Home / breaking / Dapat Upah Rp.500 Ribu, Kurir 17 Kg Sabu Dituntut 20 Tahun Bui

Dapat Upah Rp.500 Ribu, Kurir 17 Kg Sabu Dituntut 20 Tahun Bui

Palembang, Newshanter.com,- Meskipun dapat hanya 500 Ribu Rupiah oleh Bandar Narkoba, Ternyata tak membuat Hila Rion Sapta mendapatkan hukuman rendah melainkan Oleh JPU Devi SH MH dituntut dengan kurungan maksimal yakni 20 Tahun penjara, Pada Sidang di PN Klas 1A Khusus Palembang, Kamis (17/01/2018).

Terdakwa yang berperan sebagai kurir Sabu dengan berat Hampir 17 Kg ini dijerat JPU dengan pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Atas tuntutan tersebut, dihadapan ketua majelis Hakim Berton SH MH, Terdakwa menyatakan akan menyampaikan pledoinya melalui penasehat hukum dari Posbantuan Hukum PN Palembang, ” Akan kami bacakan pada pekan depan,” jelas terdakwa.

Diketahui, terdakwa bahwa pada waktu dan tempat sebagaimana tersebut diatas, bermula dari terdakwa Hila pada hari kamis tanggal 09 Agustus 2018 pukul 14.00 wib, bertemu dengan Sdr. Ginaz (MD) ditempat terdakwa biasa nongkrong (berkumpul) di warung Play Station (PS) didaerah Tanah Abang Pali.

Setelah terdakwa bertemu dengan Sdr. Ginaz (MD) lalu Sdr. GINAZ (MD) berkata kepada terdakwa agar terdakwa mau menemaninya ke Kota Palembang untuk mengambil Narkotika jenis shabu-shabu namun awalnya terdakwa tidak mau kalau untuk mengambil narkotika jenis shabu-shabu tersebut, terdakwa hanya bersedia untuk mengantarkan Sdr. Ginaz (MD) kekota Palembang untuk menemui teman Sdr.

Ginaz (MD) untuk mengambil narkotika jenis shabu-shabu tersebut dan Sdr. Ginaz (MD) menjawab “IYA”. Setelah pukul 14.30 wib selanjutnya terdakwa dan Sdr. Ginaz(MD) bersiap-siap berangkat menuju ke kota Palembang dan pada pukul 15.00 wib berangkatlah terdakwa dan Sdr. Ginaz (MD) menuju Palembang dengan menggunakan Sepeda Motor Honda Beat warna putih milik terdakwa tanpa ada nomor flat.

Bahwa sekira pukul 17.30 wib, terdakwa dan Ginaz (MD) tiba dikota Palembang dan singgah di warung makan Sate Madura didaerah Bukit Besar Palembang untuk makan dan minum. Pada saat sedang berada di warung tersebut lalu Sdr. Ginaz (MD) meminjam Handphone Nokia warna putih milik terdakwa dikarena HP Blackberry milik Sdr. Ginaz(MD) sedang habis batere dan Sdr. Ginaz (MD) menukar kartu simcardnya dari Handphone Blackbery warna hitam miliknya ke HP Nokia warna putih milik terdakwa dan Nomor simcard terdakwa dimasukkan kedalam Handphone blackberry milik Sdr. Ginaz (MD). Kemudian Sdr. Ginaz (MD) langsung menghubungi temannya yaitu seorang laki-laki yang bernama Sdr. Erdianto (MD) sambil menanyakan keberadaan temannya tersebut dimana.

Lalu terdakwa dan Sdr. Ginaz (MD) langsung pergi menuju ke hotel Sriwijaya Primeir tersebut dan setelah tiba didepan parkiran hotel tersebut di Jalan Puncak Sekuning Bukit Besar Palembang, Sdr. Ginaz (MD) menghubungi / menelpon kembali temannya yang telah berada didalam Hotel Sriwijaya Primeir tersebut dan mengatakan bahwa Sdr. Ginaz (MD) dan terdakwa sudah berada didepan parkiran Hotel Sriwijaya Primeir dan selanjutnya melakukan transaksi narkotika sebelum akhirnya terendus polisi dan dilakukan pengejaran yang berujung tewasnya rekan terdakwa lantaran mencoba melawan petugas Kepolisian saat penangkapan berlangsung.(pu)

 

About ZP NHO

x

Berita Lain

Bawaslu Bukittinggi Gandeng Media Dalam Pengawasan Tahapan Kampanye Pemilu 2019

Bukittinggi, News Hanter.com- Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019 akan memasuki tahap krusial ...

0 pengunjung sedang aktif sekarang
0 tamu, 0 anggota
Semua waktu: 343 pada 10-23-2015 02:12 am UTC
Maks pengunjung hari ini: 0 pada 12:00 am UTC
Bulan ini: 0 pada 02-01-2019 12:00 am UTC
Tahun ini: 0 pada 01-01-2019 12:00 am UTC