Home / Ekonomi Bisnis / Palembang bakal Punya Light Rail Transit (LRT) Kereta Api Ringan, Bakal Dipasang Tiang Pancang Bandara – Jakabaring
Ilusrasi Light Rail Transit (LRT) kereta api ringan

Palembang bakal Punya Light Rail Transit (LRT) Kereta Api Ringan, Bakal Dipasang Tiang Pancang Bandara – Jakabaring

PALEMBANG -Newshanter.com- Pemasangan tiang pancang proyek kereta api ringan/Light Rail Transit (LRT) mulai dilaksanakan pekan depan. Proyek itu dimulai tanpa harus menunggu groundbreaking Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena target selesai Juni 2018, sebelum pelaksanaan Asian Games.

Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 116 Tahun 2015 menunjuk PT Waskita Karya untuk percepatan penyelenggaraan LRT di Sumsel. Sebelum memulai proyek fisik, Direktur Utama PT Waskita Karya, M Kholiq bersilaturahmi dengan Gubernur Sumsel, Alex Noerdin di Griya Agung, Senin (16/11/2015).

“Waskita dapat penugasan dari Presiden bangun LRT. Sebagai orang timur, harus kulo nuwun (permisi) ke gubernur,” kata Kholiq.

Tim dari Waskita saat ini sudah mulai meneliti kontur tanah. Pemancangan tiang akan dimulai pekan depan. Lokasi pertama tiang belum diketahui, masih akan dikaji dan secara teknis banyak tempat jadi pilihan.

LRT yang akan dibangun PT Waskita sepanjang 24 km, lebih pendek dari LRT di Jakarta yang mencapai 80 km. Dikutip dari website setkab.go.id, LRT di Palembang akan memiliki 13 stasiun. Tersebar dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II sampai Jakabaring.

Pemerintah melalui APBN mengucurkan dana pembangunan proyek ini sebesar Rp 7,2 triliun. Kepastian proyek ini diterima setelah Presiden Jokowi menandatangani Perpres pada 20 Oktober 2016.

“Pepres LRT sudah keluar. Presentasi 7 menit kemudian Sumsel dapat Rp7,2 triliun. Waskita Karya ditunjuk. Dalam Pepres disebutkan harus selesai Juni 2018 atau mendahului LRT Jakarta,” kata Alex Noerdin di hadapan pimpinan media massa, Minggu (15/11/2015).

Alex tidak mempersoalkan proyek dimulai tanpa harus groundbreaking oleh presiden. Jokowi memiliki jadwal padat, kemarin saja berada di Turki. Kalau harus menunggu maka bisa lama proyek dimulai.

“Untuk lalulintas (kemacetan), nanti dibicarakan lagi, pokoknya jalan. Flyover Jakabaring kalau selesai pakai dulu tidak perlu peresmian, itu hanya seremonial,” ungkap Alex.

Menurut Perpres, Pemerintah menugaskan kepada PT Waskita Karya (Persero) Tbk untuk membangun prasarana LRT, meliputi jalur, termasuk konstruksi jalur layang, stasiun dan fasilitas operasi.

Dalam pelaksanaannya, PT Waskita Karya dapat bekerja sama dengan badan usaha lainnya. Tahapan pelaksanaan pembangunan prasarana ini, dituangkan dalam perjanjian antara Kementerian Perhubungan dengan PT Waskita Karya.

Untuk meningkatkan kualitas penugasan PT Waskita Karya, Menteri Perhubungan mengadakan konsultan pengawas yang berkualifikasi internasional, untuk melakukan pengawasan pembangunan, yang pengadaannya dilakukan melalui penunjukan langsung.

Perpres ini juga menegaskan, dalam rpelaksanaan penugasan PT Waskita Karya, Pemerintah dan Pemerintah Daerah memberikan kemudahan perizinan, keringanan biaya, pembebasan biaya perizinan, keringanan biaya perizinan, serta fasilitas perpajakan dan kepabeanan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Light Rail Transit (LRT)

LRT adalah angkutan umum tergolong dalam kereta ringan tersebut merupakan alat transportasi masal yang biasa dioperasikan di kasawan perkotaan. Dalam pengoperasiannya LRT ini dapat ditempatkan diantara lalu lintas lainnya mengingat tidak memiliki kecepatan tinggi, hanya sekitar 30-40 kilometer per jam

Kereta yang banyak digunakan di kota-kota besar di Eropa dan Amerika Serikat ini masing-masing gerbong memiliki mesin penggerak sehingga tidak terpusat dalam satu gerbong.

Dalam hal pengoperasiannya, kereta yang memiliki lebar 2,7 hingga 2,8 meter ini dapat dikendalikan dengan sistem otomatis tanpa harus menggunakan masinis layaknya KRL.

Mengingat dimensinya yang kecil, LRT memiliki keunggulan dimana memiliki radius putar hanya 20-30 meter. Berbeda dengan MRT dan KRL yang diatas itu. Untuk itulah salah satu alasan pemerintah memilih LRT ketimbang monorail adalah dengan radisu lingkar itu sangat cocok dengan kondisi Jakarta yang memiliki gedung-gedung tinggi.

(TS/fil)

About ZP NHO

Selalu Siap dalam bentuk apapun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

Siap Edar 110 Kg, Pengedar Diringkus Ditnarkoba Polda Sumbar

Padang, NewsHanter.com – Direktorat Reserse Narkoba (Ditnarkoba) Polda Sumatera Barat kembali berhasil ...