Home / breaking / Musibah Diranah Minang, Dua Rumah Tertibun, Tujuh Kecamatan Terkena Banjir,Tiga Orang tewas
Galodo Lintau

Musibah Diranah Minang, Dua Rumah Tertibun, Tujuh Kecamatan Terkena Banjir,Tiga Orang tewas

Sumbar, Newshanter. Akibat Hujan deras yang mengguyur sejumlah kawasan di Sumatera Barat sejak Kamis sore (11/10/2018) mengakibatkan longsor dan banjir bandang di Lintau Buo Utara Kabupaten Tanah Datar dan banjir di Pasaman.

Di kabupaten Tanah Datar dua unit rumah warga dilaporkan tertimbun longsor di Tanjuang Bonai, Lintau. Satu unit jembatan juga putus. Hujan lebat sekali.“Sampai sekarang, anggota masih berupaya menembus lokasi kejadian. Ada yang sudah di TKP, ada yang di posko,” kata Kapolres Tanah Datar AKBP Bayuaji, kepada wartawan..

Kapolres belum bisa memastikan, apakah ada korban terjebak longsor dan banjir bandang. “Kami saat ini berada di posko bencana. Penangaman dilakukan tim gabungan, Pemkab, Polisi dan TNI,” sambung Bayuaji

Beredar kabar di grup WA, telah terjadi bencana banjir bandang di jorong Ranah Batu Nagari Tanjuang Bonai pada pukul 18.30 WIB.Mengakibatkan terputusnya 1 unit jembatan dan beberapa unit rumah serta warung warga.

Namun dari laporan sementara yang diterima kejadian Bencana Alam yang terjadi di wilayah Kecamatan Lintau Buo Utara terdeteksi beberapa titik.Di Jorong Piubuh Nagari Tanjuang Bonai berupa banjir bandang.Akibat banjir bandang ini data sementara melanda 5 unit rumah dan 1 unit heler.Sampai saat ini korban yang sudah berhasil dievakuasi sebanyak 14 orang dengan kondisi trauma dan luka ringan.

Korban yang masih belum ditemukan diperkirakan 3 Orang yaitu 1 orang ibu dengan 2 orang anaknya.Sampai saat ini pencarian tetap dilakukan.Tanah longsor juga terjadi di Jalan Umum Kalo-kalo menimpa sepeda motor 2 penumpang di jalan umum Kalo-kalo.1 orang selamat dan korban jiwa 1 orang tertimbun tanah dan sedang di evakuasi.Sampai saat ini pencarian tetap dilakukan dengan masyarakat, Polri, TNI dan BPBD.

Banjir Pasaman

Di Tujuh Kecamatan Kebajiran

Sementara itu seperti dilansir dari Tribun di tujuh kecamatan di Kabupaten Pasaman.sejak Selasa kemarin hingga Kamis (11/10/2018) malam huja lebat yang mengguyur Pasaman, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar),, menyebabkan banjir di tujuh kecamatan di Kabupaten Pasaman.

Beruntung tidak ada korban jiwa, namun banjir yang terjadi sejak Selasa malam itu, membuat ratusan unit rumah warga beserta isinya, dan sejumlah fasilitas umum, terendam banjir hingga ketinggian mencapai 1 meter lebih.

Kalaksa BPBD Pasaman, Masfet Kenedi, menyebut tujuh kecamatan itu terdiri dari Kecamatan Panti, Rao, Rao Selatan, Rao Utara, Padang Gelugur, Mapattunggul dan Kecamatan Mapattunggul Selatan. Saat ini, sejumlah rumah di kecamatan tersebut masih digenangi air.

BPBD Pasaman, kata dia, hingga malam ini masih berada di lokasi banjir untuk mengevakuasi sejumlah warga ke lokasi yang lebih tinggi. Namun beberapa dari warga, juga ada yang pergi mengungsi ke rumah saudaranya yang berada di tempat yang aman dari banjir.

“Selain banjir menggenangi rumah warga, tiga unit jembatan gantung di Kecamatan. Rao Selatan juga hanyut dilanda arus banjir, dan ratusan hektar sawah, ladang serta kolam ikan gagal panen,” kata Masfet Kenedi saat dihubungi dari Padang, Kamis (11/10/2018).

Untuk kerugian, lanjutnya, BPBD Pasaman belum bisa menaksirnya, karena saat ini pendataan masih berlanjut. “Belum hitung (kerugian). Saat ini kami masih fokus mengevakuasi warga, karena banjir masih menggenangi rumah warga,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Nagari Lubuk Layang, Kecamatan Rao Selatan, Ermin mengaku sudah mendata jumlah rumah warga yang terendam banjir. Dari pendataan sementara, sekitar 500 unit rumah dan sejumlah fasilitas umum terdampak.

Ratusan rumah itu, kata dia, tersebar di Jorong Lubuk Layang, Padang Nuna, Kubur, Curanting, Tanjung Air, Tanjung Beriang, Kampung Tuen dan Jorong Simpang Empat. Sedangkan untuk kerugian materil, diperkirakan mencapai Rp2 miliar.

“Kerugian ditaksir mencapai Rp2 miliar, karena selain banjir itu menggenangi ratusan rumah warga, sejumlah peralatan elektronik warga serta barang-barang berharga lainnya juga rusak direndaam banjir,” ujarnya.

Angka kerugian materil dan jumlah rumah terendam banjir itu, lanjutnya, masih sementara, karena pihak Kenagarian Lubuk Layang masih masih melakukan pendataan. “Sampai sore tadi kawan-lawan masih melakukan pendataan. Jadi, data rumah terdampak itu masih sementara,” pungkasnya.

Longsor di Pariaman

Pariaman Tiga Prang Tewas

Di Padang Pariaman dilaporkan Tiga orang warga Padang Pariaman, Sumbar tewas akibat tertimbun reruntuhan longsor saat ketiganya, tengah tidur di gudang batu bata di Korong Padang Toboh, Nagari Parit Malintang Kecamatan Enam Lingkung, Padang Pariaman.Ketiga korban yang meninggal Nando (9), Restu (5) dan Raka (5 bulan).

Ketiganya merupakan adik kakak anak dari pasangan Wisnu (42) dan Rat (33) yang tinggal di Sei Putiah Koto Bangko, Kecamatan Sungai Geringging, Padang Pariaman.

Operator Pusdalops BPBD Padang Pariaman, Andri Liska Putra mengatakan, ketiga korban tertimbun tanah longsor pada Rabu (10/10/2018) pukul 22.00 WIB kemarin.

Menurutnya Saat itu, ketiganya bersama kedua orangtuanya, termasuk kakek korban, sedang berada di dalam gudang batu bata tersebut.Kemudian, tebing yang berada sekitar dua meter di belakang gudang batu bata milik orangtua korban itu longsor, sehingga material longsor berupa tanah dan batu, langsung menghantam gudang yang terbuat dari kayu tersebut, dan menyebabkan ketiga korban langsung tertimbun material longsor.

“Selain ketiga kakak beradik yang jadi korban, longsor tersebut juga menyebabkan satu orang korban luka ringan, yaitu Rasman (61) yang merupakan kakek dari ketiga korban meninggal,” kata Andri Kamis (11/10/2018).

Petugas BPBD Padang pariaman yang mengetahui tejadinya longsor, lanjut Andri, kemudian mendatangi lokasi tanah longsor. Setiba di lokasi, petugas langsung mencari ketiga korban. Ketiga korban ditemukan petugas sekitar pukul 23.30 WIB.

Ketiga korban, lanjutnya, kemudian dibawa ke rumah duka untuk di Sei Putiah Koto Bangko, Kecamatan sungai Geringging dengan menggunakan dua Ambulan dan satu mobil Rescue BPBD Padang Pariaman untuk dikebumikan. (tim)

 

 

 

About ZP NHO

Selalu Siap dalam bentuk apapun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

Aplikasi Karya Puta Daerah ” Paljek” Ramaikan Layanan Ojek Online

Palembang – Seiring berkembangnya zaman semakin mudah masyarakat mendapatkan transportasi salah satunya ...