Home / HuKrim / Wong Chi Ping Penyeludup Sabu 800 Kg Akhirnya di Hukum Mati
wong cho ping/foto detik.com

Wong Chi Ping Penyeludup Sabu 800 Kg Akhirnya di Hukum Mati

Majelos Hakim/ Foto Detik.com

Majelos Hakim/ Foto Detik.com

Jakarta. Newshanter.Com- Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar) akhirnya menjatuhkan hukuman mati kepada bos penyelundup sabu 800 kg, Wong Chi Ping. Hakim menganggap Wong sebagai pelaku kejahatan narkotika yang harus dihukum mati.

“Menyatakan terdakwa Wong Chi Ping bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan pemufakatan jahat dalam bentuk narkoba Golongan I. Menjatuhkan dengan pidana hukuman mati,” ujar ketua majelis hakim, M Arifin, di Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar), Jl Gadjah Mada, Jumat (13/11/2015).

Hakim berpendapat Wong terbukti melanggar pasal 114 ayat 2 UU Narkotika. Hakim juga menganggap tidak ada hal yang meringankan bagi Wong Chi Ping.”Tidak ada hal yang meringankan!” tegas hakim Arifin.
Majelis hakim juga menolak nota pembelaan Wong Chi Ping yang menginginkan dirinya diberi keringanan.

“Bahwa terdakwa harus dihukum secara tegas,” ucapnya.
Dikatakan Arifin Indonesia sebagai pendukung konevensi internasional itu harus sungguh-sungguh berantas narkotika. Dengan salah satunya memberikan hukuman tegas. Tidak hanya itu, Wong kata Arifin sebelum tertangkap di awal 2015 juga sempat melakukan perbuatan serupa dengan menerima pengirman narkotika Golongan 1 pada tahun 2011 dari China. Tapi pengiriman itu gagal karena kapal tenggelam.

“Menimbang pembelaan terdakwa yang menyatakan tindakan kepada hukuman untuk mendidik bukan atas kebencian dan sebaginya, pengadilan berpendapat tidak tepat,” pungkas majelis.

Wong mengkordinir penyelundupan 826 kg sabu dari Malaysia-Jakarta lewat jalur laut lewat Kepulauan Seribu pada awal 2015. Sabu itu berpindah dari sebuah kapal di Kepulauan Seribu ke kapal kecil dan diteruskan ke Dadap, Tangerang. Dari Dadap, sabu itu dibawa ke Cengkareng. Ia dan 8 temannya lalu dibekuk oleh BNN. Wong merupakan buronan 7 negara. Tangkapan ini merupakan tangkapan terbesar sepanjang sejarah BNN-Indonesia.

Penasehat Hukum Banding

Sementara itu Tim kuasa hukum Wong Chi Ping sangat kecewa terhadap putusan hakim yang memvonis mati kliennya. Kuasa hukum akan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta (PT DKI) supaya Wong lolos dari vonis mati.

“Kami pasti banding!” tegas ketua tim kuasa hukum Wong, Rando Hasibuan usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar), Jl S Parman, Jumat (13/11/2015).

Rando tetap yakin bahwa kliennya bukanlah kartel atau gembong narkotika sebagaimana diputus majelis hakim. Untuk itu dia berupaya mengajukan keringanan di tingkat banding.”Dia bukan bandar dan bukan pemilik. Dia juga belum pernah melakukan bisnis narkotika sebelumnya,” ujarnya.

Rando juga melihat Wong Chi Ping tidak pernah mempersulit penyelidikan. Seharusnya hakim melihat hal tersebut sebagai pertimbangan yang meringankan sebelum memberikan vonis hukuman mati terhadap Wong.”Tetapi majelis hakim tak melihat fakta, bahkan dikatakan klien saya mempersulit pemeriksaan,” ucapnya.

Lebih lanjut Rando mengatakan kliennya tidak pernah melakukan tindak pidana sebelumnya. Untuk itu Wong Chi Ping layak diberikan hak untuk memperbaiki hidupnya.”Dia tetap memiliki hak untuk hidup!” tegas Rando.
Dari 9 komplotan Wong Chi Ping hanya 2 yang berhasil dikirim ke regu tembak atau dihukum mati.
Berikut vonis kepada 9 terdakwa Wong Chi Ping:

1. Wong Chi Ping dihukum mati
2. Ahmad Salim Wijaya dihukum mati
3. Siu Cheuk Fung dihukum seumur hidup
4. Tan See Ting dihukum seumur hidup
5. Tam Siu Liung dihukum seumur hidup
6. Sujardi dihukum 20 tahun
7. Syarifuddin divonis 18 tahun
8. Cheung Hon Ming divonis 20 tahun
9. Andika divonis 15 tahun

(DTC/NHO)

About ZP NHO

Selalu Siap dalam bentuk apapun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

Resnarkoba Polres Kampar Tangkap Pengedar Shabu di Desa Sei Jalau Kampar Utara

KAMPAR UTARA,newshanter.com – Tim Opsnal SatResnarkoba Polres Kampar tangkap seorang pengedar narkotika ...