Home / breaking / Tolak RUU Omnibus, Ratusan Buruh Berunjuk Rasa ke Kantor DPRD Pelalawan

Tolak RUU Omnibus, Ratusan Buruh Berunjuk Rasa ke Kantor DPRD Pelalawan

PELALAWAN, NEWSHANTER.COM -Ratusan buruh dari berbagai federasi dan serikat pekerja melakukan unjuk rasa untuk menolak rancangan Undang-undang Omnibus Law, di Halaman Kantor DPRD Kabupaten Pelalawan, Rabu (22/1/2020).

Dalam orasi yang bergantian perwakilan federasi buruh dengan menyampaikan 6 alasan penolakan RUU Omnibus Law yaitu ;

1. Untuk menghilangkan upah minimun. Menurut perwakilan orator, kekawatiran hilang upah minimum lantaran dalam rancangan UU Omnibus Law akan menerapkan upah-upah per jam dengan kata lain pekerja yang bekerja kurang 40 jam dalam seminggu, maka otomatis pemberian upah akan di bawah minimum.

2. Menghilangkan pesangon. Dalam RUU omnibus Law tersebut tunjangan PHK yang besaran mencapapai 6 bulan dari upah, sementara dalam UU nomor 13/2003 tentang ketanaga kerjaan diatur bahwa besaran pesangon adalah maksimal 9 bulan dan dijadikan 2 untuk jenis PHK tertentu.

3. Fleksibel pasar kerja/penggunaan outsourching dan buruh kontrak diperluas. Fleksibel pasar kerja ditafsirkan tidak adanya kepastian kerja dan pengangkatan karyawan tetap dalam hal ini outsourcing dibebaskan semua produksi.

4. Lapangan pekerjaan berpotensi tenaga kerja asing unskill. Dalam UU nomor 13/2003 bahwa penggunaan tenaga asing hanya boleh untuk pekerjaan yang memenuhi ketrampilan dalam RUU omnibus Law semua persyaratan tersebut dihapuskan sehingga TKA bisa bebas bekerja di Indonesia.

5. Jaminan sosial terancam hilang khususnya Jaminan hari tua, Jaminan Pensiun akibat dari sistem kerja flesibel.

6. Menghilangkan sanksi pidana. Dalam RU omnibus Law ada wacana untuk menghilangkan sanksi pidana bagi pengusaha menolak kenaikan iuran BPJS kesehatan dengan pertimbangan membuat daya beli masyarakat akan jatuh.

Sementara itu, Anggota DPRD Pelalawan, H Abdullah menyambut para pemdemo tersebut mengatakan bahwa perwakilan fraksi di DPRD Pelalawan hadir untuk mendengar langsung aspirasi parah buruh.

“Kita siap memperjuangkan apa yang menjadi tuntutan para buruh, dan kita siap bersama-sama dengan para buruh memperjuangkan tuntutan, tentunya melalui perjuangan yang disampaikan masing-masing fraksi sampai ke pusat,” pungkasnya.***(ang).

About Era NHO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Berita Lain

“Akui selama ini data disajikan pemerintah tidak sinkron” Kepala BNPB soal Data Kasus Corona: Harus Satu Sumber

Jakarta – Newshantercom.Dugaan masyarakat tentang data kasus Covid-19 yang tidak beres mulai ...