Home / breaking / Pembebasan lahan Masjid Agung Payakumbuh Satu warga masih enggan menjual tanahnya.
Walikota Payakumbuh Riza Fahlepi/ Foto Zainal Piliang

Pembebasan lahan Masjid Agung Payakumbuh Satu warga masih enggan menjual tanahnya.

Payakumbuh, Newshanter.com – Dalam upaya Pemerintah Kota Payakumbuh membebaskan lahan untuk pembangunan Masjid Agung, masih ada seorang warga yang enggan menjual tanahnya.

“Iya benar, yang bersangkutan belum mau menjual sawahnya dengan alasan lahan tersebut satu-satunya harta yang tinggal,” kata Lurah Pakan Sinayan Zailendra, di Payakumbuh, Rabu (31/07/2019).

Dalam pembebasan lahan tersebut ada sebanyak 28 pemilik lahan di lokasi tersebut yang sudah sepakat membebaskan lahannya kepada pemko, tinggal satu orang yang masih enggan menjual tanahnya.

Meskipun begitu, pembangunan masjid di kawasan Sawah Kareh, Payakumbuh Barat tersebut pemancanangan lahannya sudah dilakukan pada lahan seluas 4,8 hektare.

“Harapan kami semua warga mendukung pembangunan masjid ini karena ini adalah investasi akhirat untuk kepentingan umat,” ujar Zailendra.

Selanjutnya pihak kelurahan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) rencananya akan kembali melakukan pertemuan dengan pemilik lahan tersebut.

Dalam pertemuan itu juga akan dihadirkan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) yang akan menjelaskan dari segi pendekatan hukum.

“Pemancangan baru dilakukankemarin (Senin, 30 Juli). Pemancangan ini dalam artian menentukan patok batas tanah antar pemilik lahan dan menentukan titik koordinatnya,” ujarnya.

Hasil pemancangan tersebut akan dibawa pemko ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk pembuatan peta bidang.

“Kemudian peta bidang ini yang diajukan kepada Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) ataupun konsultan appraisal untuk melakukan kajian harga,” ucap Zailendra.

Dia berharap, kajian harga tanah dapat terbit pada Juli sampai September nanti, sehingga pembayaran tahap pertama yang direncanakan senilai Rp6,4 miliar bisa dilakukan pada Oktober sampai Desember.

“Sedangkan sisanya dibayarkan pada 2020 di mana pada RKA-nya sudah dianggarkan Rp10 miliar untuk pembebasan lahan,” jelasnya.

Walikota Mencari Alternatif Lahan

Sebelumnya walikota Payakumbuh Riza Fahlepi mengatakan, Pembangunan Masjid Raya Payakumbuhmasih terkendala pembebasan lahan yang belum final, karena ada sejumlah warga yang belum mau menjual tanahnya ke pemerintah setempat.

“Penolakan sejumlah warga tersebut cukup disayangkan karena pada awalnya niniak mamak (tokoh adat) dan tokoh masyarakat setempat sudah sepakat dengan lahan untuk pembangunan masjid raya ini,” kata Riza.

“Kalau sudah begini, tentu kami sebagai pemerintah daerah tidak bisa memaksakan,” ucapnya.

Pembangunan masjid yang direncanakan berlokasi di Kelurahan Pakan Sinayan, Kecamatan Payakumbuh Barat itu akan dijadikan sebagai pusat kegiatan keagamaan yang representatif.

“Rencana pembangunan sudah bulat dan kita targetkan tahun depan pembangunan harus dimulai,” kata Riza.

Apabila tetap terkendala Riza mengatakan pihaknya akan tetap melanjutkan pembangunan dengan mencari alternatif lahan di tempat lain. (Antara)

About ZP NHO

Selalu Siap dalam bentuk apapun
x

Berita Lain

HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-65 Road Safety Policing Tegakan Pergub Dengan Memakai Masker

Palembang,newshanter.com – Tema “Implementasi E-Policing pada fungsi lalu lintas di era digital ...