Home / SUMSEL / Tahun Air PDAM Tak Ngalir . PDAM : 80 Persen Pelangan Tak Bayar

Tahun Air PDAM Tak Ngalir . PDAM : 80 Persen Pelangan Tak Bayar

Muba,Newshanter.- Sekitar 2 tahun air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Randik di Desa Pagar Kaya Kecamatan Sungai Keruh, Musi Banyuasin (Muba) tidak mengalir. Akibatnya ratusan Kepala Keluarga (KK) harus rela mengunakan air sumur sebagai sumber hidup mereka.

” Memang sudah hampir dua tahun air PDAM tidak mengalir secara maksimal, padahal untuk memasang meteran kami dikenakan biaya,”ujar Suparlan (45) warga Pagar Kaya, Kemarin (13/07/2015)

Kendala air sering mati mengakibatkan warga Pagar Kaya yang rumahnya berada ditempat yang tinggi harus rela mengambil air kesumur tetangga. ” Ya sejak air PDAM tidak ngalir kami ngandalkan air sumur, jika sumur kami kering, kami minta air kesumur tetangga,”tambah Suparlan.

Warga sendiri berharap agar pelayanan PDAM Tirta Randik dapat ditingkatkan, pendistribusian air bersih selama ini sangat diperlukan warga menginggat secara letak geografis warga yang bermukim di Desa Pagar Kaya sebagian besar berada didaerah daerah tinggi.

” Kami sudah sampaikan kepada anggota dewan, agar masalah ini dapat dibahas dalam rapat. Dengan begitu pihak PDAM Tirta Randik dapat mengetahui kendala terhadap pelangan terutama kami di Desa Pagar Kaya,”cetusnya.

Sementara itu, dalam rapat pandangan fraksi DPRD Muba, Rabu (08/07/2015) lalu, telah dibahas terkait keluhan warga Desa Pagar Kaya mengenai tidak efektifnya pelayanan PDAM didesa tersebut. Untuk itulah anggota DPRD Muba mendesak agar pelayanan PDAM dapat segera diperbaiki.

” Kami mendengar keluhan warga Pagar Kaya, mereka mengeluh air PDAM sudah 2 tahun tidak mengalir, ini hendaknya menjadi perhatian serius dan harus segera diperbaiki pelayanannya,”tegas Ir Amir Husen.
Terkait hal ini, Direktur PDAM Tirta Randik Firdaus L Dine melalui Kasubag Keuangan Makmur , tak menapik jika pendistribusian air bersih di Desa Pagar Kaya tidak berjalan selama dua tahun. Namun hal itu menurutnya bukan kesalahan pada managemant PDAM Tirta Randik melainkan kurangnya kesadaran para pelangan dalam membayar.

“Hampir 80 persen warga Pagar Kaya tidak membayar air, bahkan ada dari mereka dua tahun tidak pernah bayar. Jadi untuk itu, PDAM harus mengambil kebijakan untuk menghentikan sementara pendistribusian air didesa tersebut,”katanya.

Untuk menyikapi hal itu, Makmur menjelaskan jika pihak PDAM Tirta Randik dapat saja mendistribusikan air bersih ke Desa Pagar Kaya, asalkan masyarakat siap membuat surat perjanjian terlebih dahulu.

” Jika masyarakat siap membuat perjanjian dan mau membayar air yang di pakai, maka PDAM Tirta Randik. Akan memfungsikan kembali jaringan distribusi air yang searah dengan Desa Pagar Kaya,”tegas Makmur.
Saat disingung apakah ada upaya peningkatan terkait palayanan PDAM di Sungai Keruh, Makmur mengaku jika pihaknya telah melakukan proses lelang Stabilzer dan Set UP. Upata itu dilakukan untuk mengatasi kendala tengangan listrik di Sungai Keruh yang selama ini kerap terjadi.

” Jika alat itu sudah selesai dikerjakan, maka kedepan distribusi air bersih di Sungai Keruh dapat sedikit satbil dan pelangan di Desa Pagar Kaya juga dapat merasakan, tapi tetap harus membuat surat perjanjian dan siap membayar,”jelas Makmur. (Heri chaniago)

About ZP NHO

Selalu Siap dalam bentuk apapun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

Sebelum Sholat Jumat, Polsek Pangkalan Kuras Ajak Warga Pakai Masker

PELALAWAN, NEWSHANTER.com – Jajaran Polsek Pangkalan Kuras, melakukan himbauan wajib memakai masker ...