Home / HuKrim / Oknum Guru Honor Terlibat Kasus Pembunuhan, Terancam Hukuman Mati
pembunuh-rahmad-della-diancam-hukuman-mati./foto sripoku

Oknum Guru Honor Terlibat Kasus Pembunuhan, Terancam Hukuman Mati

PALEMBANG -Newshanter.com,- Ariansyah SPd (27), seorang guru honorer pada salah satu SMA negeri di Palembang, hanya tampak termenung dan pasrah ketika menjalani sidang dakwaan kasus pembunuhan di Pengadilan Negeri (PN) Klas I Palembang, Kamis (5/11/2015).

Ariansyah yang menjadi terdakwa kasus pembunuhan terhadap korban Rahman Della (18), seorang pelajar yang baru lulus dari sekolah menengah atas ini, didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ursula Dewi SH MH dengan pasal berlapis pada sidang dakwaan.

Pada dakwaan primair sebagai dakwaan pertama, terdakwa Ariansyah didakwa dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman pidana hukuman mati. Selanjutnya pada dakwaan lainnya, terdakwa Ariansyah didakwa dengan pasal 339 KUHP, pasal 338 KUHP dan pasal 365 KUHP ayat 1,2 dan 3.

Sepanjang mendengarkan surat dakwaan JPU Ursula Dewi SH MH dari Kejari Palembang, terdakwa Ariansyah alias Ari alias Teteh ini hanya tertunduk lesu dengan kedua tangannya yang dikepalnya duduk dihadapan majelis hakim yang dipimpin dipimpin Hakim Ketua Firman Pangabean SH.

Tampak ruang sidang dipenuhi kerabat dan keluarga korban yang menyaksikan jalannya persidangan. Selama sidang berlangsung, mendapatkan penjagaan ketat petugas keamanan dari Polresta Palembang dan Kejari Palembang.

“Percuma gelar SPd tapi pembunuh,” teriak salah seorang pengunjung sidang.

Setelah mendengarkan surat dakwaan JPU, Ariansyah diberi kesempatan majelis hakim untuk berkonsultasi dengan kuasa hukum Suwito Dinoto SH yang mendampinginya. Ketika ditanyai apakah terdakwa Ariansyah akan mengajukan eksepsi atau keberatan atas surat dakwaan JPU, Ariansyah hanya bisa menggelengkan kepala tanpa mengeluarkan sepatah kata pun dari mulutnya.

“Kondisi psikis klien kami merasa terbeban atas perbuatannya. Klien kami mengakui semua tindakannya dan menyesal. Maka itu kita tidak mengajukan eksepsi dan masuk ke agenda sidang selanjutnya,” ujar Suwito Dinoto SH, advokat yang juga tercatat sebagai Ketua DPC Ikadin (Ikatan Advokat Indonesia) Palembang.

Seperti diberitakan sebelumnya, korban atas nama Rahman Della (18) seorang pelajar yang baru saja lulus dari pendidikan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Palembang, ditemukan tewas dengan keadaan bersimbah darah di dalam kamar rumahnya Jalan Sukabangun II Lorong Beringin No 1765 Rt 67 Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarami Palembang, Kamis (9/7/2015) sekitar pukul 10.30.

Korban yang akrab disapa Radel dan merupakan anggota Paskibraka Provinsi Sumsel tahun 2014 itu, ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan. Leher korban nyaris putus akibat tusukan pisau yang dilakukan terdakwa pada bagian leher sebalah kanan. Selang beberapa hari kemudian, petugas gabungan Sat Reskrim Polresta Palembang dan Polsek Sukarami akhirnya berhasil melakukan penyelidikan dan membekuk terdakwa Ariansyah.(SP/NHO)

About ZP NHO

Selalu Siap dalam bentuk apapun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

Peringatan HPN 2020, HD Bantu Mobil Operasional untuk PWI Sumsel

Palembang,Newshanter.com – Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru serahkan mobil operasional untuk ...