Home / Nasional / Sumatera Barat / Agam / Puluhan Santriwati keracunan di Jorong Guguk Pincuran Nagari Magek Kecamatan Kamang Magek

Puluhan Santriwati keracunan di Jorong Guguk Pincuran Nagari Magek Kecamatan Kamang Magek

Agam.Newshanter.com. Pukuhan orang santri perempuan (santriwati) Yayasan Pencerdasan Umat Islam Islamic Centre Jorong Guguk Pincuran Nagari Magek Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam, Sumbar keracunan. Diduga santriwati tersebut keracunan akibat meminum air yang tidak layak konsumsi usai makan sahur, Senin (18/9/2017) .

Kapolres Bukittinggi AKBP Arly Jembar Jumhana melalui Kapolsek Tilatang Kamang AKP Ali Umar mengatakan, tidak berapa lama setelah makan sahur 43 orang santriwati merasa pusing dan mual-mual. Oleh pengasuh pondok, santriwati yang keracunan langsung dibawa ke Puskesmas Magek untuk mendapat tertolongan.

“Dari 64 orang santriwati yang makan sahur, 43 orang merasa mual dan muntah mereka langsung dibawa ke puskesmas. Sebanyak 14 orang diantaranya dirawat inap dan 29 orang rawat jalan, sedangkan 21 orang lain tidak kena,” kata Ali Umar kepada wartawan, Selasa (19/9/2017).

Ia menjelaskan, karena Puskesmas Magek tidak ada rawat inap, maka pasien di rujuk ke Puskesmas Pekan Kamis dan Puseksmas Baso. Sampai kemaren, sudah 6 orang santriwati diperbolehkan pulang dan sisanya 6 orang masih di rawat di Puskesmas Pekan Kamis dan Puskesmas Baso.

Ali Umar menceritakan, Setelah makan sahur santriwati minum susu dan air minum yang berasal dari sumur bor. Diduga air itu tidak higenis, sebelum diminum air itu ditampung dalam bak penampungan kemudian disaring.

“Setelah mendapat laporan kami langsung ke TKP, informasi yang kami dapat biasanya santriwati meminum air galon. Namun karena air galon habis, maka mereka meminum air yang berasal dari sumur bor. Sejak seminggu yang lalu air sumur bor itu tidak jernih dan tidak layak konsumsi,”ujarnya.

Setelah melihat TKP lanjutnya, Ia merasa prihatin terhadap kondisi ruangan tempat santriwati belajar. Ukuran ruangan 15 meter X 20 meter ditempati sebanyak 64 orang. Di ruangan seluas itu santriwati menginap, belajar dan bermain, tanpa sirkulasi udara yang baik.

“Menurut dr. Titi Mayerni, sirkulasi udara di ruangan itu tidak bagus dan pengap. Selain itu makanan yang diberikan kepada santriwati kurang bergizi. Dan santriwati nampaknya tidak istirahat dengan teratur,” tambahnya.

Tindakan selanjutnya, tim kesehatan dari Puskesmas Magek mengambil sampel air minum untuk uji lab di Bukittinggi, diperkirakan hasilnya akan keluar 12 hari kedepan.

Sementara itu, Kepala Kemenag Agam Hendri Bukhari ketika dihubungi mengaku belum mendapat laporan tentang kasus keracunan santriwati Islamic Center. “Namun setelah kita telusuri ternyata Islamic Centre itu, tidak terdaftar di Kemenag Agam,” ungkap Hendri.(ayu).

About ZP NHO

Selalu Siap dalam bentuk apapun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

Staf Ahli Walikota Bidang Ekbang dan Investasi Buka Kegiatan Update Data Prevalensi Stunting

Palembang,newshanter.com – Pembukaan kegiatan Update Data prevalensi Stunting (Diseminasi Hasil Pengukuran dan ...