Home / breaking / FJM Sumsel Melancong Ke Desa Burai Destinasi Wisata Air di Ogan Ilir Sumsel “Ada Makam Cindua Mato dari Minangkabau”

FJM Sumsel Melancong Ke Desa Burai Destinasi Wisata Air di Ogan Ilir Sumsel “Ada Makam Cindua Mato dari Minangkabau”

PALEMBANG, Newshanter.com. – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak danGas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Sumatera Bagian Selatan(Sumbagsel), menggelar media field trip ke desa Burai Kabupaten Ogan Ilir (OI) sertamengunjungi pertamina EP asset 2 Prabumulih bersama sejumlah anggota Forum Jurnalis Migas(FJM) Sumatera Selatan, Rabu (7/11/2018).

Dalam kunjungan ke Desa Burai yang berada di kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir,sekitar 13 km dari Ibukota Ogan Ilir,para jurnalis disambut antusias masyarakat setempat,disuguhi pempek dan makanan khas desa burai, serta dihibur dengan tari daerah yang melambangkan pria pergi bertani dan nelayan sertanya wanitanya membawa bakul, untuk mengatarkan makanan.

Selain itu rombongan pun mengelilingi desa Burai menyasikkan rumah panggung berusia 300 tahunyang masih kokoh berdiri, serta rumah penduduknya yang dicat berwarna warni sehingga menjadi kampung warna warni.

Di desa tersebut juga terdapt sejumlah makam para pedantang yang seperti makam Puyang Pinang Kote dari dari Philipna, makam Usang Cindur Mata dari Minangkabau Sumatera barat, Makam Usang Dara Puteh atau makam Kiyai Machayddin dari Kutai Kalimatan Timur dan makam lainnya.

Field Manager Pertamjna EP Asset II Field Prabumulih, Heragung Ujiantoro mengatakan, melalui kegiatan media field trip kali ini sengaja ke desa Burai OI untuk mengeksplor desa warnawarni, yang merupakan salah satu CSR dari pertamina dalam kegiatan diharapakan dapat bersinergi antara Wartawan tergabung FJM dengan SKK Migas serta KKKS.

Selain silaturahmi, kegiatan ini juga diharapkan menjadi ajang sinergitas antara rekan media dengan SKK. Karena peran media di dalam dunia Migas sangat penting termasuk dalam mensosialisasikan semua program dari SKK Migas.

Dikatakanya, suatu perusahaan memiliki kewajiban untuk melakukan pembinaan untuk mengembangkan daerah potensial perminyakan. Karena itu pihak Pertamina ep field Prabumulihlakukan koordinasi dan konsolidasi dengan pemerintah setempat, yaitu Desa Burai kecamatanTanjung batu Ogan Ilir merupakan desa yang dinilai potensial untuk dikembangkan.

“Jadi, Desa Burai yang merupakan kampung warna-warni binaan Pertamina EP asset 2 Prabumulihini diharapkan keberadaannya mampu meningkatkan perekonomian masyarakatnya serta masyarakatSumatera Selatan tidak perlu bingung lagi untuk menemukan tempat wisata,” ujarnya.

” Meski mempunyai kekayaan yang melimpah, Desa Burai masih tetap konsisten menggunakan designtradisional dan menerapkan pola hidup tradisional. Hal ini menjadi daya tarik pemerintahandengan PT Pertamina dibawah naungan SKK Migas menjadikan desa tersebut sebagai tempatpariwisata” ungkapnya.

Dikatakan Heragung, pihaknya telah Menanamkan pondasi pertama untuk menjadikan desa wisata,kedepannya ingin menjadikan trening pembinaan kepada masyarakat. Bagaimana ia melayaniwisatawan untuk menjadi lebih mandiri.

Masyarakat Desa Burai 90 persen adalah pengrajin tenun songket. Desa dengan penduduk sebanyak 1.716 jiwa ini masih terbilang memiliki pola hidup yang memprihatinkan. Sebalum menjadi Destinasi wisata, Sungai masih dijadikan sebagai tempat mandi mencuci dan kakus (MCK), karena lokasinya berada diatas rawa seluas 11 Ha, namun saat ini pola tersebut sudah berangsur berubah.

“Desa Burai terdiri dari 436 KK yang terbagi menjari 6 dusun, rumah mayoritas rumah panggungdan disini ada sebanyak sebelas makam keramat, termasuk makam pendatang. Karena itu pendudukrata-rata banyak merantau, mudah mudahan bisa menjadi daerah yang potensial dan kedepan lebihmaju lagi,” ujar Kades Burai, Feriyanto dalam sambutanya.

Sementara Muhammad Agus selaku Kepala Humas SKK Migas Perwakilan Sumbagsel mengutarakan,Masyarakat Burai selain rama tamah juga komperatif untuk memajukan desanya sebagai desapariwisata. ”Dalam musim tertentu atau musim hujan, desa ini akan nampak lebih indah makanya disini berpotensi wisata air.” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Forum Jurnalis Migas (FJM) Sumsel, H Oktaf Riady mengatakan, kegiatan FJMSumsel ini sudah terjalin dengan baik, yang sudah dibangun lama. Kegiatan ini sangat bagus,selain mendapatkan edukasi juga ada resfresing.

“Wartawan wajib nulis kemudian setiap berita itu harus dikonfirmasi, kalau tidak dengankepala pertamina, humasnya juga bisa, sehingga berita yang dibuat itu ada konfirmasi. Denganadanya silaturahmi seperti ini maka saling kenal, sehingga mudah komunikasi,” pungkas Oktap yang baru menjabat Penggurus Pusat Wartawan Persatuan Wartawan Indonesa (PWI) sebagai Ketua Bidang Pembelaan Wartawan.(zainal piliang)

 

 

 

About ZP NHO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

Dua Mahasiswa STT Pelalawan Sukses Mengikuti Program BYTe 2018.

  Pangkalan Kerinci Newshanter.com Dua orang mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan Propinsi ...

0 pengunjung sedang aktif sekarang
0 tamu, 0 anggota
Semua waktu: 343 pada 10-23-2015 02:12 am UTC
Maks pengunjung hari ini: 0 pada 12:00 am UTC
Bulan ini: 0 pada 11-01-2018 12:00 am UTC
Tahun ini: 0 pada 01-01-2018 12:00 am UTC