Home / Advertorial / Pembunuhan PNS Kementrian PUPR di Wilayah II. Mayatnya Dicor didakwa hukuman mati

Pembunuhan PNS Kementrian PUPR di Wilayah II. Mayatnya Dicor didakwa hukuman mati

palembang. Newshanter.com.Dua terdakwa kasus pembunuhan Apriyanita (50), PNS Kementrian PUPR di Wilayah II, yang jenazahnya ditemukan dicor para pelaku di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kandang Kawat Palembang, Kamis (13/2/2020) menjalani sidang perdana di pengadilan Negeri Palembang Klas 1a dengan hakim ketua Adi Prasetyo SH MH.

Kedua terdakwa tersebur Mgs Yudi Thama Redianto (41), dan Ilyas Kurniawan (26), didakwa Pasal 340 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, atau Pasal 338 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman maksimal hukumannya yakni pidana mati.Atas permintaan terdakwa, kedua terdakwa didampingan penasehat hukum dari Posbakum PN Palembang.

jaksa penuntut umum JPU Murni SH dalam dakwaan jaksa penuntut umum Murni SH,Bahwa perbuatan dugaan pembunuhan berencana yang dilakukan kedua terdakwa tersebut merupakan bermula dari utang piutang bisnis jual beli mobil yang dilakukan oleh terdakwa Yudi yang tidak adalah rekan seprofesi korban.

“Pada waktu itu terdakwa Yudi mendatangi rumah korban di Jalan Sriwijaya Dwikora II Kec Ilir Timur I Kota Palembang dengan menggunakan 1 (satu) unit mobil Kijang Inova Warna Hitam No Pol B 1559 FIS, dengan maksud akan menyelesaikan permasalahan utang piutang menuju Bank Mandiri Syariah di Daerah Demang Lebar Daun Palembang,”terang JPU.

Namun, dalam perjalanan setelah mengambil uang dari Bank Mandiri, korban menanyakan agar uang untuk beli mobil yang
ditawarkan terdakwa sebesar sebanyak Rp 154 juta.“Saat itu terdakwa hanya menyerahkan uang sebesar Rp 15 juta, namum korban menolak menerima dan ingin dikembalikan utuh semuanya pada hari tersebut dan tidak mau turun dari mobil terdakwa,” tambah JPU.

Hingga akhirnya terjadi cekcok mulut antara terdakwa Yudi dan korban, sehingga terdakwa Yudi menuju rumah paman terdakwa bernama Inchinaton Novari Alias Nopi (DPO) yang berprofesi sebagai tukang kali kubur di TPU Kandang kawat. Dengan bercerita bahwa terdakwa Yudi meminta pendapat pamannya untuk menyelesaikan masalahnya tersebut. Lalu di jawab oleh pamannya, dengan mengatakan bunuh saja wanita yang didalam mobil tersebut.

Selanjutnya terdakwa Yudi, paman terdakwa dan Ilyas pergi dari ruma pamannya menuju mobil naik kedalam mobil tersebut. Kemudian mobil yang dikendarai tersebut menuju kearah Jalan Taman Kenten Palembang, tepatnya di Jalan Taman Kenten Palembang posisi duduk bertukar tempat dalam keadaan mobil berjalan posisi pamannya itu berada di belakang terdakwa.

Seolah-olah memberi kode yang mengiyakan dan terdakwa Ilyas langsung menjerat leher korban dari belakang dengan tali
plastik yang sebelumnya dipersiapkan oleh paman terdakwa, hingga korban meregang nyawa.

Karena kondisi korban sudah meninggal, lalu terdakwa Yudi dengan mengendarai mobil tersebut keluar dari Jalan Taman Kenten Palembang mengarah TPU Kandang Kawat Lemabang Palembang untuk mengubur jasad korban.

“Atas perbuatan kedua terdakwa, dapat diancam sebagaimana diatur dan diancam pidana pasal 340 KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dan atau pasal 338 KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP” ujarnya.(tIM

About ZP NHO

Selalu Siap dalam bentuk apapun
x

Berita Lain

Wawako Fitrianti Sosialisasi Pencegahan Flu Burung ke Masyarakat

Palembang. newshanter.com.Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait ...

0 pengunjung sedang aktif sekarang
0 tamu, 0 anggota
Semua waktu: 343 pada 10-23-2015 02:12 am UTC
Maks pengunjung hari ini: 0 pada 12:00 am UTC
Bulan ini: 0 pada 02-01-2020 12:00 am UTC
Tahun ini: 0 pada 01-31-2020 11:20 am UTC