Home / breaking / dr Dora Mantan Direktur RSUD OKU Timur . Ditangkap di Mall, Ditahan di Lapas Wanita Palembang
Wakajati Sumsel Heri Setiyono didampingi Asisten Intelejen Deddy Suwardy Surachman dan Asisten Pidsus Agnes Triani saat memberikan keterangan pers kepada wartawan, Jumat (23/3/2018) dini hari

dr Dora Mantan Direktur RSUD OKU Timur . Ditangkap di Mall, Ditahan di Lapas Wanita Palembang

PALEMBANG -Newshunter.Com Tim gabungan antara Intelijen Kejagung dengan Intelijen Kejati Sumsel menangkap dr Dora Djunita Pohan ketika belanja di Metropolis Mall Jalan Hartono Raya Kelapa Indah Banten. Rabu (21/3/2001) sore..

Mantan kepala Dinas Ksehatan dan mantan Plt Direktur RSUD OKU Timur menjadi buronan kasus dugaan Korupsi Penyalahgunaan wewenang saat menjabat sebagai Dirut RSUD OKU Timur Tahun Anggaran 2014-2015.

Penangkapan dr Dora ini, berdasarkan pada Surat Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Nomor R-379/N.6.1/Dps/12/2017 tanggal 18 Desember 2017 dan Dora Djunita Pohan merupakan saksi dari tindakan Pidana korupsi.

Direktur Teknologi Informasi dan Produksi Intelijen pada JAM Intel Kejagung, Yunan Harjaka dihubungi, Rabu (21/3/2018).mengatakan, penangkapan dr Dora berdasarkan pada Surat Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Nomor R-379/N.6.1/Dps/12/2017 tanggal 18 Desember 2017 dan Dora Djunita Pohan merupakan saksi dari tindakan Pidana korupsi tersebut.

“Akibat perbuatan tersangka Negara dirugikan senilai Rp 6,496 milyar serta dipidana penjara selama 4 tahun dengan denda Rp 50 juta, subside 6 bulan kurungan,” ujarnya.

Penangkapan ini merupakan kelanjutan dari Program Tangkap Buronan (Tabur) 31.1 yang dicanangkan oleh Jaksa Agung Muda Intelijen Jan S. Maringka pada Januari 2018 lalu.“Hingga saat ini, operasi Tabur 31.1 telah berhasil menangkap 60 buronan terpidana. Sebagai implementasi dari program di seluruh unit kerja Kejaksaan,” jelasnya

Ketika dilakukan penangkapan Dora Djunita tidak melakukan perlawanan dan langsung dibawa ke Kejagung selanjutnya dikirim ke Kejati Sumseldi Palembang untuk diproses lebih lanjut.

Dora setelah sampai palembang dan dibawa ke Kejati Sumsel di Jalan Gubernur Bastari, Jakabaring, Jumat (23/3/2018), langsung ditahan di Lapas Wanita Palembang.

Sudah Tiga Kali Mangkir

Menurut Wakajati Sumsel Heri Setiyono kepada wartawan, Dari pemeriksaan saksi, penyidik perlu menetapkan tersangka dan setelah pemeriksaan selama tujuh jam akhirnya dr Dora menjadi tersangka. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, pemeriksaan dilakukan terhadap dr Dora.

“Penyelidikan mulai dilakukan tahun 2016 sampai 2017 dan berdasarkan audit BPk, ditemukan kerugian. Dari pemeriksaan saksi-saksi yakni dokter ahli dan spesialis, ada beberapa dokter spesialis yang fiktif,” jelasnya.

Meski dr Dora telah mengembalikan uang Rp 100 juta rupiah, namun proses hukum akan tetap berlanjut. Karena, pengembalian uang dari tindak pidana korupsi, tidak akan memghapus kasus korupsi yang telah dilakukannya.

Diketahui juga, bila dr Dora sengaja pindah dan menetap di Banten. Selain itu, ia juga bekerja menjadi dokter untuk pengecekan jemaah haji atau umroh yang akan berangkat ke tanah suci. Selain itu, ia juga membuka praktek di sana.”Statusnya masih PNS dan disana juga masih bekerja,” pungkas wakajati Sumsel.

Wakajati Sumsel Heri Setiyono didampingi Asisten Intelejen Deddy Suwardy Surachman dan Asisten Pidsus Agnes Triani menambahkanwalnya dr Dora sudah tiga kali dilakukan pemanggilan namun dari tiga kali tidak memenuhi panggilan penyidikan untuk diperiksa sebagai saksi.

Selama setahun, dr Dora tidak kooperatif untuk menjalani pemeriksaan. Sehingga, dengan menggunakan pasal 112 KUHAP dilakukan tindakan menghadirkan saksi secara paksa untuk dilakukan pemeriksaan.

Sementara itu dari dari pantauan di kantor Kejati Sumsel di Jl Gub H Bastari, dr Dora tiba dengan mengenakan baju berwarna orange, Kamis (22/3/2018) sore.Petugas langsung membawanya menuju ke ruang penyidik kriminal khusus yang berada di lantai 6.

Dora yang diketahui merupakan besan Calon Gubernur Sumsel periode 2018-2023,Saat digiring menuju ke lantai 6, dr Dora terus berupaya menutupi wajahnya menggunakan jilbab berwarna pink dan menempelkan wajahnya ke badan petugas.Ia juga tak mengeluarkan sepatah kata pun saat digiring petugas menuju ke ruang pemeriksaan.

Warga OKU Timur Kaget

Dengan ditangkapnya dr Dora membuat masyarakat Kabupaten OKU Timur terkejut, mengingat selama ini tidak ada informasi Dora sedang menghadapi masalah hukum.Informasi penangkapan dr Dora oleh kejagung dan Kejati Sumsel mulai beredar di media sosial kalangan masyarakat, Kamis malam.

Namun mereka belum mengetahui secara pasti permasalahan dan kasus hukum yang menjerat mantan Direktur RSUD OKU Timur tersebut.”Kalau kasusnya kurang jelas, tapi yang beredar di masyarakat dia terjerat kasus korupsi.”

“Beberapa tahun lalu yang bersangkutan pernah pemimpin demonstrasi terhadap Pj Bupati OKU Timur Richard Chahyadi yang dinilai melakukan mutasi terhadap PNS tidak sesuai dengan undang-undang dan ketentuan ASN,” ujar seorang warga.

Masalah mutasi tersebut sempat sampai ke Mapolres OKU Timur karena Dora, yang menggelar unjuk rasa bersama beberapa pegawai lainnya, sempat melakukan pengrusakan aset daerah.Setelah nama dr Dora mencuat, beberapa bulan kemudian informasi mengenai dr Dora tersebut menghilang dan tiba-tiba kembali muncul karena ditangkap oleh tim Kejagung dan Kejati Sumsel.(Tim/NHO)

 

About ZP NHO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

Sembilan Tim Akan Berlaga Rebut Piala Direktur Pasca Sarjana UIR

  PEKANBARU newshanter.com – Pasca Sarjana Universitas Islam Riau (UIR) akan menggelar ...

0 pengunjung sedang aktif sekarang
0 tamu, 0 anggota
Semua waktu: 343 pada 10-23-2015 02:12 am UTC
Maks pengunjung hari ini: 0 pada 12:00 am UTC
Bulan ini: 0 pada 09-01-2018 12:00 am UTC
Tahun ini: 0 pada 01-01-2018 12:00 am UTC