Home / breaking / Keluarga Korban Minta Hakim Berikan Hukuman Mati kepada Terdakwa
sidang-pembunuhan-di-pn-sekayu

Keluarga Korban Minta Hakim Berikan Hukuman Mati kepada Terdakwa

Muba. Newshanter.com. – Sidang lanjutan kasus pembunuhan terhadap terdakwa Mat Lias (31) warga Desa Sri Kembang Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin, di Pengadilan Negeri (PN) Sekayu, Senin (12/3/2018), berlangsung tegang.

Keluarga Niki Cahyono meminta majelis hakim untuk menghukum mati terdakwa.

Dari pantauan, puluhan keluarga korban Niki Cahyono yang datang langsung ke PN Sekayu guna mengikuti secara langsung proses sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sidang yang dipimpin langsung Ketua Majelis Hakim, Arlen Veronica SH, MH tersebut berjalan dengan aman tanpa adanya gangguan berarti, terutama dari keluarga korban yang menyaksikan secara langsung.

Ayah korban Kursudianto, usai persidangan mengungkapkan bahwa dirinya dan keluarga meminta majelis hakim memberikan hukuman terberat bagi terdakwa karena dengan sengaja telah menghilangkan nyawa anaknya.

“Kami minta orang itu dihukum mati, karena dia telah tega membunuh anak saya dengan sadis,”kata Kursudianto.

Kedatangannya bersama pihak keluarga hanya semata-mata ingin melihat langsung pelaku pembunuhan terhadap anaknya.

“Saya ingin tahu siapa pelaku pembunuhan anak saya, sengaja saya dan keluarga datang kesini,”ujarnya.

Sementara, Purwanto keluarga korban mengungkapkan menyesalkan tindakan yang dilakukan oleh terdakwa.

Karena apapun persoalan yang dihadapi, seharusnya dapat diselesaikan dengan kepala dingin dan tidak pelu sampai menghilangkan nyawa orang.

“Jelas kami tidak terima, dia tega menghabisi nyawa sepupu saya dengan sadis,” ungkapnya.

Perlu diketahui, pembunuhan yang dilakukan oleh terdakwa Mat Lias terhadap korban Niki Cahyono, warga Desa Tabuan Asri Kecamatan Pulau Rimau Kabupaten Banyuasin, terjadi sekitar pukul 16.00 Wib, di lokasi perkebunan PT Hamita Utama Karsa di Afdelling II Blok A 09 Desa Tanggulang Jaya Kecamatan Babat Supat, pada Kamis (14/12) lalu.

Pembunuhan terjadi akibat adu argumentasi antara korban dan terdakwa.

Lantaran saat itu korban menanyakan perihal selisih gaji yang diterimanya karena tidak sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan.

Hal itulah yang membuat terdakwa naik pitam dan langsung menghantamkan tojo (alat memuat buah kelapa sawit) ke bagian kepala korban sebanyak tidak kali.

Akibatnya korban bersimbah darah dan meninggal dunia meskipun telah mendapatkan pertolongan di RSUD Sungai Lilin. (SP)

 

 

About ZP NHO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

Asisten I Pemkab Inhil Hadiri Pelaksanaan HUT Bhayangkara ke-72

  Inhil newshanter.com – Bupati Inhil HM Wardan diwakili Assisten I Drs ...

0 pengunjung sedang aktif sekarang
0 tamu, 0 anggota
Semua waktu: 343 pada 10-23-2015 02:12 am UTC
Maks pengunjung hari ini: 0 pada 12:00 am UTC
Bulan ini: 0 pada 07-01-2018 12:00 am UTC
Tahun ini: 0 pada 01-01-2018 12:00 am UTC