Home / breaking / Tidak diterima disekolah, Orang tua murid blokir pintu masuk sekolah SMAN 5 Bukittinggi.

Tidak diterima disekolah, Orang tua murid blokir pintu masuk sekolah SMAN 5 Bukittinggi.

 

Bukittinggi, newshunter,Com karena tidak diterima disekolah negeri 5, Bukiitinggi para orang tua murid ramai-ramai blokir jalan menuju sekolah tersebut, dengan membentangkan mobil dan sepeda motor di depan gerbang masuk sekolah.

Pantauan wartawan newshunter, senin (3/7/2017) dilokasi sekolah SMAN 5 Bukittinggi, tampak beberapa kelompok orang tua, duduk berkelompok sambil gelisah menuggu keputusan yang di bicarakaan oleh beberapa perwakilanya yang sedang menemui kepala sekolah.

salah seorang perwakilan orang tua murid Ibrayaser, mengatakan kami dari orang tua murid tidak menuntut banyak, yang kami minta hanya sesuai dengan perjanjian antara pemerintah kota Bukittinggi dan ninik mamak pemilik tanah ulayat tempat sekolah ini dibangun, dalam perjanjian tersebut anak-anak kami putra daerah nantinya di prioritaskan diterima disekolah ini, tapi sekarang keluar kebijakan, bahwak penerimaan murid baru diatur oleh dinas di provinsi, jadi kalau anak kami tidak di terima di sekolah ini mau di sekolahkan kemana?.

“Permintaan dari orang tua murid dari kelurahan pulai anak air dan kelurahan garegeh, memohon anak kami diterima di sekolah ini, sebab sesuai perjanjian dahulu sebelum sekolah ini di bangun, pemerintah akan memprioritaskan anak pribumi sekolah disini,” ungkap ibra.

sementara itu kepala sekolah SMAN5 Bukittinggi, Drs Lasmita, Mpd.mengatakan, Memang tahun ini kebijakan penerimaan murid di sekolah diatur oleh dinas provinsi, dan jumlahnya murid yang diterima pun juga di atur, kami dari sekolah hanya menjalankan aturan, mengenai bisa tidaknya anak-anak yang tidak dapat di terima ini kita serahkan kebijakan pada provinsi nantinya.

” mengenai penerimaan murid baru ditahun ini semua di atur oleh dinas pendidikan provinsi, jadi kita di sekolah tidak bisa berbuat apa-apa, mengenai kebijakan nantinya akan kita serahkan lagi ke provinsi bagaimana baiknya anak-anak yang belum bisa di terima ini,” ujar lasmita.

Sementara itu kapolres Bukittinggi yang di wakili oleh kapolsek kota Bukittinggi Kompol Zahari mengatakan, mengenai anak-anak yang tidak bisa diterima di sekolah negeri sekarang menjadi problem seluruh orang tua, sewaktu menerima informasi gerbang sekolah di palang oleh orang tua murid, kami dari kepolisian lansung meluncur ke Lokasi untuk menenangkan situasi, alhamdullah semua dapat diatasi, karena kepala sekolah mai menarima perwakilan orang tua murid dengan tangan terbuka untuk menyampaikan keinginannya.

” mendapat informasi gerbang sekolah SMAN5 dipalang oleh orang tua murid karena anak-anaknya tidak dapat di terima, kami dari kepolisian segera meluncur kelokasi untuk mengantisipasi jangan sampai terjadi hal-hal yang melanggar aturan yang bersifat pelanggaran pidana,”ungkap ashari

Salah seorang pensiunan pengawas SMA provinsi, irwan Aswandi,Spd, Mpd, yang hadir disela-sela kerumuman orang tua murid mengatakan, sebenarnya permasalahan ini sudah ada timbul semenjak 15 tahun yang lalu, karena pertumbuhan anak dan daya tampung sekolah tidak di perhitungkan, boleh di batasi penerimaan tapi pemerinath harus menambah pembangunan sekolah.

” permasalahan ini yang terlupakan oleh pemerintah provinsi, aturan bisa saja dilaksanakan, tapi harusnya pemerintah juga harus memikirkan bagaimana jalan keluarnya, seperti penambahan sekolah baru,” imbuh Irwan Aswandi.(ayu)

blokir

About ZP NHO

Selalu Siap dalam bentuk apapun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

Ketua DPRD, Ketua FIP dan Ketua PWI Kampar Sampaikan Ucapan Selamat HUT Humas Polri ke-69

KAMPAR,newshanter.com – Jumat (30/10/2020), Bersempena Hari Ulang Tahun Humas Polri ke-69 tahun ...