Home / Nasional / Saut : Jika Trerpilih Pimpin KPK, Hentikan Skandal Bank Century dan BLBI, Setuju Revisi UU KPK
saut sitomorang/ foto dtc

Saut : Jika Trerpilih Pimpin KPK, Hentikan Skandal Bank Century dan BLBI, Setuju Revisi UU KPK

Jakarta -Newshanter.com, Capim KPK Saut Situmorang memberikan pernyataan kontroversial jika dirinya terpilih jadi pimpinan KPK. Saut menegaskan akan menghentikan kasus skandal Bank Century dan BLBI bila menjadi pimpinan KPK.

“Kita jangan buang waktu, harus mulai dari zero. Saya bilang saya akan lewatkan kasus Century dan BLBI,” kata Saut di ruang rapat Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senin (14/12/2014).

Saut menegaskan, dirinya akan fokus memulai pemberantasan korupsi yang baru-baru terjadi. Kasus Bank Century dan BLBI disebutnya akan membuang waktu dan tenaga.

“BLBI dan Century itu kita harus mengumpulkan jaksa terbaik, tapi hasilnya apa? Hasilnya malah jaksa Urip itu. Apa kita mau ada Urip lain?” jelasnya.

Jika menjadi pimpinan, Saut yang lama berkarir di BIN itu berniat menyelamatkan uang negara sebanyak-banyaknya. Namun, pernyataannya yang akan memutihkan kasus BLBI dan Bank Century justru kontradiktif, mengingat dua kasus itu telah merugikan keuangan negara bernilai triliunan rupiah.

“BLBI dan Century memang uangnya banyak. Tapi bagaimana cara kita mencarinya? Di mana itu uangnya? Sudah lah, kita maafkan yang ini, mulai dari zero, tapi kalau ada korupsi lagi setelah ini, tidak ada maaf,” tegasnya.

 

Selain itu  Said Sitmorang  setuju dengan rencana revisi UU KPK.  “Ya memang harus direvisi, kita kan sudah meratifikasi UNCAC, dan UU KPK dibuat sebelum UNCAC, jadi memang harus banyak perubahan,” kata Saut di ruang rapat Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senin (14/12/2015).

Semua poin yang akan dimasukkan DPR ke revisi UU KPK disetujui Saut. Bahkan, dia juga setuju dengan pemberian kewenangan SP3 ke KPK.

“SP3 ini perlu, tidak manusiawi kalau tidak ada SP3. Lagi pula nanti juga akan ada Dewan Pengawas yang akan mengawasi kan,” jelas Saut.

Saut mencontohkan, saat KPK tidak memiliki kewenangan SP3, maka lembaga anti korupsi itu tidak bisa menghentikan penyidikan meski sang tersangka sakit. Dia mengambil contoh kasus Bank Century yang dengan tersangka Siti Fajriah yang kala itu dalam keadaan sakit.

“Itu saya kenal banget dengan Bu Siti Fajriah, beliau teman saya di kampus. Tapi saat beliau sakit, KPK tidak mencabut statusnya dan tidak menghentikan kasusnya,” tegasnya.(DTC)

 

About ZP NHO

Selalu Siap dalam bentuk apapun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

Staf Ahli Walikota Bidang Ekbang dan Investasi Buka Kegiatan Update Data Prevalensi Stunting

Palembang,newshanter.com – Pembukaan kegiatan Update Data prevalensi Stunting (Diseminasi Hasil Pengukuran dan ...