Home / TNI / Kodim 0812/Lamongan / Setelah 71 Tahun, Rute Gerilya Jenderal Soedirman Kini Mudah Dilalui Kendaraan.

Setelah 71 Tahun, Rute Gerilya Jenderal Soedirman Kini Mudah Dilalui Kendaraan.

Surabaya,- Desa Bajulan adalah bukti sejarah napak tilas Panglima Besar Jenderal Sudirman dimana saat itu menyusun strategi perjuangan gerilya terhadap Belanda, Soedirman hanya dikawal delapan tentara kepercayaan. Sisa pasukan tinggal di rumah-rumah penduduk di dalam perkampungan.

Banyak bukti sejarah dari keberadaan Jenderal Soedirman di pesanggrahan Loceret selama 9 hari. Di tempat ini terdapat beberapa lokasi yang sampai saat ini masih bisa kita lihat seperti, tumpukan batu besar yang digunakan Sudirman untuk melakukan diskusi, sebuah air mancur dari bambu tempat Sudirman berwudhu masih bisa kita jumpai di pesanggrahan ini

Desa Bajulan Kecamatan Loceret kabupaten Nganjuk, kini menjadi salah satu sasaran Program TMMD -109 TA. 2020 di wilayah Kodam V/Brawijaya. Bajulan yang semula nampak sepi itu, kini mulai dipadati oleh personel Satgas TMMD. Kedatangan TNI di lokasi itu, sangat disambut dengan antusias oleh warga sekitar.

Ada yang menarik dari salah satu lokasi yang dijadikan sasaran TMMD -109 ini. Sebelum adanya TMMD -109 desa Bajulan ini masih terisolir, jalan yang di lalui masyarakat masih jalan setapak dimana jalan tersebut sejarahnya merupakan jalan rute Jenderal Sudirman.

Sasaran fisik berupa proyek pelebaran dan pengerasan jalan di Desa Bajulan Kecamatan Loceret ini mempunyai nilai manfaat lebih bagi masyarakat, jika dibanding proyek-proyek fisik lainnya. Dengan dipermudahnya akses jalan ini, bisa membantu melancarkan pemenuhan kebutuhan sosial dasar bagi warga setempat.

‘’Selain pembangunan fisik berupa peninggian jalan sepanjang 2,5 kilometer dan lebar 3 meter, TMMD di Nganjuk itu juga menyasar pembangunan rumah tidak layak huni atau RTLH. Termasuk adanya program non fisik mengenai sosialisasi protokol kesehatan dan bahaya Covid-19,” kata Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya. senin, 19 Oktober 2020 pagi.

Terpisah, Mbah Jirah (79) salah satu warga Dusun Magersari mengatakan, kedatangan TNI di Dusun itu, seakan membuka kenangan puluhan tahun silam, tepatnya ketika Jenderal Soedirman pernah singgah di Desa Bajulan.

“Jenderal Soedirman bersama pasukannya pernah menginap di rumah ayahnya dan saat ini satgas TMMD -109 singgah di rumah mbah Jirah. Alhamdulillah, adanya TNI di Desa ini di respon baik dari warga,” kata mbah Jirah.

“Dengan adanya TMMD ini warga yang tidak mampu mendapatkan rumah layak huni dan jalan yang semula terisolir bisa memudahkan warga tembus sampai ke kabupaten Kediri. Selaku kepala desa dan warga desa mengucapkan terima kasih kepada TNI yang sudah memberikan bantuan pada kegiatan TMMD 109.” Kata Kepala Desa Bajulan Pak Lauji.

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-109 di wilayah Kodam V/Brawijaya saat ini, digelar di tiga kab/kota di Jawa Timur. Yaitu di wilayah Kodim 0809/Nganjuk, Kodim 0812/Lamongan dan Kodim 0816/ Sidoarjo

Saat ini, Satgas bersama masyarakat terus mengebut pembangunan fisik di tujuh lokasi sasaran fisik. Pembangunan itu, kini mulai memasuki tahap rampung.

“Di Sidoarjo, Satgas melakukan normalisasi kali Avor, pembangunan penyangga jalan dari Kedungkembar sampai Desa Simpang dan pembangunan pagar di SDN 4,” kata Kapendam V/brawijaya.

Penyempitan sungai dan pendangkalan kali avor sangat merugikan warga, pada saat hujan deras menjadi banjir dan sawah terendam air. Setelah dinormalisasi, kondisi sungai saat ini diharapkan bisa kembali seperti semula, sungai menjadi lebar dan debit air meningkat.

Kapendam menambahkan, untuk TMMD di wilayah Kodim 0812/Lamongan dipusatkan di Desa Tebluru, Kecamatan Solokuro. Selain pengerjaan rabat beton sepanjang 900 meter, pengerjaan fisik TMMD di lokasi Kodim 0812/Lamongan juga menyasar pembuatan rumah Covid-19 dan bak penampung air bersih yang bisa terhubung ke sawah dan beberapa rumah warga. Mayoritas, warga disana berprofesi sebagai petani. Air, menjadi kebutuhan utama bagi warga setempat.

Ada hal yang menarik dalam pelaksanaan Program TMMD di Lamongan. Semua sasaran program TMMD baik secara fisik maupun non fisik didukung oleh para mantan napi teroris. Ali Fauzi yang merupakan pentolan Jamaah Islamiyah (JI) dan instruktur perakit bom bersama seluruh anggota Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP) yang terdiri atas para mantan kombatan JI secara aktif turut serta berjibaku dalam TMMD 109 Lamongan.

Selama pelaksanaan TMMD, Satgas tetap melaksanakan protokol kesehatan. Protokol tersebut diberlakukan kepada seluruh anggota satgas dan masyarakat sebelum beraktifitas. Sejalan dengan kegiatan tersebut, Sosialisasi adanya prokes juga dilakukan oleh Satgas di semua lokasi yang menjadi sasaran TMMD (Pendam5).

About Andre Newshanter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

Hasil jalan 900 Meter Yang di bangun Satgas TMMD bantu dorong Perekonomian Warga Tebluru

  Lamongan,- Belantara yang dulu menutupi daerah Di Kecamatan Solokuro Desa Tebluru ...