Home / Nasional / Ahok “Ngamuk”… Bab Bocor Gugat Tempo..
AHOK

Ahok “Ngamuk”… Bab Bocor Gugat Tempo..

Jakarta, NewshanTer.Com – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali melontarkan kemarahan dan makian: “ini bajingannya luar biasa.”

Sumpah serapah itu dilontarkan Ahok ketika mengetahui bocornya BAP-nya (berita acara pemeriksaan) sebagai saksi suap reklamasi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ahok meminta lembaga anti-rasuah itu menyelidiki penyidik yang membocorkan hasil penyidikan ke media.

Diketahui, koran tempo memberitaan ada barter dana penggusuran dan proyek Pemerintah Provinsi DKI dengan penurunan kontribusi pengembang proyek reklamasi. Barter itu melibatkan PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) dengan Pemprov DKI. Informasi itu dikatakan bersumber dari salah seorang penyidik di KPK.

“Saya akan gugat, lu dapat darimana tulisan ini. Karena ini penggirangan opini yang bagi saya, ini bajingannya luar biasa. Saya enggak tahu siapa yang bikin ini,” ujar Ahok di Balai Kota, Jumat (13/5/2016).

Ahok menilai, penyidik seharusnya tidak boleh membocorkan hasil penyidikan ke publik. Ia kemudian menyinggung kasus yang pernah menjerat Ketua KPK era sebelumnya yang pernah membocorkan hasil penyidikan ke publik.

“Kan di berita ditulis dari penyidik, informan di KPK, ditulis sama Tempo. Berarti Tempo punya informan di KPK. Tapi aku enggak tahu, penyidik enggak ngeluarin kertas ini lho ke aku? Berarti ini siapa yang fitnah? Kamu ingat enggak Abraham Samad kenapa dipecat? Karena membocorkan BAP (berita acara pemeriksaan), sprindik. Kok Tempo bisa dapat ini?” kata dia.

Gugat Tempo

Tak hanya itu, Ahok juga akan menggugat Koran Tempo dan PT Agung Podomoro Land (APL) akibat pemberitaan yang menyebut adanya barter dana penggusuran Kalijodo dengan penurunan kontribusi yang wajib dibayarkan pengembang proyek reklamasi.

“Ini aku enggak tahu kertas ini (daftar kontribusi tambahan) benar atau enggak. Tetapi, judul (berita) itu jahat banget. Jadi, ini catatan Podomoro, ini jahat banget,” katanya kepada wartawan, di Balai Kota, Jumat (13/5).

Ia kecewa dengan pemberitaan yang menyebutkan ia direncanakan menerima Rp 392 miliar. Namun, baru dibayarkan sebanyak 280 miliar rupiah. Ia merasa pemberitaan Tempo malah menggiring opini buruk tentangnya.

“Jadi, sisa Rp 173 miliar, berengsek, enggak, tuh? Makanya, saya mau tanya siapa yang keluarkan surat kayak gitu? Enggak ada tanda tangan, enggak ada apa lho. Ini penggiringan yang mengerikan,” ucapnya kesal.(Hanter)

About ZP NHO

Selalu Siap dalam bentuk apapun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

Inilah Motor Publikasi TMMD Karanganyar

  KARANGANYAR – Prinsip sebaik apapun hasil yang dicapai atau sebagus apapun ...