Home / breaking / Lindungi Hak Anak, Kampar Bentuk APSAI

Lindungi Hak Anak, Kampar Bentuk APSAI

 

Bangkinang Kota, newshanter.com – Guna melindungi hak anak di Kabupaten Kampar, Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Kampar membentuk Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI). 12/11

Pembentukan APSAI Kabupaten Kampar terselenggara melalui Sosialisasi dan Pembentukan APSAI dan dilanjutkan dengan membentuk struktur organisasi di ruang rapat lantai III Kantor Bupati Kampar yang dipimpin oleh Asisten Administrasi Umum Setda Kampar Nurhasani di dampingi Kepala DPPKBP3A Kabupaten Kampar Edi Aprizal, nara sumber Kabid PHA dan Perlindungan Anak kota Dumai Irfan Wahyudi, SKM, M.Kes serta dihadiri oleh perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Kampar.

Nurhasani menjelaskan bahwa jika APSAI ini sudah terbentuk tentu hak-hak anak di Kabupaten Kampar dapat terlindungi dan terpenuhi sebab organisasi ini nantinya akan digerakkan oleh pemerintah, dunia usaha dan masyarakat.

“Hal ini juga terkait dengan Undang Undang No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak bahwa Segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi, secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari (tindak) kekerasan,dan diskriminasi, (eksploitasi, pelecehan dan tindakan salah lainnya).”ujar Nurhasani

Dikatakan Nurhasani, Pemerintah Kabupaten Kampar sudah Menyusunan kebijakan pembangunan peduli terhadap pemenuhan hak anak, perlindungan anak dan penghargaan pendapat anak di bidang hukum, pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup dan infrastruktur yang tentu saja kita perkuat dengan kelembagaan PP dan PA, serta keikut sertaan Dunia Usaha dan media massa agar proaktif dalam memberikan yang terbaik bagi kepentingan anak.

Selain itu juga memantapkan koordinasi pelaksanaan kebijakan perlindungan Anak tingkat OPD dan mempercepat terwujudnya kabupaten/kota layak anak dengan kategori yang lebih baik.

Dikatakan Nurhasani bahwa di perusahaan-perusahaan Kabupaten Kampar sudah melakukan kepedulian terhadap hak-hak anak, namun belum terbentuk wadah organisasi yang nantinya akan menyatukan langkah-langkah bersama dalam memberikan perlindungan bagi anak sebagai generasi penerus bangsa.

Sejalan dengan itu Edi Aprizal menegaskan bahwa dengan terbentuk APSAI ini, tentu saja anak-anak Kampar merasa terlindungi apalagi dengan keikut sertaan perusahaan atau dunia usaha yang tergabung dalam organisasi ini, akan lebih menjanjikan akan perlindungan bagi anak di Kabupaten Kampar.

“Jika semua sudah peduli terhadap anak, tinggal bagaimana kita menyatukan langkah dalam mewujudkan setiap keinginan agar anak di Kabupaten Kampar merasa terlindungi, terayomi sehingga prestasi Kampar sebagai Kabupaten/Kota layak anak akan dapat kita tingkat.”ujar Edi

Sementari itu Irfan Wahyudi memaparkan Survei Demografi Nasional 2010 (Sensus Penduduk 2010) menunjukkan bahwa lebih dari 82 juta atau 34,25% dari penduduk Indonesia adalah anak-anak di bawah 18 tahun. Survei Sosial Ekonomi Nasional 2010 (Susenas 2010) menunjukkan bahwa 82,58% anak-anak berusia 5-17 tahun mengambil pendidikan formal mereka sementara 8,12% putus sekolah dan 9,30% tidak pernah sekolah. Angka kematian bayi pada tahun 2007 adalah 34 setiap 1.000 yang jauh di bawah target MDGs 23 per 1.000 pada tahun 2015.

Sedangkan Riskesdas 2010 menunjukkan bahwa 4,9% bayi sangat kurang gizi dan 13% kekurangan makanan. Survei terbaru yang dilakukan oleh Statistik Indonesia dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menunjukkan ada 3% anak-anak Indonesia yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga anak. Pekerja anak, seperti yang ditunjukkan oleh survei yang dilakukan oleh Statistik Indonesia dan ILO diperkirakan sekitar 4,1 juta sementara studi serupa yang diadakan oleh Sakernas 2010, memperkirakan ada 3,2 juta pekerja anak di 33 provinsi.

Irfan juga menjelaskan alasan Mengapa Kabupaten/KotaLayak Anak (KLA) diperlukan, Anak Amanah Tuhan perlu dipertanggung jawabkan secara pribadi dan sosial, Anak 30-36 % dr total penduduk tidak bisa di abaikan, perubahan global mengancam tata nilai agama, sosial dan budaya lokal, Embrio SDM yang handal dan tangguh menentukan masa depan bangsa dan Negara, Anak terancam & menjadi korban kekerasan, pelecehan, diskriminasi, perlakuan salah.

Terpilih sebagai ketua APSAI Kabupaten Kampar, Rumah Sakit Bunda Annisa, Wakil Ketua Bank Riau, Sekretaris Rumah Sakit Fatiha, dan Bendahara Bank Sarimadu.

Sumber :HUMAS/era

About ZP NHO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

Sekda Kuansing Serahkan Bantuan Beras 30 Ton dan Benih Padi

  TELUK KUANTAN, newshanter.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Kuantan Singingi DR.Dianto Mampanini,SE.MT ...

0 pengunjung sedang aktif sekarang
0 tamu, 0 anggota
Semua waktu: 343 pada 10-23-2015 02:12 am UTC
Maks pengunjung hari ini: 0 pada 12:00 am UTC
Bulan ini: 0 pada 12-01-2018 12:00 am UTC
Tahun ini: 0 pada 01-01-2018 12:00 am UTC