Home / breaking / WARGA STASIUN KA BUKTITINGGI DEMO USUNG “KERANDA MAYAT” GAMBAR WALIKOTA.

WARGA STASIUN KA BUKTITINGGI DEMO USUNG “KERANDA MAYAT” GAMBAR WALIKOTA.

Bukittinggi, Newshanter. Com. Ratusan warga stasiun Bukittinggi yang tergabung dalam OPAKAI(Organisasi Penyewa Aset Kereta Api Indonesia) hari ini, kamis(06\07/2017) demo ke kantor DPRD untuk yang kedua kalinya mempertanyakan dan menyampaikan aspirasi mereka terhadap akan digusurnya warga yang menyewa lahan PT. Kereta Api Indonesia(KAI)seluas sekitar 4Ha untuk dijadikan hotel.

Massa melakukan longmarch dari tempat asal mereka menuju kantor DPRD dengan membawa keranda mayat bergambar foto Walikota Ramlan Nurmatias dan beberpa baliho dengan tertib mereka melakukan aksi damainya.
Dalam orasinya peserta demo yance menyuarakan mulanya pihak PT. KAI mengatakan untuk reaktifikasi kereta api, nyatanya dalam perjalanannya pihak PT. KAI malah berubah,

“kami tidak menolak untuk aktifnya jalur kereta api, karena kami menyadari itu, namun sekarang akan di bangun Hotel, itu yang menjadi persoalan bagi kami dan sekarang pihak KAI sudah memberikan Surat Perintah(SP) yang sudah keluar 1 dan 2 dan sebentar lagi akan dikeluarkan lagi SP ke-3 oleh PT. KAI, makanya kami mendatangi kantor Dewan ini dan meminta supaya aspirasi kami bisa dikabulkan”ujar orator demo.

Aksi Demo damai ini dimulai pukul 10.30 WIB, mereka membawa spanduk dan keranda warna putih yang dihiasi foto Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias dengan mulutnya dilakban.

Selain itu, ada pula spanduk yang bertuliskan ‘Menteri Diundang Datang Walikota Senang, Rakyat Ditendang’. Untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, aksi warga Stasiun ini juga terlihat dikawal ketat oleh sekitar lima ratusan orang aparat keamanan dari Polres Bukittinggi, Kodim 0304 Agam dan Sat Pol PP Bukittinggi.

Peserta aksi memulai aksi longmarch nya dari Masjid Mubarak Stasiun hingga DPRD beraksi sambil menyanyikan lagu kebangsaan. Para peserta aksi juga melingkari lengan mereka dengan secarik kain warna merah.

Massa pendemo sampai di gedung DPRD sekitar pukul 10.55 WIB. Sesampainya di DPRD Massa langsung berorasi menyampaikan uneg -uneg yang mereka rasakan. Para warga juga mengaku PT KAI akan segera mengeluarkan Surat Peringatan (SP) 3 dalam minggu ini dan segera menggusur mereka para penyewa tanah di PT KAI yang berada di kawasan Stasiun.

Tidak hanya itu, foto Walikota Ramlan yang dipajang di depan keranda yang ditutup kain putih itu juga tergeletak di depan, para pendemo juga menggelar shalat Dzuhur di depan DPRD Bukittinggi. Selain itu, ada beberapa spanduk besar yang yang berbunyi ‘Wali Kota Pro Kapitalis Rakyat Digusur’.

Aksi massa warga Stasiun Bukittinggi dimulai sejak pukul 10.30 WIB, membawa spanduk dan keranda warna putih yang dihiasi foto Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias dengan mulutnya dilakban. Selain itu, ada pula spanduk yang bertuliskan

‘Menteri Diundang Datang Walikota Senang, Rakyat Ditendang’. Untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, aksi warga Stasiun ini juga terlihat dikawal ketat oleh sekitar lima ratusan orang aparat keamanan dari Polres Bukittinggi, Kodim 0304 Agam dan Sat Pol PP Bukittinggi. Peserta aksi memulai aksi longmarch nya dari Masjid Mubarak Stasiun hingga DPRD beraksi sambil menyanyikan lagu kebangsaan.

Menanggapi aksi orasi warga stasiun itu Ketua DPRD Bukittinggi Beny Yusrial mengatakan. sangat mendukung inspirasi Warga Stasiun, dan sebelumnya pihak DPRD telah melakukan koordinasi dengan PT KAI Divre II Sumatera Barat, anggota DPRD sudah hearing bersama anggota PT KAI terkait penundaan pengosongan lahan, namun hingga saat ini belum ada kepastian resmi dari pihak terkait, sebutnya.

“Kami sebagai anggota DPRD, duduk di bangku legislatif karenasuara yang telah diberikan rakyat, kami sangat mendukung atas inspirasi warga Stasiun datang beramai – ramai datang ke kantor wakil rakyat ini. dan kami meminta kepada pemerintah supaya berperan penting dalam keadaan ini, karena berhubungan dengan nasib rakyat banyak,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Bukittinggi Irwandi kepada massa orasi mengatakan, Pemerintah Kota Bukittinggi telah menyikapi kondisi yang dihadapi warga Stasiun, dan telah membicarakan penggusuran ini dengan PT KAI Divre II Sumatera Barat.

“Namun jawaban terakhir yang diberikan akan tetap mengikuti aturan dari pemerintah pusat, bahwa pengaktifan jalur Kereta Api, Pembangunan Hotel dan Balkondes itu akan tetap dilaksanakan, yang diawali dengan pembebasan lahan,” ujarnya.

Dikatakan juga oleh Irwandi, Pemerintah Kota Bukittinggi tidak diberitahu oleh PT KAI Divre Sumatera Barat soal penerbitan Surat Peringatan (SP) 1 dan 2, dan kondisi ini tidak dapat dirubah, menyangkut dengan perizinan hingga hari ini Pemko juga belum menerima surat, begitu juga pada DPRD, karena prosesnya masih berjalan.

Menanggapi aksi orasi warga stasiun itu Ketua DPRD Bukittinggi Beny Yusrial mengatakan. sangat mendukung inspirasi Warga Stasiun, dan sebelumnya pihak DPRD telah melakukan koordinasi dengan PT KAI Divre II Sumatera Barat, anggota DPRD sudah hearing bersama anggota PT KAI terkait penundaan pengosongan lahan, namun hingga saat ini belum ada kepastian resmi dari pihak terkait, sebutnya.
“Kami sebagai anggota DPRD, duduk di bangku legislatif karenasuara yang telah diberikan rakyat, kami sangat mendukung atas inspirasi warga Stasiun datang beramai – ramai datang ke kantor wakil rakyat ini. dan kami meminta kepada pemerintah supaya berperan penting dalam keadaan ini, karena berhubungan dengan nasib rakyat banyak,” terangnya.
Sementara itu, Wakil Walikota Bukittinggi Irwandi kepada massa orasi mengatakan, Pemerintah Kota Bukittinggi telah menyikapi kondisi yang dihadapi warga Stasiun, dan telah membicarakan penggusuran ini dengan PT KAI Divre II Sumatera Barat.

“Namun jawaban terakhir yang diberikan akan tetap mengikuti aturan dari pemerintah pusat, bahwa pengaktifan jalur Kereta Api, Pembangunan Hotel dan Balkondes itu akan tetap dilaksanakan, yang diawali dengan pembebasan lahan,” ujarnya.

Dikatakan Irwandi, Pemerintah Kota Bukittinggi tidak diberitahu oleh PT KAI Divre Sumatera Barat soal penerbitan Surat Peringatan (SP) 1 dan 2, dan kondisi ini tidak dapat dirubah, menyangkut dengan perizinan hingga hari ini Pemko juga belum menerima surat, begitu juga pada DPRD, karena prosesnya masih berjalan. Setelah lama berorasi, perwakilan dari DPRD Bukittinggi mempersilahkan perwakilan para pendemo untuk bertemu dengan anggota dan pimpinan DPRD Bukittinggi sekaligus memberikan pernyataan sikap tertulis dari DPRD Bukittinggi yang ditandatangani oleh tiga orang pimpinan DPRD Bukittinggi dan para ketua komisi terhadap keluhan warga Stasiun. (NIA)

kai2kai1kai4

About ZP NHO

Selalu Siap dalam bentuk apapun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

Polsek Pangkalan Kuras Laksanakan Giat Freemtif Ops Lancang Kuning 2020

PELALAWAN, NESHANTER.COM – Polisi Sektor Pangkalan Kuras Resort Pelalawan laksanakan giat Freemtif ...