Home / breaking / Mantan Direktur PDAM Padang di Cokok di Bogor, Bantah Dirinya Kabur

Mantan Direktur PDAM Padang di Cokok di Bogor, Bantah Dirinya Kabur

Padang, Newshanter.com- Mantan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Padang, Sumatera Barat, Azhar Latif yang telah dimasukkan pada Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 19 Juli 2016, akhirnya ditangkap jaksa.

“Azhar Latif ditangkap di Jalan Raya Pajajaran, Bogor, pada Kamis (13/10/2016) malam merupakan hasil dari koordinasi tim jaksa dan intel Kejaksaan Agung RI,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Padang, Syamsul Bahri, di Padang, Jumat (14/10/2016).

Sebelumnya, Azhar Latif menjadi buronan atas status terpidananya dalam kasus penyalahgunaan dana biaya pengacara PDAM Kota Padang 2012, dengan kerugian negara sebesar Rp450 juta.

Syamsul Bahri, mengungkapkan bahwa mantan Direktur Utama (Dirut) PDAM daerah setempat, Azhar Latif, ditangkap di tengah jalan, tepatnya Jalan Raya Padjajaran, Bogor, pada Kamis (13/10) malam.”Penangkapan dilakukan pada malam hari sekitar pukul Sekitar pukul 20.50 WIB. Ia (Azhar Latif) saat itu mengendarai sebuah mobil sendiri,” terang Syamsul Bahri, di Padang, Jumat.

Setelah tim memastikan bahwa yang mengendarai itu adalah Azhar Latif, katanya, ia langsung ditangkap tanpa perlawanan.Saat ditanyai sudah berapa lama Azhar Latif berada di Bogor tersebut, mengingat statusnya yang telah buron sekitar tiga bulan lebih, Syamsul Bahri menyebutkan dirinya tidak mengetahui hal tersebut.

Hanya saja, lanjutnya, dari pemeriksaan diketahui Azhar Latif menyebutkan kedatangannya ke Bogor, untuk menjenguk sang anak.”Ia beralasan menjenguk anak. Karena ada anaknya yang kuliah di daerah itu,” kata Syamsul.

Ia mengatakan usai ditangkap, terpidana kasus korupsi dana pengacara PDAM Padang sebesar Rp450 juta itu, ditahan sementara oleh Kejari setempat.Sebelum akhirnya dilakukan serah terima bersama tim Kejari Padang, yang dipimpin langsung Kepala Seksi Intelijen Kejari Padang Basril G, pada Jumat siang.

Usai dilakukan serah terima, Azhar Latif kemudian dibawa ke Padang dan mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) sekitar pukul 18.30 WIB, dan sampai di Kantor Kejari Padang di Jalan Gajah Mada, sekitar pukul 19.30 WIB.

Ketika di Kantor Kejari Padang tersebut, langsung dilakukan pemrosesan administrasi serta pemeriksaan kesehatan terhadap Azhar Latif.

Setengah jam berselang akhirnya terpidana tersebut dibawa mobil tahanan Kejaksaan Negeri Padang, menuju ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Muaro Padang, untuk segera menjalani masa hukumannya berdasarkan putusan kasasi Mahkamah Agung RI.

Ketika dikonfirmasi sebelum digiring ke Lapas, Azhar Latif membantah dirinya melarikan diri.”Saya tidak melarikan diri, masih tetap di Indonesia,” ujarnya sambil berlalu.

Meskipun demikian, Azhar Latif sempat menemui dan menyalami keluarga serta kerabat yang datang ke Kantor Kejari Padang.

Dalam perjalanannya kasus dana pengacara PDAM Padang yang menjerat Azhar Latif itu, bermula dari Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Klas I A Padang. Pada saat itu ia dinyatakan tidak bersalah dan divonis bebas pada 26 November 2014.

Terhadap putusan tersebut jaksa kemudian mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung, dan dikabulkan.Hingga akhirnya Mahkamah Agung mengabulkan kasasi jaksa, dan menjatuhkan hukuman penjara selama 4 tahun, denda sebesar Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan.

Selain itu juga diwajibkan membayar Uang Pengganti sebesar Rp450 Juta, sesuai besaran kerugian negara dalam perbuatan korupsinya.

Hanya saja sejak salinan putusan tersebut diterima pengadilan, serta tiga kali surat pemanggilan dari Kejari Padang, Azhar Latif sudah tak diketahui keberadaannya. (ANT)

About ZP NHO

Selalu Siap dalam bentuk apapun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

Warga Resah Wisma Lily Sorek Satu Diduga Tempat Mesum, Bebas Bawak Pasangan

PELALAWAN, NEWSHANTER.com – Keberadaan Wisma Lily yang berada di Kelurahan Sorek Satu ...