Home / breaking / Menganiaya Anak Kandung Hingga Tewas, Karena Kesal Terhadap Suami. Dihukum 16 Tahun Penjara

Menganiaya Anak Kandung Hingga Tewas, Karena Kesal Terhadap Suami. Dihukum 16 Tahun Penjara

Siska saat memberikan keyterangan dihadapan majeis hakim/ Foto NHO FIL

Siska saat memberikan keyterangan dihadapan majeis hakim/ Foto NHO FIL

PALEMBANG -Newshanter.com. Siska Apriana (23), terdakwa kasus tindak pidana pembunuhan anak kandung dihukum 16 tahun penjara oleh majelis Pengadilan Negeri (PN) Palembang Kelas A1 Khusus Palembang, Kamis (20/4/2017). Siska dinyatakan terbukti bersalah menganiaya sehingga anak kandungnya, Brayn Aditya (4), meninggal.

Ketua Majelis Hakim Ellywarti menyebutkan, terdakwa terbukti bersalah dan melanggar Pasal 76C Jo Pasal 80 ayat (4) UU No 35/2014 tentang perubahan atas UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak. “Terdakwa terbukti bersalah dan divonis hukuman 16 tahun penjara,” kata majelis hakim.

Putusan yang diberikan majelis hakim tersebut diketahui lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hendra Fabianto. JPU menuntut terdakwa dengan hukuman 20 tahun penjara.

Terdakwa Siska melalui Penasihat Hukumnya, Bustanul Fahmi, mengatakan, menerima vonis tersebut. “Siska sendiri sudah menerima putusan tersebut,” ujarnya.

Dalam persidangan terungkap, perbuatan terdakwa dilakukan di rumah kontrakannya di Jalan Lubuk Bakung, Kecamatan Ilir Barat I, pada 21 November 2016. Saat itu terdakwa yang sedang mencuci pakaian mendengar anaknya, Brayn Aditia, menangis setelah bangun tidur.

Lantaran kesal, terdakwa menendang dada anaknya dua kali, sehingga tangisnya semakin menjadi. Kemarahan terdakwa semakin menjadi, sehingga mengigit telapak tangan dan memukul dada korban.

Lalu saat terdakwa memandikan anaknya agar berhenti menangis, sang anak mengatakan dadanya terasa sakit. Terdakwa lantas membuat air asam untuk mengilangkan rasa sakit dan anaknya pun tertidur.

Saat petang, terdakwa pun membangunkan anaknya, namun tubuhnya sudah dingin. Takut aksi penganiayaan yang dilakukannya diketahui, terdakwa akhirnya pergi keluar rumah dan membuat laporan palsu dengan dugaan menjadi korban KDRT oleh suaminya. Setelah dilakukan penyelidikan, korban akhirnya mengakui perbuatannya tersebut.

Ekspresi wajah terdakwa saat vonis dibacakan terlihat dingin saat mendengar putusan majelis

hakim.Dengan mengenakan jilbab hitam, ia terus menunduk tak bergeming tanpa mengeluarkan suara. Bahkan saat diperintahkan majelis yang diketuai Eliwarti untuk berkonsultasi dengan penasehat hukumnya, Bustanul Fahmi, dengan langkah gontai Siska tetap enggan mengangkat wajahnya.

Tidak satupun keluarga Siska yang hadir dalam persidangan terakhir tersebut. Sebisa mungkin wanita yang pulang ke Siring Agung IB 1 Palembang ini menahan airmatanya agar tidak jatuh selama proses sidang.Saat keluar dari ruang sidang pun, ia berusaha menghindari kamera media dengan menutup sebagian wajahnya

dengan jilbab. Sebelumnya,
Penasehat hukum terdakwa Bustanul Fahmi Ketika diwawancarai News Hunter.Com,sai mengatakan hukumab yang dijatuhkan Majelis hakim sudah adil.

“Kan dimana perbuatan terdakwa dilakukan karena kesal dengan suaminya.Terdakwa menyesali perbuatannya dan sama sekali tidak berniat untuk menghilangkan nyawa anak kandungnya,” ujarnya.

Selain itu, terdakwa juga masih berusia muda sehingga masih bisa memperbaiki perbuatannya di kemudian

hari.Atas putusan tersebut terdakawa menerima,” ujar Fahmi dari posbakum Sejahtera Palembang.(01)

About ZP NHO

Selalu Siap dalam bentuk apapun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

Siap Edar 110 Kg, Pengedar Diringkus Ditnarkoba Polda Sumbar

Padang, NewsHanter.com – Direktorat Reserse Narkoba (Ditnarkoba) Polda Sumatera Barat kembali berhasil ...