Home / breaking / WArga Stasiun Memilih tetap bertahan di Area tersebut

WArga Stasiun Memilih tetap bertahan di Area tersebut

Bukittinggi. Newshanter,Com OPAKAI mewakili warga Stasiun memilih tetap bertahan di area tersebut. Jika ada penertiban nanti, OPAKAI minta dukungan moril seluruh warga kota.

“Untuk musyawarah/mufakat, kita sampaikan belum ada sekalipun antara OPAKAI dan PT.KAI,”tukas Yance dan Young Happy dari OPAKAI saat bertemu di ruangan Ketua DPRD, Rabu (19/7/2017).

Bahkan, OPAKAI dan warga Stasiun menerima surat dari Sekretariat Wakil Presiden (Wapres ditandatangani Plt. Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Ekonomi, Infrastruktur dan Kemaritiman Togar A.Silaban kepada Direktur Utama PT.KAI, yang menyatakan lembaga OPAKAI telah mengirimkan surat kepada Bapak Wakil Presiden tertanggal 13 Juni 2017, perihal pengaduan permasalahan reaktivasi jalur kereta api Padang-Bukittinggi-Payakumbuh.

Pada intinya, mohon kepada Bapak Wakil Presiden untuk membantu penyelesaian permasalahan yang dihadapi masyarakat, terkait rencana reaktivasi jalur kereta api dimaksud. Sehubungan hal tersebut,kiranya PT.Kereta Api Indonesia dapat menampung dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat Bukittinggi, yang disuarakan melalui OPAKAI dengan menghasilkan keputusan win-win Solution.

Surat tersebut bernomor B-922/Setwapres/D-1/KI.01.00/07/2017 dan ditujukan kepada Direktur Utama PT.Kereta Api Indonesia.

Dari hasil pertemuan atau rapat tertutup dengan Forkopimda Bukittinggi, PT. KAI akhirnya menunda penertiban area Stasiun Bukittinggi. PT. KAI akhirnya menunda penertiban area Stasiun Bukittinggi.

Menurut Vice President Divisi Regional II PT. KAI Sumbar Sulthon, penertiban tersebut ditunda setelah adanya kesepakatan antara unsur-unsur terkait dalam rapat tersebut.

Sulthon mengatakan, penundaan penertiban lahan PT. KAI di Stasiun Bukittinggi akan dilanjutkan hingga keluarnya SP3 dan direncanakan akhir Juli ini.

“PT. KAI belum bisa memastikan kapan tepatnya akan melakukan pembongkaran dan pemberian SP3 di akhir Juli, karena merupakan permasalahan teknis. PT. KAI menekankan saat ini SP3 belum keluar.SP3 akan dikeluarkan setelah adanya koordinasi dan kesepakatan dengan Forkopimda.PT. KAI juga menghindari adanya gejolak di masyarakat sesuai saran DPRD Kota Bukittinggi,” katanya.

Pihaknya menambahkan bahwa PT. KAI akan memberikan uang penertiban (pembongkaran) kepada warga terdampak atau debitur yang telah melaksanakan kontrak sewa-menyewa lahan dengan PT. KAI.

Dikatakan Sulthon, sebelum membagikan uang tersebut, PT. KAI melakukan proses penilaian terhadap beberapa bangunan di area stasiun Bukittinggi, yaitu bangunan semi permanen dan permanen.

Selain itu, Sulthon juga menekankan reaktivasi kereta api menyangkut infrastruktur rel kereta api dan jembatan adalah wewenang atau domain Kementerian Perhubungan.

“Sesuai data PT. KAI, hanya 106 debitur yang menjalin kerjasama sewa-menyewa dengan PT. KAI.Di luar itu, berarti mereka tidak ada ikatan sewa-menyewa atau illegal. Adapun uang bongkar untuk bangunan permanen yaitu per 1 m2 senilai Rp 250.000. Uang tersebut akan diberikan setelah ada kesepakatan antara PT. KAI dan pihak debitur,” jelasnya.(ayu)

About ZP NHO

Selalu Siap dalam bentuk apapun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

Ponpes Muqimus Sunnah Rayakan Hari Santri

Palembang,newshanter.com – Dalam rangka memperingati hari santri Pondok Pesantren (ponpes) Muqimus Sunnah ...