiri NHO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

Babinsa Koramil 0801/10 Punung Karya Bhakti Pasca Longsor Batu.

Pacitan – Intensitas curah hujan yang tinggi diwilayah kabupaten Pacitan membuat beberapa ...

0 pengunjung sedang aktif sekarang
0 tamu, 0 anggota
Semua waktu: 343 pada 10-23-2015 02:12 am UTC
Maks pengunjung hari ini: 0 pada 12:00 am UTC
Bulan ini: 0 pada 01-01-2021 12:00 am UTC
Tahun ini: 0 pada 01-01-2021 12:00 am UTC