Home / Advertorial / Pembunuhan Terhadap Pemilik Garmen Pedagang Tanah Abang Asal Sumbar Berencana
Foto Net

Pembunuhan Terhadap Pemilik Garmen Pedagang Tanah Abang Asal Sumbar Berencana

Jakarta.Newshanter.com. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Nico Afinta mengungkapkan, sebanyak tiga tersangka melakukan pembunuhan berencana terhadap pasangan suami istri pengusaha garmen Husni Zarkasih dan Zakiyah Masrur, yang tinggal di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.”Ini jelas berencana dan niatnya mau balas dendam,” kata Nico di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, 13 September 2017. lalu

Nico mengatakan, salah satu tersangka berinisial AZ merupakan sopir Zarkasih dan Zakiyah yang telah bekerja selama 20 tahun. Sedangkan tersangka SU merupakan karyawan pabrik garmen yang dimiliki suami istri itu, dan EK adalah teman SU.

Menurut Nico, pembunuhan tersebut direncanakan di rumah kontrakan AZ yang berada di Kreo, Tangerang. Pada Mimggu sore, 10 September 2017, ketiganya menyiapkan dua sepeda motor, lakban, tali, sarung tangan, besi, dan tutup muka. “Mereka langsung mendatangi rumah korban, mengetuk pintu, lalu istri korban  (Zakiyah) yang membuka pintu dan langsung dianiaya,” katanya.

Setelah menganiaya hingga tewas, mayat Zakiyah pun disimpan. Ketiga tersangka selanjutnya menunggu kedatangan Zarkasih yang sedang melaksanakan ibadah maghrib di masjid dekat rumahnya. Sekitar 20 menit kemudian, Zarkasih pulang. Setibanya di rumah, ia langsung dikeroyok dan dianiaya para pelaku. “Kemungkinan saat itu langsung meninggal,” ujar Nico lagi.

Para tersangka selanjutnya menjarah barang-barang, seperti 15 buah jam tangan, emas, laptop, ponsel selular, dan buku tabungan milik suami istri itu.Kedua, kata Nico, jenazah Husni Zarkasih dan Zakiyah Masrur dimasukkan ke dalam bagasi mobil Toyota Altis perak. Rencananya, para pelaku akan membawanya ke rumah korban di Pekalongan. “Entah kenapa mereka berubah pikiran, sehingga membawa korban di bagasi sampai di Purbalingga dan dibuang di tepi sungai,” katanya.

Pelaku yang diduga membunuh pasangan suami istri Husni Zarkasih dan Zakiya Masrur, ditangkap saatsedang karaoke dan berfoya-foya. Menurut Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, para pelaku ditangkap ketika tengah berada di hotel. Argo mengatakan, tiga pelaku, yaitu AZ, EK, dan SU ditangkap di Grobogan, Jawa Tengah, pada Selasa malam, 12 September 2017 oleh tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Tengah. Setelah ditangkap, polisi membawa ketiganya ke Kudus, Jawa Tengah, untuk melihat tempat penyimpanan emas yang mereka sembunyikan.

Dalam perjalanan, Argo mengungkapkan, pelaku AZ melarikan diri dan melawan. Sehingga, polisi pun menembak mati AZ yang merupakan mantan sopir korban, yaitu Husni Zarkasih dan Zakiya Masrur. Dalam olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan bercak darah di dalam rumah pasangan suami istri yang berada di Jalan Pengairan, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Selain bercak darah, barang-barang milik Husni Zakarsih dan Zakiya Masrur juga lenyap, seperti brankas dan mobil merk Toyota Altis perak dengan nomor polisi B-2161-SBE.

Baru pulang dari Inggiris

Pasangan suami istri pengusaha garmen asal Padang ini, semasa hidupnya sering berbagi hadiah dan makanan dengan sesama pedagang di Pasar Tanah Abang, Blok A, Jakarta Pusat. “Kemarin beliau baru pulang dari Inggris, kami dikasih oleh-oleh,” kata Loli, pemilik toko di sebelah Alton Kids kepada Tempo, Rabu, 13 September 2017. Husni memiliki dua toko di lantai ground, Blok A dengan nama Alton Kids.

Anak ketiga pasangan ini, Fatimatus Zahra dan suaminya, Heru Saputra, tinggal di Inggris. Husni Zakarsih dan Zakiyah Masrur sempat menengok cucu mereka di Negeri Ratu Elizabeth itu.Loli menjelaskan Zakiyah kerapkali mengirim pisang goreng buatannya untuk dibagikan ke sesama penjaga kios di Blok A. “Bu Haji baik, suka ngasih pisang goreng yang dimasak sendiri,” kata Loli menceritakan sosok Zakiyah. Penjaga toko memanggil Husni dengan sebutan Pak Haji.

Sedangkan Rahman, suami Loli mengakui almarhum suka ngobrol dengan dirinya dan penjaga toko lainnya. Loli dan Rahman terakhir bertemu Husni pada Kamis, 7 September 2017. Loli mengatakan, ada yang aneh dari Husni pada hari itu. “Biasanya duduk di dalam, tapi kemarin dia duduk di luar tokonya,” dia mengisahkan. “Ketika ditanya kenapa duduk di luar, cuma senyum aja.”

Loli juga mengisahkan Husni yang sering berbagi nasehat kepada tetangganya. “Orangnya wibawa suka ngasih wejangan sama kita,” kata dia. Loli mengenang, sebelum kematiannya, Husni sempat meminta untuk dibawakan kopi dari Padang. “Saya bilang nanti setelah pulang kampung saya bawain kopi, eh dia sekarang sudah enggak ada.”

Tersangka AZ dikenal ramah dan sopan

Sementra itu Tersangka AZ diduga pelaku pembunuh pasangan suami-istri pengusaha garmen Husni Zarkasih dan Zakiyah Masrur di Bendungan Hilir, AZ dikenal warga sebagai orang yang sopan dan supel. Hal ini disampaikan oleh Mira, 55 tahun, tetangga Husni Zarkasih dan Zakiyah Masrur. Rumah Mira berada tepat di depan rumah pasutri tersebut.

“Anaknya baik dan sopan, suka menyapa saya, bu lagi ngapain, gitu,” ujar Mira saat ditemui Tempo di rumahnya, Jakarta Pusat, Rabu, 13 September 2017. Menurut Mira, AZ sering mampir ke rumahnya untuk sekedar mengobrol dengan ponakan serta cucu dia. “Sempat kenal dekat, kalau dateng ke sini suka main sama anak-anak,” kata dia. Mira mengaku sangat kaget dan sempat tidak percaya dengan tertangkapnya AZ. Ia pun merasa tidak tahu menahu soal pemecatan AZ. “Sudah lama nggak lihat aja saya, nggak tahu kalau dipecat,” kata Mira.

AZ menurut Mira tinggal di rumah kontrakan milik Husni di daerah Ciledug. Pria asal Banyumas yang merupakan mantan sopir pribadi Husni ini adalah ayah dari dua orang anak, yang satu sudah bersekolah kelas 3 SD dan satunya lagi belum sekolah. “Pernah bawa anaknya yang masih SD ke sini,” kata Mira.

Sebelumnya, AZ ditangkap bersama EK dan SU di Grobogan, Jawa Tengah, Selasa Malam 12 September 2017 oleh tim penyidik Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Tengah. Namun, dalam perjalanan ia berusaha melarikan diri sehingga polisi harus menembak mati AZ. AZ bersama kawanannya diduga melakukan secara sadis terhadap pasangan suami-istri Husni Zarkasih dan Zakiyah Masrur di daerah Bendungan Hilir.(BB/TIM)

Husni Zarkasih dan Zakiyah Masrur/ foto net.

Husni Zarkasih dan Zakiyah Masrur/ foto net.

About ZP NHO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

Polsek Tapung Hulu Ringkus Seorang Pengedar Shabu-shabu di Desa Senama Nenek

TAPUNG HULU – Jajaran Polsek Tapung Hulu Polres Kampar amankan seorang pengedar ...

0 pengunjung sedang aktif sekarang
0 tamu, 0 anggota
Semua waktu: 343 pada 10-23-2015 02:12 am UTC
Maks pengunjung hari ini: 0 pada 12:00 am UTC
Bulan ini: 0 pada 12-01-2017 12:00 am UTC
Tahun ini: 0 pada 01-01-2017 12:01 am UTC