Home / HuKrim / Buron, Ditangkap saat mengancam mantan istri dengan pistol
Ilustrasi

Buron, Ditangkap saat mengancam mantan istri dengan pistol

PALEMBANG-Newshanter.com,-Enam bulan menjadi buruan polisi, Nadi (38), warga Jalan Abikusno Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati, Palembang, akhirnya diringkus unit Pidana Umum (Pidum) Polresta Palembang, Jumat (27/11), sekitar pukul 11.00.

Nadi ditangkap petugas lantaran aksi nekatnya menganiaya serta mengancam dengan menodong dan meletuskan senjata api rakitan (senpira) miliknya terhadap korban Rosmiati (35), yang tak lain merupakan mantan istrinya.

Berdasarkan catatan dari kepolisian, saat dirinya memergoki korban Rosmiati, sedang berjalan dengan lelaki lain, pada 22 April 2015 lalu. Karena cemburu melihat hal tersebut, tersangka kemudian mencari tahunya.

“Saya dan Dia (korban-red) memang pernah pisah pak. Tetapi kami sudah rujuk lagi. Nah, saya tau dia berselingkuh dari temannya. Pas saya selidiki ternyata benar,” ungkap Nadi ketika diperiksa petugas.

Mendapati hal itu, tersangka langsung mengintai korban dan membuntutinya. Saat tiba di Jalan Basuki Rahmat, tepatnya didepan Hotel Aston, rupanya Nadi yang sudah terbakar api cemburu langsung memberhentikan laju mobil yang dikendarai korban dan teman lelakinya tersebut.

Ketika mobil korban berhenti, Nadi kemudian langsung menodongkan dan meletuskan senjata api miliknya kearah kaca mobil korban. “Saya tidak menembaknya pak. Saya hanya menyuruh keduanya turun tapi mereka tetap bertahan di mobil itu,”katanya.

Beruntung, saat itu, ada anggota patroli Satuan lantas sedang melintas dilokasi kejadian. Namun, melihat hal itu Nadi langsung kabur dan bersembunyi di daerah Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir (OI).

“Saya lari ke OI pak. Pengancaman itu saya lakukan karena cemburu saja. Saya beli senpi itu dari seseorang di daerah Pemulutan seharga Rp 3,5 juta, selama ini belum pernah saya gunakan,” katanya.

Sementara, Kasat Reskrim Kompol Maruly Pardede melalui Kanit Pidum Polresta Palembang, Iptu Robert Sihombing mengatakan, penangkapan tersangka berdasarkan laporan korban yang masuk ke Polresta Palembang.

Kini tersangka harus menghabiskan hari-harinya dibalik jeruji besi Polresta Palembang. “Kita jerat tersangka dengan Undang-undang darurat tentang kepemilikan senjata api dan Pasal 351 tentang penganiayaan,” tegas Robert.(SP/NHO

About ZP NHO

Selalu Siap dalam bentuk apapun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

Polsek Kampar Kiri Hilir Amankan Pelaku Pengancaman Dengan Senjata Tajam

KAMPAR KIRI HILIR,newshanter.com – Unit Reskrim Polsek Kampar Kiri Hilir amankan seorang ...