Home / SUMSEL / Banyuasin / Imbau Patuh Protokol Kesehatan, Hewan Qurban Dijual Layak

Imbau Patuh Protokol Kesehatan, Hewan Qurban Dijual Layak

Banyuasin, Newshanter.com – Meskipun Pemkab Banyuasin telah memberlakukan New Normal, segala aktivitas yang mengundang kerumunan masa, salah satunya tempat-tempat usaha wajib mengikuti prosedur protokol kesehatan.

Menghadapi persiapan hari raya Idul adha atau qurban 1441 H, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Banyuasin Edil Fitridi, SP, MSI mengimbau seluruh tempat usaha penjual  hewan qurban untuk tetap patuh terhadap himbauan pemerintah tersebut.

“Sejumlah tempat penjual hewan qurban telah kami datangi, sejauh ini mereka tetap gunakan protokol kesehatan. Seperti Tempat Cuci Tangan, Face Shield, Masker, dan Jaga jarak,”ujar Edil Fitridi, SP, MSI Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Banyuasin didampingi Syahrial Kabid Peternakan.

Penerapan protokol kesehatan ini, dijelaskan Edil untuk menindaklanjuti edaran Bupati Askolani pada 19 Juni 2020. Setidaknya ada 12 titik dalam beberapa kecamatan seperti di Pasar Pagi Betung, Talang Kelapa dan Banyuasin III yang menjadi sasaran

Pengecekan bukan hanya protokol kesehatan saja, melainkan juga melakukan pengawasan apa yang menjadi syarat hewan qurban seperti kesehatan.

Hewan qurban sehat, dan anggota tubuhnya tidak cacat. Untuk sapi dan kerbau berumur dua tahun keatas dan kambing berumur satu tahun keatas atau gigi seri sudah lepas.

“Untuk hewan qurban yang dijual ke masyarakat dijamin layak dan memenuhi syarat qurban. Masyarakat yang membeli hewan qurban tidak perlu khawatir layak dan tidaknya, sebab sudah kita cek kelapangan,”terangnya.

Salah satu penjual Hewan Qurban di Banyuasin III Iwan mengatakan tempat usaha hewan qurban miliknya telah sesuai prosedur protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan, masker dan pengunjung yang datang jaga jarak.

“Tim dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Banyuasin beberapa hari lalu sudah datang kesini mengecek ke tempat usahanya. Hewan qurban yang dijual sudah memenuhi syarat qurban,”katanya.

Hanya saja dia mengeluhkan omset penjualan hewan qurban jauh menurun dari tahun lalu lantaran dampak wabah Covid-19. Sedangkan harganya bervariasi dari Rp.2,5 juta hingga Rp. 4 juta perekor. “Masyarakat yang membeli sepi,”ujarnya.(JSI)

About Redaksi NHO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

Kapolda Sumsel Mengikuti Upacara Penerimaan Perwira Lulusan Pendidikan Alih

Palembang,newshanter.com – Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof. Dr. Eko Indra Heri S., ...