Home / breaking / Anggota Komisi II DPR Pemindahan Ibu Kota Tak Semudah Pemindahan Rumah
komisi-ii-dpr-ri-mardani-ali-sera/ foto net

Anggota Komisi II DPR Pemindahan Ibu Kota Tak Semudah Pemindahan Rumah

Jakarta. Newshanter.com.Pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara. Keduanya merupakan kabupaten di Kalimantan Timur.Pemidahan ibu kota yang diumumkan presiden RI Joko Widodo (Jokowi) Senin (26/8/2019) siang, dengan didampingi jajaran menteri terkait dan Gubernur DKI Anies Baswedan.

Dengan dipindahkanya ibu kota mendapat tanggapan dari Anggota Komisi II DPR Mardani Ali Sera, seperti dilansir Cnn Indonesia, Mardani mengatakan pemindahan ini juga tak semudah seperti pindahan rumah. Pindah Ibu Kota artinya harus diiringi landasan hukum. Pemerintah harus mengajukan rancangan peraturan ke DPR untuk dibahas sebelum disetujui.

Seperti diutarakan Anggota Komisi II DPR Mardani Ali Sera, bahwa pemerintah setidaknya harus mengajukan enam undang-undang. Jika tidak, maka pemerintah melanggar aturan.

“Hasil kajian kami secara yuridis ada enam undang-undang harus segera diajukan,” ujar Mardani di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (26/08/2019).

Enam undang-undang yang harus diajukan oleh pemerintah untuk dibahas terdiri dari empat revisi undang-undang dan dua rancangan undang-undang. Salah satu undang-undang yang perlu direvisi agar ibu kota bisa dipindahkan adalah UU Nomor 29 Tahun 2009 tentang Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Sebagai Ibu Kota NKRI.

Sementara terkait rancangan undang-undang, ia mengatakan perlu ada UU yang mengatur daerah cadangan strategis menjadi Ibu Kota.

Lihat juga:Ibu Kota Baru, Bappenas Usul Tukar Guling Daripada Jual Aset
Dalam hal ini, keputusan Jokowi memindahkan ibu kota negara belum memenuhi aspek legalitas. Apalagi memang selama ini pemerintah tak pernah mengajak DPR berkoordinasi mencapai kata sepakat.

Negara yang Pernah Pindah Ibu Kota

Sejatinya Indonesia bisa dikatakan ‘telat’ merencanakan pindah Ibu Kota. Jauh sebelumnya sudah ada negara-negara, terutama di Asia yang pernah memindahkan Ibu Kotanya.

Sebut saja Malaysia yang mempertimbangkan padatnya Kuala Lumpur, sehingga memindahkan Ibu Kota ke Putra Jaya. Lalu ada Myanmar yang memindahkan Ibu Kota dari Yangon ke Naypidaw. Begitu juga Sri Lanka yang menjadikan Sri Jayawardenepura Kotte sebagai Ibu Kota baru mereka menggantikan Colombo. Kemudian Korea Selatan, Pakistan, dan Kazakhstan.

Di luar Asia, ada Amerika Serikat, India, Brasil, Finlandia, hingga Pantai Gading juga pernah memindahkan ibu kota mereka.

Pemindahan Sudah Mendesak

.Presiden RI Jokowi menyebutkan pemindahan ibu kota negara saat ini sudah mendesak. Pertimbangannya beban Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan bisnis sekaligus sudah sangat berat. Pemerintah tak ingin membuat beban berat itu bertambah dan terus-menerus ditanggung Jakarta.

“Kenapa urgen sekali? Kita tidak bisa terus menerus membiarkan beban Jakarta dan beban Pulau Jawa yang semakin berat,” kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/08/2019).

Atas dasar itu, Jokowi di periode keduanya ini memutuskan untuk memindahkan Ibu Kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

Pengumuman keputusan itu sejatinya terbilang mengejutkan banyak pihak dan menimbulkan polemik. Sebab empat hari sebelumnya, dua menteri Jokowi, yakni Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro serta Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil kompak menyebut bahwa pemerintah belum menentukan lokasi ibu kota pengganti Jakarta. (CNnI)

About ZP NHO

Selalu Siap dalam bentuk apapun
x

Berita Lain

Bupati Agam Akan Tempuh Jalur Hukum, Sehubungan Tundingan Diduga Terlibat Pecencemaran Nama Baik Anggota DPR RI

Agam. Newshanter.com.Bupati Agam Indra Catri akan menempuh langkah hukum sehubungan dengan tudingan ...