Home / breaking / Jokowi dan Prabowo Berpelukan memberikan makna positif Pilpres 2019

Jokowi dan Prabowo Berpelukan memberikan makna positif Pilpres 2019

Jakarta. Newshanter.com. Berselancar di media sosial kini bagai melihat perang panas dua kubu pendukung capres, Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto. Ada saja hal yang diperdebatkan masing-masing pendukung dan saling melempar opini.

Namun final pertandingan pencak silat di Asian Games tampaknya bisa menjadi ‘air’ yang meredam panasnya perang di media sosial. Jokowi dan Prabowo justru menunjukkan kepada masyarakat bahwa tidak ada apa-apa di antara mereka. Itu terlihat dari momen pelukan keduanya. Olahraga tradisional Indonesia yang menyatukan mereka berdua.

Momen itu tercipta saat Pesilat Hanifan Yudani Kusumah berhasil meraih medali emas. Setelah menang, sebagai selebrasi, Hanif naik ke tempat Jokowi dan Prabowo duduk. Dia langsung memeluk keduanya bersamaan dalam selubung bendera merah-putih. Jokowi dan Prabowo tersenyum bersama dalam pelukan Hanif.

“Biar tahu masyarakat Indonesia, Prabowo dan Jokowi tidak ada apa-apa. Hanya itu orang-orang yang sirik karena kesuksesan mereka. Saya sebagai insan silat Indonesia bahwa silat itu artinya silaturahmi. Jadi kita harus jaga menjaga hati kita sama-sama. Kita satu bangsa, satu negara, masa kita harus terpecah belah karena hal tidak penting,” ungkap Hanifan usai pertandingan.

Mari Mulai Hari Ini Tidak Saling menyebarkan kebencian

Sementara itu dengan Momen berpelukan Joko Widodo (Jokowi) dengan Prabowo Subianto di venue pencak silat Asian Games 2018 seolah menjadi peristiwa istimewa bagi berbagai pihak. Manurut Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Arsul Sani mengatakan pelukan itu memberikan makna positif bagi penyelenggaraan Pilpres 2019.

“Momen pelukan tersebut memberi makna, mari mulai hari ini kontestasi pilpres tidak provokatif, tidak saling menyebarkan kebencian dan berproses tanpa harus mengorbankan persatuan dan kesatuan anak-anak bangsa,” kata Arsul kepada wartawan, Kamis (30/8/2018).

Arsul pun memuji inisiatif pesilat Hanifan Yudani Kusumah untuk merangkul Jokowi dan Prabowo bersamaan setelah berhasil menyabet medali emas. Ia yakin inisiatif Hanifan itu mewakili aspirasi masyarakat Indonesia agar pilpres mendatang berlangsung sejuk.

“(Kami) Yakini sebagai aspirasi mayoritas mutlak masyarakat Indonesia yang menghendaki bahwa kontestasi pilpres seyogyanya damai, sejuk, tidak keluar dari kerukunan pribadi-pribadi antar paslon dan masing-masing pendukungnya,” ucap Sekjen PPP itu.

Momen langka pelukan dengan Presiden Jokowi dan atlet pencak silat peraih emas Hanifan berkesan bagi Ketum PB IPSI Prabowo Subianto. Prabowo mengatakan mereka satu keluarga.

“Masyarakat gembira. Kita satu keluarga,” kata Prabowo.

Sedangkan Jokowi menyebut Prabowo sebagai Ketum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) punya andil besar atas kesuksesan para atlet.

“Pertama, saya hadir di sini ucapkan terima kasih, yang kedua ingin memberikan selamat untuk teman baik saya, sahabat saya Pak Prabowo Subianto, yang mengomandani,” kata Jokowi.

Pengamat Politik pemandangan yang menyejukan

Sedangkan pengamat Politik M Qodari seperti dilansir Detik.Com. mengatakan dengan adanya pelukan malam ini kita harapkan bahwa Pilpres 2019 akan jauh lebih tenang,” ujar Pengamat Politik M Qodari, saat dihubungi detikcom, Rabu (29/8/2018) malam.

Qodari menambahkan, olahraga telah menyatukan perbedaan politik yang terjadi saat ini. Pelukan Jokowi dan Prabowo, kata Qodari, juga mendapat pujian dari masyarakat sebagai pemandangan yang menyejukan.

“Iya saya yakin begitu, saya sudah lihat buktinya, jadi pertemuan itu, pelukan itu, itu tersebar dibanyak grup WhatsApp dan isinya semua bilang adem, semua bilang menyejukan dan semua mengatakan Asian Games dan olahraga telah menyatukan perbedaan yang terjadi saat ini,” tuturnya.

Dia menyebut situasi hangat ini baru terjadi setelah keduanya masuk dalam kontestasi Pilpres. Pertemuan ini dinilai menjadi hal yang positif dan luar biasa.

“Ini kan baru pertama kali, bukan pertama kali bertemu sih, tapi sejak kontestasi ini belum pernah ketemu lagi dalam situasi yang hangat seperti Rabu (29/8/2018) sore itu,” kata Qodari.

“Jadi itu pertemuan yang sangat positif, dua hal, yang pertama Jokowi, Prabowo, Megawati dan Jusuf Kalla bisa dalam satu acara itu luar bisa, apalagi dengan ada acara pelukan itu, itu menjadi bobot yang luar biasa,” sambungnya.(dtc)

About ZP NHO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

KPU UMUMKAN DAPTAR CALON TETAP(DCT)ANGGOTA LEGISLATIP.

OKU selatan Newshanter.com. KPU Oku selatan melakukan rapat pleno daftar calon tetap ...

0 pengunjung sedang aktif sekarang
0 tamu, 0 anggota
Semua waktu: 343 pada 10-23-2015 02:12 am UTC
Maks pengunjung hari ini: 0 pada 12:00 am UTC
Bulan ini: 0 pada 09-01-2018 12:00 am UTC
Tahun ini: 0 pada 01-01-2018 12:00 am UTC