Home / breaking / Mahasiswi FKIF PGSD PGRI Palembang Manghilang. ” pak Inta mau pergi doakan Inta terus ya.”
inta

Mahasiswi FKIF PGSD PGRI Palembang Manghilang. ” pak Inta mau pergi doakan Inta terus ya.”

PALEMBANG, newshanter.com. – Inta Ferin yang merupakan mahasiswi aktif semester 5 jurusan FKIP PGSD di Universitas PGRI Palembang, dikabarkan menghilang sejak Kamis (31/10/2019).

Hal itu terungkap setelah orang tua Inta Ferin (korban) yakni Gatot Marjuki (ayah) mendatangi pihak kampus dan membuat laporan orang hilang ke SPKT Polresta Palembang.

Inta Ferin merupakan warga asli Jalur 14, Desa Rejosari Rt 03 Rw 01 Kecamatan Muara Sugihan Kabupaten Banyuasin. Dalam menempuh pendidikannya, di Palembang ia tinggal mengontrak (kos).

Sebelumnya, sang Ayah terlebih dahulu menghubungi putrinya melalui sambungan telepon, namun nyatanya sambungan tersebut tidak ada respon atau tidak diangkat oleh Inta Ferin. Karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan, sang Ayah mendatangi kontrakan Inta Ferin. Disanalah ia menemukan HP dan dompet korban serta sepucuk surat wasiat yang ditulis oleh korban yang diletakan di dalam lemari.

Pada layar HP korban didapati riwayat terakhir pemesanan ojek online, bertepatan dengan “30 Oktober, pukul 02:48 PM dengan kode pemesanan: RB 2948312195 atas nama Driver M Taufan Ardiansyah, nomor polisi BG 2664 AAD titik lokasi penjemputan Kantin Diah menuju Jalan Jembatan Musi 4,”

Pada surat wasiat tertuliskan dikertas double polio,

“Pae Inta tak lungo dongakna Inta terus ya….,”.Yang artinya, pak Inta mau pergi doakan Inta terus ya.

Selain itu, terdapat juga tulisan lainnya, “Pae Inta lungo ya…
Ben Inta tenang..
Duite ng lemari 10 jt
Pae jukud ng ATM kurangne
Pin: (******),”
“Dongakna Inta terus ya…”
Dari kalimat tersebut dapat diartikan,
Pak Inta pergi ya
Biar Inta tenang
Duitnya di lemari 10 juta
Pak ambil di ATM kurangnya

Doakan Inta terus ya.

Sementara itu, dari keterangan sahabat korban sekaligus satu kelas, Indah mengatakan bahwa ia pernah mendengar percakapan Inta (sapaan akrabnya) sedang menelepon seseorang menggunakan bahasa Jawa.

Meskipun Indah kurang mengerti apa yang dibicarakan, nyatanya ia dapat menyimpulkan atas percakapan itu bahwa Inta sudah lelah menderita penyakit yang dideritanya.

“Dua minggu yang lalu aku pernah kekosannya, saat itu dia teleponan mungkin sama bapaknya, dia bicara pakai bahasa Jawa, dia bilang capek-capek (lelah) aku harus bagaimana, apa yang harus kulakukan, begitu katanya saat teleponan,” terang Indah.

“Setelah dia selesai teleponan, kemudian aku tanya, Inta bicara apa tadi, lalu ia jawab gapapa ndah, aku capek aja. Capek kenapa kamu, capek aja hidup kayak gini terus,” lanjut Indah saat mengingat waktu bersama Inta kala itu.

Karena tidak diberitahu apa yang menjadi persoalan Inta, kemudian Indah tidak banyak berkomentar lebih dalam.

“Dia tidak beritahu, jadi saya tidak bahas lagi, tapi diduga ada penyakit,” kata Indah.

Indah juga mengatakan, dari informasi yang ia dapatkan, pada lokasi Jembatan musi 4 salah seorang warga sekitar melihat korban dijemput oleh pria.

“Dari saksi mata di melihat Inta dijemput oleh dua orang cowok menggunakan motor warna merah di jembatan musi 4, kemudian tidak tahu lagi kemana,” ujar Indah.

Selain itu, sebelum dinyatakan hilang, pada kemarin Rabu (30/10/2019) korban masih masuk kelas dan aktif belajar seperti biasanya.

Pihak keluarga menghimbau, kepada siapapun yang melihat Inta Ferin dengan ciri-ciri warna kulit hitam (manis), rambut lurus hitam sebahu, tinggi badan 155 centimeter, berat badan 45 Kilogram, pakaian yang dikenakan terakhir jilbab dan baju biru dongker serta rok panjang warna hitam. Tanda istimewa didada terdapat bekas cacar, serta harap segera menghubungi nomor yang tertera 081373644945 atau 081278913838. (sp)

About ZP NHO

Selalu Siap dalam bentuk apapun
x

Berita Lain

Propam Polres Kampar Lakukan Optimalisasi Pendisiplinan Protokol Kesehatan di Lingkungan Mapolres

KAMPAR,newshanter.com – Kamis pagi (24/9/2020), Sejumlah Personel Sie Propam Polres Kampar melakukan ...