Home / breaking / Berdasarkan Surat Kesepakatan, Oknum Bank Pindah Tangankan SHM
ilustrasi

Berdasarkan Surat Kesepakatan, Oknum Bank Pindah Tangankan SHM

Palembang,Newshanter.com – Yurita Misniani (38) warga jalan Maskarebet Kelurahan Alang – Alang Lebar Kecamatan Talang Kelapa Palembang ini merasa kecewa dengan kinerja pihak oknum Bank BNI (Persero) Tbk Palembang.

Sebab, ibu rumah tanģga ini menduga telah mengalami penggelapan buku Sertifikat Hak Milik (SHM) tanah miik suaminya yang telah dipindah tangankan saat dijadikan anggunan di PT Bank BNI.

Merasa kecewa, YM melaporkan yang dialaminya ke Polda Sumsel, terlihat Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) / 265 / IV / 2017 / SPKT pada 22 April 2017 dengan perkara Pasal 49 Undang – Undang No 10 Tahun 1998 tentang perbankan.

YM melalui Surat Kuasa Khusus, terlihat No: 17 / MWO / A / SKK / IV / 2017 telah melakukan Somasi kepada direksi PT Bank Negara Indonesia (BNI) (Persero) Tbk Jalan Jenderal Sudirman Kav I di Jakarta Pusat.

Terlihat surat Somasi Nomor : 20 / MWO / IV / 2017. Somasi untuk diberikan Sertifikat Hak Milik (SHM) No. 2737 di Kelurahan Talang Kelapa, yang dahulu disebut Kelurahan Alang – Alang Lebar yang dahulu disebut Kecamatan Sukarami kota Palembang Provinsi Sumatera Selatan.

Pada 21 April 2017 terlihat surat jawaban somasi Nomor : RMV / 3 / 3.1 / 440 / R dari Rigobertus Harianja selaku Head of Small Regional Remedial & Recovery PT BNI (Persero) Tbk Palembang. Rigobertus membenarkan hutang / kredit macet atas nama AgoesHermawanto (Almarhum) telah dilunasi pada tanggal 22 Maret 2017.

SHM No. 2737 telah kami serahkan kepada Indah Satya Lestari (ISL) berdasarkan Surat Kesepakatan (kuasa) bersamaYuritaMisniani (YM).

Sebelum menyerahkan SHM kepada ISL, kami telah mengkonfirmasi terlebih dahulu kepada YM, jelasnya.

Terlihat Surat Kesepakatan antara YM dan ISL dengan tulisan tangan.

YM melalui kuasa hukumnya HM Wisnu Oemar SH MH MBA mengatakan, YM merupakan istri dari ahli waris yang sah dari suaminya Agoes Hermawanto (Almarhum). YM menandatangani jaminan (anggunan) SHM saat pengikatan kredit di Bank.

Pihak bank tidak memberikan SHM, walau hutang telah terlunasi dan YM tidak pernah memberikan kuasa kepada siapapun untuk dapat mengambil SHM dimaksud dari PT BNI (Persero) Tbk, katanya saat dikonfirmasi media ini diruang kerjanya, Jumat (07/07/2017).

Wisnu menyayangkan SHM No. 2737 sebagai surat berharga yang dijadikan anggunan (jaminan) di PT BNI (Persero) Tbk tersebut diserahkan oleh pihak bank kepihak lain, yang hanya berdasarkan surat kesepakatan dibawah tangan yang diduga dipalsukan dan tidak dibuat dihadapan pejabat berwenang seperti Notaris yang dapat dianggap patut kebenaranya, jelasnya.

Wisnu menilai diduga pihak bank telah melanggar prinsip kehati – hatian usaha perbankan pada Pasal 49 Undang – Undang No 10 Tahun 1998 tentang perbankan. Dengan demikian akan dapat merugikan usaha perbankan, hingga merugikan nasabah dan debitur. Langkah Wisnu akan melaporkan hal tersebut ke pihak BI (Bank Indonesia) dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sebagai pengawas usaha perbankan, tegasnya.

Wisnu berharap kepada pihak pelaku usaha perbankan tidak melanggar prinsip kehati – hatian agar tidak merugikan pihak pelaku usaha, nasabah dan debitur, jelasnya.

Pemimpin PT BNI (Persero) Tbk wilayah palembang Afien Yuni Yahya melalui Budi bagian Corporate Social Responsibility (CSR) yang didampingi dua rekanya dikantor BNI Wilayah lantai 3 Jalan Sudirman Palembang, Kamis (06/07/2017). Budi meminta tanda pengenal dan surat tugas media ini dan mengatakan, Robegertus Harianja tidak ada disini, beliau di kantor cabang yang di depan IP (Internasional Plaza). Budi tidak bisa memberikan keterangan, karena yang bersangkutan tidak ada disini, Budi mengarahkan media ini konfirmasi ke kantor cabang yang terletak di depan IP, singkatnya.
Rigobertus Harianja selaku Head Of Small Regional Remedial & Recovery (kepala Remedial dan pemulihan daerah kecil) PT BNI Tbk persero. Di Lantai 4 BNI depan IP, Rigobertus Harianja mengatakan, untuk masalah ini tidak ada masalah dan semua tidak benar, semua sudah kita lakukan sesuai SOP (Standar Operasional dan Prosedur). Saat dikonfirmasi media ini diruang kerjanya Jumat (07/07/2017).

Tidak ada penyerangan SHM ke pihak ketiga, ke istri debitur kita serahkan. Rigobertus mengaku, semua sudah kita jelaskan ke pihak kepolisian. Rigobertus mengaku telah menjawab surat somasi, semua mengacu pada jawaban somasinya. Rigobertus keberatan dikatakan SHM telah diserahkan ke pihak ke 3 dan surat pernyataan itu palsu. Kalau palsu harus diuji diforensik terlebih dahulu, tegasnya. Surat pernyataan Yang paling Autentik itu tulisan tangan, jelasnya. Sesuai dengan keinginan nasabah dan sudah sesuai dengan aturan, tegasnya. (y2n)

wisnu oemar sh

wisnu oemar sh

About ZP NHO

Selalu Siap dalam bentuk apapun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

Menteri KKP Edhy Prabowo Ditangkap KPK

Jakarta,newshanter.com – Menteri Kelautan dan Perikanan  (KPP) Edhy Prabowo ditangkap KPK dalam ...