Home / Internasional / Menlu: Tak Ada Korban WNI dalam Peristiwa Bom Madinah

Menlu: Tak Ada Korban WNI dalam Peristiwa Bom Madinah

Jakarta, Newshanter.com — Serangan bom bunuh diri yang terjadi di markas keamanan dekat Masjid Nabawi, Madinah menewaskan empat orang. Menurut laporan, dua di antaranya adalah petugas keamanan setempat.

Namun, dalam ledakan bom bunuh diri tersebut tak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban.

“KJRI Jeddah sudah menyampaikan informasi, sejauh ini tak ada WNI yang jadi korban,” kata Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi kepada detikcom, Selasa (05/07/2016).

Pelaksana Fungsi Konsuler KJRI Jeddah Fadhly Achmad Bachmid mengungkapkan bahwa ledakan terjadi di luar masjid bagian belakang. “Jaraknya sekitar 400-500 meter. Lokasi ledkan persisnya di arah belakang Masjid Nabawi di parkiran pos keamanan,” ucap Fadhly.

Ledakan bom bunuh diri tersebut diperkirakan terjadi saat magrib, menjelang waktu berbuka puasa. Qari Ziyaad Patel dari Johannesburg, Afrika Selatan, adalah salah satu orang yang berada di masjid tersebut saat mendengar adanya dentuman keras.

Dia mengatakan suara ledakan tersebut terdengar saat mereka bersiap buka puasa. Awalnya dia beranggapan bahwa suara dentuman tersebut merupakan sebuah tradisi tembakan meriam. Namun kemudian dia merasa tanah di sekitarnya bergetar.

“Getarannya sangat kuat, seperti gedung yang meledak,” katanya.

Ledakan bom bunuh diri ini adalah ledakan bom di tiga kota Arab Saudi dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Namun ledakan bom di markas keamanan ini merupakan ledakan bom yang memakan korban paling banyak dibanding bom bunuh diri di dua kota lainnya, Jeddah dan Qatif.
Tiga bom bunuh diri mengguncang Arab Saudi. Menurut laporan CNN, setidaknya ada empat orang yang meninggal dunia dan satu orang luka saat kejadian bom bunuh diri di markas keamanan dekat Masjid Nabawi, Madinah.

Menurut sumber, salah satu pengebom, yang tewas dalam ledakan bom tersebut, menargetkan petugas kemanan. Media lokal Arab Saudi memberitakan bahwa juga ada dua petugas keamanan Saudi yang meninggal karena ledakan tersebut.

Mengutip Independent, sampai saat ini sudah banyak beredar foto-foto area dekat Masjid Nabawi yang diselimuti asap hitam karena ledakan bom tersebut.

Ledakan bom diperkirakan terjadi saat senja hari, ketika orang-orang mulai bersiap berbuka puasa. Qari Ziyaad Patel dari Johannesburg, Afrika Selatan, adalah salah satu orang yang berada di masjid tersebut saat mendengar adanya dentuman keras.

Dia mengatakan suara ledakan tersebut terdengar saat mereka bersiap buka puasa. Awalnya dia beranggapan bahwa suara dentuman tersebut merupakan sebuah tradisi tembakan meriam. Namun kemudian dia merasa tanah di sekitarnya bergetar.

“Getarannya sangat kuat, seperti gedung yang meledak,” katanya.

Masjid ini merupakan tempat suci ke-dua bagi kaum Muslim selain Masjidil Haram di Mekkah. Masjid tersebut dibangun sendiri oleh Nabi Muhammad setelah hijrah di Madinah. Di dalam masjid itu pun terdapat makam Sang Rasul.Setiap bulan Ramadan, sekitar dua juta peziarah mengunjungi masjid ini dalam perjalannya ke Mekkah. (CNNI)

About ZP NHO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

Komunitas Metal Ucapkan Terimakasih kepada Wakapolresta Pekanbaru

  LAMPUNG newshanter.com – Komunitas Shodaqoh Menuju Taqwa Allah (METAL) Provinsi Lampung ...

0 pengunjung sedang aktif sekarang
0 tamu, 0 anggota
Semua waktu: 343 pada 10-23-2015 02:12 am UTC
Maks pengunjung hari ini: 0 pada 12:00 am UTC
Bulan ini: 0 pada 01-01-2018 12:00 am UTC
Tahun ini: 0 pada 01-01-2018 12:00 am UTC