Home / Nasional / Sumatera Barat / Agam / Warga Palembayan Agam Resah, Harimau Turun Gunung
Harimau Sumatera/ Foto Net

Warga Palembayan Agam Resah, Harimau Turun Gunung

Agam, Newshanter.com. Warga Palembayan Kabupaten Agam-Sumbar semakin resah akibat semakin banyaknya jumlah ternak warga yang mati, diduga diserang Harimau Sumatra yang turun gunung,

Petriana (55), pemilik ternak saat melapor BKSDA, di  Lubuk Basung, kepada wartawan mengatakan, satu kerbau dewasa ditemukan dengan kondisi kaki-kakinya sudah hilang dan perut tercabik-cabik karena dimangsa. Dua anak kerbaunya juga mati di tempat dengan kondisi mengenaskan.”Ketiga kerbau itu tergeletak di padang rumput dengan jarak sekitar satu kilometer dari rumah saya,” katanya.

Sementara itu Camat Palembayan Ade Herlian mengatakan, setelah memakan kerbau,Rabu (15/03/2017) menjelang subuh seekor kambing milik warga di Jorong Palembayan Tangah, Nagari Ampek Koto diserang. Kambing naas itu ditemukan mati di kandangnya yang terletak pinggir hutan, menjelang Subuh “Dari jejaknya bisa dipastikan itu Harimau Sumatera,” ucap Camat Palembayan Ade Herlien seperri dilansir Klippositip.com.

Menurnya Serangan terhadap ternak ini, merupakan serangan yang ketiga kalinya dalam waktu dekat ini di Palembayan.Sebelumnya, 21 Februari 2017 di Jorong Marambuang, Nagari Baringin, dua ekor kerbau tewas diterkam oleh hewan yang diduga kuat sebagai harimau.

Kemudian, Jum’at (12/03/2017), serangan berlanjut di Jorong Sipinang, Nagari Sipinang, dimana terjadi serangan terhadap empat ekor kerbau milik warga yang mematikan tiga ekor diantaranya.

“Baru pertama kali kambing menjadi sasarannya. Kami imbau, masyarakat perlu waspada terutama saat malam hari. Jangan pautkan ternak di tepi hutan,” ucapnya.

Selain itu guna menghentikan teror Harimau di wilayah Kecamatan Palembayan Kabupaten Agam-Sumbar, BKSDA Agam akhirnya memasang kandang perangkap.Perangkap ini, disebut sebagai salah satu cara paling aman untuk menangkap satwa belang itu.

“Sejak Kamis (16 Maret 2017) kami pasang,’’ ucap Syahrial dari BKSDA Agam saat dikonfirmasi Minggu 19 Maret 2017.Perangkap yang dipasang BKSDA, berupa kandang besi besar dengan ukuran panjang mencapai dua meter, lebar 80 sentimeter dan tinggi sekitar satu meter lebih sedikit.

Jika harimau itu tertarik dengan umpan, ia akan masuk melalui pintu yang sudah disiapkan.Selanjutnya, di dalam kandang sudah disiapkan sebuah pemicu yang terhubung dengan tonggak di luar kandang.Jika terinjak oleh harimau, pintu kandang akan tertutup otomatis, sehingga si harimau tak akan bisa kemana-mana.

Dalam perangkap itu, dikasih umpan seekor anjing kampung.

Namun, seandainya harimau itu terperangkap, bisa dipastikan anjing itu tak akan bisa disentuh oleh harimau, sebab antara keduanya dipisahkan oleh sebuah terali yang terlihat cukup kokoh.Lokasi perangkap itu, terletak di dekat Sawah Liek atau di jalan sempit yang menghubungkan Jorong Palembayan Tangah dan Jorong Lambeh, Nagari Ampek Koto, Kecamatan Palembayan, Agam-Sumbar.

Perangkap itu ditaruh 10 meter dari jalan kecil tersebut.

Kendati tempat perangkap itu cukup terbuka, di atasnya terlihat hutan yang cukup lebat yang menjadi dugaan masyarakat sebagai tempat perlintasan harimau tersebut.“Sampai sekarang belum disentuh harimau, sementara anjing itu kita jadikan umpan karena permintaan dari pawang,’’ sebutnya. Menurut Syahrial, harimau itu diduga berjumlah satu ekor. Menurutnya, jika tertangkap akan dikarantina atau dipindahkan ke tempat lain.(kp/nia)

Seorang warga menunjuk perangkap/ Foto Klikpositif

Seorang warga menunjuk perangkap/ Foto Klikpositif

Perangkap Harimau/ Foto ANT

Perangkap Harimau/ Foto ANT

 

About ZP NHO

Selalu Siap dalam bentuk apapun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

Ketua DPRD, Ketua FIP dan Ketua PWI Kampar Sampaikan Ucapan Selamat HUT Humas Polri ke-69

KAMPAR,newshanter.com – Jumat (30/10/2020), Bersempena Hari Ulang Tahun Humas Polri ke-69 tahun ...