Home / breaking / DPRD Bukittinggi Tetap Memperjuangkan Masyarakat

DPRD Bukittinggi Tetap Memperjuangkan Masyarakat

Bukittinggi, Newshanter,com. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bukittinggi turun ke Stasiun, Senin (17/7/2017) siang, bertatap muka dengan warga di lokasi Stasiun terkait rencana penertiban atau eksekusi lahan seluas 4,1 hektar dan diterimanya SP3 PT.KAI oleh warga tersebut. Pertemuan atau tatap muka itu dilaksanakan di Masjid Mubarak Stasiun.

Ketua DPRD Bukittinggi Beny Yusrial didampingi Wakil Ketua DPRD Yontrimansyah, ketua komisi dan sejumlah anggota menjelaskan DPRD memutuskan turun ke stasiun, setelah mendapat kabar telah terbitnya SP3 dari PT.KAI untuk warga Stasiun.

Menurut Beny, DPRD merasa bertanggungjawab terhadap warga, jika terdampak pembangunan stasiun ini.DPRD juga mendapat surat dari PT.KAI yang menyatakan tidak ada perubahan rencana penertiban dan pelaksanaan SP3 tetap sesuai jadwal. DPRD diharapkan PT.KAI mendukung SP3 dan penertiban kawasan stasiun ini.

“Kita dari DPRD tidak mendukung penertiban karena melihat warga belum siap. Rabu (19/7/2017) akan dilaksanakan pertemuan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yakni DPRD, Pemko, Polres, Kodim, Kajari dan sebagainya, dan PT.KAI di Gedung Tri Arga, untuk rapat koordinasi tentang penertiban Stasiun ini.Pemko tetap komitmen memikirkan masyarakatnya.

Bahkan, Polres atau Kodim pun menunggu atasannya. Sedangkan, atasan kita di DPRD adalah masyarakat Stasiun atau warga kota.Semoga, pertemuan Forkopimda dengan PT.KAI, Rabu (19/7) besok,bisa menghasilkan solusi terbaik,”ujar Beny.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Yontrimansyah menambahkan DPRD tetap memperjuangkan masyarakat. DPRD minta PT.KAI menunda dulu penertiban ini.

“Karena itu, DPRD akan berjuang, Rabu besok. Mudah-mudahan, PT.KAI terbuka hatinya.Unsur Forkopimda atau Muspida akan duduk bersama. Semoga, permohonan DPRD dan Forkopimda kota bisa dikabulkan PT.KAI, Rabu besok. DPRD memiliki wewenang melihat situasi warganya. Menolak SP3 dan jangan dibongkar dulu tanggal 19 Juli nanti,”ungkap Yontrimansyah.

Ketua Komisi III Rusdy Nurman tetap mengharapkan Bukittinggi aman dan kondusif.DPRD juga berusaha agar tidak terjadi pengosongan lahan.Sementara itu, Ketua Umum Organisasi Penyewa Aset Kereta Api (OPAKAI) Kumar Z.Chan menjelaskan,sampai sekarang, warga Stasiun belum menerima SP3. Jika terjadi hal-hal buruk, warga akan tetap bertahan .

“Warga Stasiun hanya perlu kejujuran dan transparan, pak. Namun, jangan anggap kami anti pembangunan.PT.KAI juga berjanji akan menyampaikan kompensasi.Bahkan, eksekusi akan dilakukan tanggal 19 Juli,”kata Kumar.

Sedangkan, Wakil Ketua OPAKAI H.Chairunnas mengungkapkan, warga sebagai penyewa belum pernah diajak bermusyawarah oleh PT.KAI. Mereka hanya mendapat sosialisasi SP1,SP2 dan SP3.

“Kami meminta eksekusi tanggal 19 Juli jangan terjadi dulu. Kami memohon kepada bapak-bapak di DPRD sebagai wakil rakyat, agar eksekusi ditunda dulu sebelum adanya musyawarah mufakat,”tukas H.Chairunnas.

Sejumlah warga Stasiun yang hadir dalam pertemuan itu,juga berharap penundaan eksekusi tanggal 19 Juli.Mereka meminta perhatian dari DPRD, jika mereka harus mengosongkan lahan tanpa solusi. Untuk itulah, mereka bertanya ke DPRD.

Mereka mempertanyakan apa tindakan yang harus dilakukan, jika PT.KAI bersikeras mengeksekusi. Mereka tetap berprinsip akan tetap bertahan di kawasan Stasiun tersebut.

“Yang jelas, kami minta transparansi dan berjelas-jelas, “kata salah seorang warga.Lebih lanjut, Kumar Z.Chan menyampaikan warga tidak boleh meninggalkan lokasi tempat tinggalnya. Warga akan berkumpul hari Selasa, sekaligus mengantisipasi hal-hal yang akan terjadi tanggal 19 Juli mendatang.

Usai pertemuan, Ketua DPRD Beny Yusrial, ketua komisi dan anggota DPRD meninjau lokasi rumah warga di sekitar lahan Stasiun tersebut. Warga pun menumpahkan uneg-unegnya dan menyampaikan isi hatinya kepada DPRD. DPRD juga menemukan kondisi kawasan rumah warga yang rawan banjir dan kurang layak. Bahkan, Ketua DPRD Beny Yusrial sempat melihat dan masuk ke rumah salah seorang warga.

Kepada Ketua DPRD, ibu terlihat menangis dan terisak-isak menceritakan kondisi tempat tinggalnya dan keluarganya. Rumah ibu itu terlihat bocor dari loteng dan atapnya. Beny dan anggota DPRD lain pun terenyuh dan terharu mendengar cerita ibu tersebut.

Rumah warga lain pun berada dalam kondisi kurang layak.Dimana, kabel-kabel listrik yang sangat rawan, ditengah padatnya rumah warga di sejumlah gang.Di akhir peninjauan, DPRD berdialog dengan jajaran lembaga kursus Dynasty, yang diikuti sejumlah warga dan pengurus OPAKAI.(Ayu)

ka1

About ZP NHO

Selalu Siap dalam bentuk apapun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

Operasi Yustisi Polsek Pangkalan Kuras Dua Orang Diberikan Teguran Lisan

PELALAWAN, NEWSHANTER.COM – Operasi Yustisi Protokol Kesehatan (Prokes) yang digelar oleh Polsek ...