Home / Advertorial / Gubernur Alex Noerdin Boyong Keluarga Naik LRT
Gubernur Sumsel Alex Noerdin berdiri di dalam LRT bersama penumpang lainya.

Gubernur Alex Noerdin Boyong Keluarga Naik LRT

Palembang. Newshanter.com. Gubernur Alex Noerdin naik Light Rail Transit (LRT) bersama istri, anak mantu, dan cucunya, Rabu (29/8). Di gerbong bersama penumpang umum, Alex menceritakan perjuangan membangun transportasi massal pertama di Tanah Air tersebut.

Alex bersama keluarga naik LRT dari Stasiun Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II menuju Stasiun Jakabaring untuk nonton pertandingan yang diperlombakan dalam ajang Asian Games 2018 di JSC. Saat naik LRT Alex dan keluarga naik di gerbong pertama bersama penumpang.

Di dalam LRT Alex menjelasakan kepada para penumpang yang naik LRT, mulai dari proses pembangunan, dana hingga selesai. “LRT ini dibuat dengan dana Rp 12,4 Triliun dan itu pakai APBN,” ujar Alex saat naik LRT, Kamis (30/8/2018).

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa APBD Sumsel hanya Rp 8,9 triliun dan itu digunakan untuk pembangunan yang lainnya, karena program yang lain tetap harus jalan. “Itulah hebatnya pemerintahan Provinsi Sumsel ini, bangun tidak pakai uang sendiri. Kalau APBD yang digunakan untuk LRT ini hanya Rp 20-30 miliar, itu untuk pembebasan beberapa lahan yang ada saja,” katanya.

“Meskipun begitu bangun LRT ini tidak mudah, susa payah berdarah-darah, karena walaupun Presiden sudah setuju dibawah-bawahnya itu masih banyak yang harus diselesaikan. Jadi sebagai Warga Sumsel harus bersyukur dan bangga punya LRT yang pertama di Indonesia,” lanjut Alex.

Apalagi, menurutnya, saat ini tarif terbilang cukup terjangkau hanya Rp 5 Ribu antar stasiun dan Rp 10 Ribu dari DJKA ke Bandara atau sebaliknya. Pemberlakukan tarif dimulai kembali pada 3 September mendatang.

Sementara Eliza Alex menuturkan sudah naik LRT yang kelima kalinya. Namun untuk ramai-ramai bersama keluarga baru pertama kali itu.

“Ini ramai-ramai naik LRT mau nonton Asian Games. Bagi saya naik LRT selain mempermuda lalu lintas yang bebas macet, maka dengan naik LRT juga bisa melihat pemandangan kota Palembang dari atas,” ujarnya.

Menurut Eliza, masyarakat Sumsel banyak yang penasaran naik LRT karena terlihat setiap hari selalu ramai.

Bupati Muba Dodi Reza Alex ikut dalam rombongan keluarga itu. Dodi Reza Alex mengungkapan rasa terimakasihnya kepada masyarakat dan pemangku kepentingan yang telah bersama-sama memperjuangkan sampai ada LRT di Kota Palembang.

Istrinya, Thia Yufada, yang ditemani anak kembar Aletta dan Atalie, mengaku baru pertama kali naik LRT. “Perasaannya saya naik LRT seneng bangga dan terharu, karena saya tahu betul perjuangannya sampai ada LRT di Palembang ini,” ujarnya.

Ia berpesan kepada warga Sumsel jika naik LRT jaga kebersihan. Jika ada sampah dikantongi terlebih dahulu, nanti kalau sudah sampai stasiun dan turun baru dibuang pada tempatnya. “Mari kita jaga sama-sama kebersihan di dalam LRT ini demi kenyamanan bersama,” imbaunya.
Selama perjalanan dari SMB II menuju Jakabaring Thia pun mengabadikan momen tersebut lewat Insta Story.

Naik LRT Bayar

Mulai 3 September mendatang jadwal operasional Light Rail Transit (LRT) Sumsel bakal mengalami perubahan. Jika sebelumnya beroperasi mulai pukul 07.00 sampai dengan 19.00, maka nantinya kereta akan beroperasi mulai dari pukul 06.00 sampai dengan 18.00.

Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti mengatakan, perubahan jadwal tersebut seiring rampungnya pelaksanaan Asian Games. Sehingga, kereta yang tadinya menjadi kendaraan utama atlet, official dan media peliput sudah tidak difungsikan lagi.
“Jadi mulai 3 September mendatang masyarakat yang ingin menikmati moda transportasi LRT akan dikenakan biaya atau tarif sebesar Rp 5 Ribu untuk antar stasiun dan Rp 10 Ribu dari DJKA ke Bandara dan sebaliknya,” ujarnya, Kamis (30/8/2018).

Artinya kalau sebelumnya naik LRT gratis maka mulai 3 September mendatang masyarakat ataupun calon penumpang yang ingin naik LRT harus bayar. Untuk pembayarannya bisa manual dikonter tiket ataupun menggunakan e-money.

Sedangkan Untuk pembatasan penumpang di setiap stasiun, menurutnya masih menggunakan jumlah yang lama.

Untuk perjalanan dari Stasiun Bandara menuju Stasiun DJKA, masyrakat naik di empat stasiun. Di antaranya Stasiun Bandara sejumlah 100 penumpang. Stasiun Bumi Sriwijaya 100 penumpang Stasiun Cinde sebanyak 60 penumpang dan Stasiun Ampera sebanyak 70 penumpang.
Lalu, perjalanan dari stasiun DJKA ke Stasiun Bandara akan dibatasi di lima stasiun. Yakni stasiun DJKA sebanyak 80 penumpang. Stasiun Jakabaring 80 penumpang. Stasiun Ampera sebanyak 50 penumpang. Stasiun Cinde sebanyak 50 penumpang dan Stasiun Bumi Sriwijaya sebanyak 70 penumpang.

“Peminat LRT Sumsel terus mengalami peningkatan setiap harinya. Ini ditunjukkan dengan jumlah penumpang yang terus membludak di setiap stasiun. Per 29 Agustus sudah 262.203 penumpang. Sepertinya akan terus meningkat. Terlebih lagi jika seluruh stasiun sudah dioperasionalkan,” jelasnya. (Advetorial)

 

About ZP NHO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

KPU UMUMKAN DAPTAR CALON TETAP(DCT)ANGGOTA LEGISLATIP.

OKU selatan Newshanter.com. KPU Oku selatan melakukan rapat pleno daftar calon tetap ...

0 pengunjung sedang aktif sekarang
0 tamu, 0 anggota
Semua waktu: 343 pada 10-23-2015 02:12 am UTC
Maks pengunjung hari ini: 0 pada 12:00 am UTC
Bulan ini: 0 pada 09-01-2018 12:00 am UTC
Tahun ini: 0 pada 01-01-2018 12:00 am UTC