Home / breaking / Buruknya Drainase, Kota Pangkalan Kerinci Kebanjiran

Buruknya Drainase, Kota Pangkalan Kerinci Kebanjiran

Pangkalan Kerinci, Newshanter.com – “Banjir,” kata tersebut mungkin sudah tak asing bagi masyarakat yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta. Kalau sudah tiba musim hujan, masyarakat disana selalu dihantui oleh kata yang namanya banjir. Apalagi di daerah yang memang menjadi langganan banjir.

Namun kata “banjir” rupanya bukan hanya menjadi momok menakutkan bagi masyarakat Jakarta saja. Masyarakat Pangkalan Kerinci, Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Riau, khususnya Pangkalan Kerinci Kota sudah mulai dihantui rasa takut bila hujan tiba, apalagi hujan dengan intensitas tinggi dan berlangsung cukup lama. Hal ini terbukti dengan hujan yang terjadi pada Selasa (21/02/2017) sekira pukul 05.30 s/d 07.00 WIB.

Hujan yang mengguyur Kota Pangkalan Kerinci selama kurang lebih 1,5 jam tak ayal membuat genangan air yang cukup merata sepanjang jalan, khususnya Pangkalan Kerinci Kota. Hal ini disebabkan kondisi geografis Pangkalan Kerinci Kota yang lebih rendah dibandingkan wilayah lainya. Ditambah lagi dengan Drainase yang sangat buruk membuat ketinggian air bisa mencapai ketinggian sekitar 50 cm ditempat tertentu.

Salah seorang warga pasar lama yang tempat tinggalnya terkena banjir, Ujang (40) kepada Newshanter.com mengaku sangat kecewa dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan yang tidak ada perhatian dengan pembangunan drainase disekitar tempat tinggalnya.

“Selama 10 tahun ini tak pernah ada perhatian pemerintah bang. Coba tengok drainase yang ada sekarang, hampir semuanya tak berfungsi. Kalau hujan lebat pasti banjir, seperti sekarang ini,” ungkapnya.

“Seharusnya pemerintah lebih memperhatikan Kota Pangkalan Kerinci bang, karena ini kan wajah Ibukota Pelalawan. Untuk apa kita membangun yang bukan menjadi kepentingan masyarakat umum. Kalau seperti ini terus, saya yakin 10 tahun mendatang Kota Pangkalan Kerinci akan menjadi daerah langganan banjir kalau hujan,” jelasnya lagi dengan sedikit kesal.

Lebih lanjut Ujang menjelaskan bahwa dahulu Pangkalan Kerinci Kota adalah daerah resapan air karena terletak di dataran yang agak rendah. Seiring dengan perkembangan kota, akhirnya daerah resapan air seperti rawa-rawa yang ada mulai ditimbun untuk dijadikan bangunan seperti rumah toko (Ruko) sehingga tak ada lagi tempat penampungan air ketika hujan tiba.

” Begitulah bang, seharusnya dengan pesatnya pembangunan kota harus diimbangi dengan baiknya pelayanan publik semacam drainase, agar air tak menggenang seperti ini.” pungkasnya mengakhiri perbincangan sambil sesekali menimba air yang menggenangi rumahnya.(anton sikumbang)

About ZP NHO

Selalu Siap dalam bentuk apapun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

3-5 Desember, PFI Palembang Gelar Pameran Foto Jurnalistik dan Webinar di OPI Mall

Palembang,newshanter – Setelah tertunda pelaksanaan akibat COVID-19 Maret lalu, Pameran Foto Jurnalistik ...