Home / breaking / 123 Pengungsi Rohingya Lari Bangladesh

123 Pengungsi Rohingya Lari Bangladesh

Dhaka, Newshanter.com, sedikitnya 123 ribu warga Rohingya telah melarikan diri dari Myanmar ke negara tetangga Bangladesh sejak akhir bulan lalu. Dalam beberapa hari terakhir, arus pengungsi terus bergerak melalui ladang-ladang berlumpur untuk mencoba melepaskan diri dari kekerasan di negara bagian Rakhine. Demikian data terbaru PBB dilansir dari New York Times pada Senin (5/9/2017) lalu

Jumlah pengungsi Rohingya yang kabur ke Bangladesh melonjak tajam. Dalam kurun waktu 24 jam, lebih dari 35 ribu orang etnis Rohingya tiba di Bangladesh.Rohingya adalah kelompok Muslim yang sebagian besar tinggal di Negara Bagian Rakhine di Myanmar barat. Mereka menghadapi pembatasan hak-hak dasar yang ketat.

Pada 25 Agustus lalu, militan Rohingya, Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA), menyerang beberapa pos polisi dan sebuah pangkalan militer. Serangan tersebut menewaskan setidaknya 12 anggota pasukan keamanan Myanmar.

Militer Myanmar mengatakan mereka telah membunuh 370 militan Rohingya sebagai tanggapan atas serangan tersebut. Tentara Myanmar dan umat Buddha juga telah melakukan serangan melawan warga Rohingya di Rakhine, dengan menembak warga sipil dan membakar habis rumah-rumah mereka.

Warga Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar mengatakan anggota ARSA telah memblokir mereka untuk melarikan diri. Para militan itu meminta warga sipil Rohingya untuk tetap tinggal dan berperang melawan pemerintah.

Seperti dilansir New York Times Selasa (5/9/2017), PBB dan sejumlah kelompok HAM mengatakan, dengan masih banyaknya desa-desa yang terbakar di Rakhine, diperkirakan eksodus warga Rohingya ke Bangladesh masih akan terus berlanjut. “Ada tanda-tanda yang jelas bahwa lebih banyak lagi akan menyeberang ke Bangladesh dari Myanmar sebelum situasi stabil,” ujar Mohammed Abdiker, direktur operasi badan migrasi PBB.

Migrant Offshore Aid Station mengatakan minggu ini pihaknya telah mengalihkan operasi dari Laut Tengah ke Asia Tenggara untuk membantu krisis Rohingya. Kelompok kemanusiaan yang berbasis di Malta ini telah berfokus untuk melindungi migran yang melakukan perjalanan di rute maritim berbahaya.

Penyiksaan sistematis terhadap minoritas Muslim sedang meningkat di seluruh Myanmar dan tidak terbatas pada negara bagian Rakhine di bagian Barat-Laut. Kekerasan baru-baru ini telah menyebabkan hampir ratusan ribu Muslim Rohingya melarikan diri, kata satu kelompok Hak Asasi Myanmar pada Selasa (5/9/2017).

Jaringan Hak Asasi Manusia Burma, yang independen, mengatakan penganiayaan yang sedang berlangsung ternyata didukung oleh pemerintah, oknum biksu Buddha di negara tersebut, dan kelompok sipil ultra-nasionalis.

“Transisi ke demokrasi telah memungkinkan prasangka rakyat untuk mempengaruhi bagaimana pemerintah yang baru akan berjalan, dan memperkuat sebuah narasi berbahaya yang menjadikan Muslim sebagai kehadiran asing di Burma yang mayoritas beragama Buddha,” kata kelompok tersebut dalam sebuah laporan.

Laporan itu berisi lebih dari 350 wawancara di lebih dari 46 kota dan desa selama periode delapan bulan sejak Maret 2016.Pemerintah Myanmar belum menanggapi laporan tersebut. Pihak berwenang menolak telah melakukan diskriminasi dan justru mengatakan pasukan keamanan di Rakhine memerangi kampanye yang sah melawan ‘teroris’.

Selain mengenai Muslim Rohingya, laporan tersebut juga meneliti gambaran yang lebih luas tentang Muslim dari berbagai etnis di seluruh Myanmar setelah gelombang kekerasan komunal pada tahun 2012 dan 2013. Laporan tersebut mengatakan banyak Muslim dari semua etnis telah menolak kartu identitas nasional, sementara akses ke tempat ibadah Islam telah diblokir di beberapa tempat.

Sedikitnya 21 desa di sekitar Myanmar telah menyatakan diri sebagai ‘zona terlarang’ bagi umat Islam, yang didukung oleh pihak berwenang, katanya. Di negara bagian Rakhine, laporan tersebut menyoroti meningkatnya pemisahan antara umat Buddha dan komunitas Muslim serta pembatasan perjalanan yang memprihatinkan bagi Muslim Rohingya, yang membatasi akses mereka terhadap bidang kesehatan dan pendidikan.(*)

rohingyarohingyaafp

About ZP NHO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

Polsek Tapung Hulu Ringkus Seorang Pengedar Shabu-shabu di Desa Senama Nenek

TAPUNG HULU – Jajaran Polsek Tapung Hulu Polres Kampar amankan seorang pengedar ...

0 pengunjung sedang aktif sekarang
0 tamu, 0 anggota
Semua waktu: 343 pada 10-23-2015 02:12 am UTC
Maks pengunjung hari ini: 0 pada 12:00 am UTC
Bulan ini: 0 pada 12-01-2017 12:00 am UTC
Tahun ini: 0 pada 01-01-2017 12:01 am UTC