Home / SUMSEL / Alex Noerdin Sampaikan Kritik Masalah Tender PLN Tidak Ada Kepastian ke Presiden
Menteri ESDM Sudirman Said didampingi Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, Kapolda Sumsel, Dirut PTBA Milawarma dan pejabat lainnya, secara bersama-sama menekan tombol tanda dimulainya pembangunan PLTU Banko Tengah, Jumat (7/11/2015)./foto Sripoku

Alex Noerdin Sampaikan Kritik Masalah Tender PLN Tidak Ada Kepastian ke Presiden

MUARAENIM -NEWSHANTER.COM,- Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengkritik masalah kinerja PT PLN. Pasalnya banyak proyek PLTU di Sumsel yang terhambat hanya gara-gara proses tendernya yang tidak ada kepastian.

“Sayang Pak Presiden tidak datang, kalau datang saya sudah berniat akan menyampaikan unek-unek ini. Saya mohon maaf kepada pihak PLN, tetapi ini demi kemajuan bersama,” ujar Alex pada saat sambutan peletakan batu pertama (ground breaking) PLTU Banko Tengah 2 x 620 MW, di Desa Pulau Panggung, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muaraenim, Jumat (6/11/2015).

Menurut Alex, Sumsel sebagai lumbung energi sudah siap mendukung dan membantu pemerintah dalam hal ini PLN sebagai penyedia listrik negara di masyarakat.

Namun kenyataannya di lapangan, ternyata prosesnya sangat sulit, bahkan sudah tidak masuk di akal.”Masa proses tendernya sudah lima tahun lebih masih juga tidak ada kejelasannya,” ujar Alex Noerdin.Akibatnya beberapa proyek PLTU di Sumsel yakni PLTU Sumbagsel-1, Sumsel-1, Sumsel-6, Sumsel-7, Sumsel-9, dan Sumsel-10, masih bermasalah.

Dengan berlarut-larutnya proses tender ini tentu sangat merugikan Pemprov Sumsel yang juga merugikan Indonesia.
Bahkan pihaknya sudah mengajukan permohonan kepada Presiden untuk memberikan kesempatan kepada Pemprov Sumsel untuk melakukan tendernya, jika pihak PLN tidak sanggup.

“Alhamdulilah Presiden RI memberikan lampu hijau untuk masalah tersebut,” kata Alex.Contoh lain, sambung Alex, adalah masalah PLTU Banjarsari, yang saat ini sudah siap untuk extension.Lahan sudah siap, surat permohonan sudah siap dan dikirimkan ke PLN, namun sampai saat ini belum ada jawaban dari PLN.

Tugas menyediakan listrik ini, di masyarakat sebenarnya tugas dan tanggungjawab PLN, dan pemerintah daerah sifatnya hanya ingin membantu.Dan Pemprov Sumsel sangat kecewa dengan PLN karena beberapa PLTU tidak selesai akibat tender yang lebih dari lima tahun.

Kalau masalah lahan, biar pemerintah daerah yang menyelesaikan. Makanya kita harus duduk bersama untuk mewujudkan PLTU yang belum selesai tersebut.

Sementara itu Menteri ESDM Sudirmain Said, pihaknya sangat senang dengan adanya keterusterangan (unek-unek) yang disampaikan oleh Gubernur Sumsel.Dan ini, bisa menjadi kritikan baik terhadap dirinya maupun PLN dan pihak terkait, untuk bekerja lebih baik dan untuk tidak segan-segan melakukan musyawarah untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Sebab sepelik apapun permasalahan jika dihadapi bersama-sama tentu akan terasa mudah.

“Sayang Direksi PLN tidak datang. Namun meski tidak datang, saya berjanji akan mengingatkan adanya permasalahan ini,” janji Sudirman.Ditambahkan Sudirman, bahwa saat ini, PT PLN sebagai BUMN memang masih menjadi dominan sebagai pemasok listrik di Indonesia, namun lima tahun ke depan, separuh atau lebih yang memasok listrik adalah swasta.

Untuk itu PLN harus merubah dan mentransformasi diri, jika tidak bisa kalah bersaing dengan perusahaan swasta.
“Saya janji akan mendatangkan Dirut PLN dan harus melihat langsung ke Sumsel. Maslah utama adalah transmisi, dan itu tentu harus ada turut campur dari Pemda, karena tidk mungkin hanya PLN,” ujarnya.(SP)

About ZP NHO

Selalu Siap dalam bentuk apapun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

2 Pelaku Curanmor Diringkus Polsek Tapung Saat Akan Jual Motor Yang Baru Dicuri

TAPUNG,newshanter.com – Unit Reskrim Polsek Tapung berhasil menangkap 2 tersangka pelaku Curanmor ...