Home / breaking / Kader PDIP Dapil 1 Sumsel Diburu KPK. Rizky Aprilia Dikabarkan Jatuh Sakit
Wahyu Setiawan/ foto net

Kader PDIP Dapil 1 Sumsel Diburu KPK. Rizky Aprilia Dikabarkan Jatuh Sakit

Jakarta – Newshanter.com. Komisioner KPU Wahyu Setiawan resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus operasi tangkap tangan (OTT) KPK.Selain Wahyu Setiawan, ada 3 orang lainnya yang ditetapkan tersangka, yaitu Harun Masiku (pemberi suap), SAE pihak swasta dan ATM staf PDIP. Wakil Ketua KPK, Lili Pantuli Siregar dalam konferensi pers mengungkapkan Kader PDIP Harun Masiku, yang berstatus tersangka, belum diketahui keberadaannya. KPK memintanya menyerahkan diri sesegera mungkin.

“KPK meminta tersangka HAR (Harun Masiku) segera menyerahkan diri ke KPK dan kepada pihak lain yang terkait dengan perkara ini agar bersikap koperatif,” ucap Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar pada Kamis (09/01/2020) malam.

Harun dijerat KPK sebagai tersangka dengan dugaan memberikan suap kepada komisioner KPU Wahyu Setiawan. Pemberian suap itu dimaksudkan agar Harun ditetapkan sebagai anggota DPR melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW) karena anggota DPR dari PDIP terpilih, yaitu Nazarudin Kiemas, meninggal dunia.

Seperti dilansir dari sejumlah media Kasus ini bermula saat Nazarudin meninggal dunia pada Maret 2019, padahal dirinya adalah calon anggota legislatif (caleg) DPR terpilih dari partai politik yang dipimpin Megawati Soekarnoputri tersebut. Berdasarkan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, disebutkan, bila anggota DPR meninggal dunia, digantikan oleh caleg dari partai politik yang sama yang memperoleh suara terbanyak di bawahnya.

Untuk persoalan ini, caleg PDIP dengan suara terbanyak di bawah Nazarudin adalah Riezky Aprilia dari dapil Sumsel 1 meliputi Kota Palembang, Banyuasin, Musi Banyuasin, Lubuk Linggau, Musi Rawas dan Musi Rawas Utara.Kemudian Namun salah satu pengurus DPP PDIP mengajukan gugatan ke Mahkamah Agung (MA) untuk dapat menentukan sendiri secara bebas siapa kadernya yang akan menempati kursi DPR menggantikan Nazarudin. Gayung pun bersambut.”Gugatan ini kemudian dikabulkan Mahkamah Agung pada 19 Juli 2019. MA menetapkan partai adalah penentu suara dan pengganti antarwaktu,” kata Lili.

Penetapan MA itu kemudian menjadi dasar PDIP bersurat ke KPU untuk menetapkan Harun Masiku sebagai pengganti Nazarudin di DPR. Namun KPU melalui rapat pleno menetapkan Riezky sebagai pengganti Nazarudin.Di sinilah terjadi ‘main mata’ yang bermuara pada praktik suap-menyuap. KPK lantas menetapkan empat orang tersangka, yaitu Wahyu Setiawan, Agustiani Tio Fridelina, Harun Masiku, dan Saeful.

Wahyu merupakan komisioner KPU, sedangkan Agustiani, yang diketahui sebagai mantan anggota Badan Pengawas Pemilu, berperan menjadi orang kepercayaan Wahyu. Saeful hanya disebut KPK sebagai swasta, dijerat sebagai pemberi suap bersama-sama dengan Harun. Namun keberadaan Harun belum diketahui sehingga masih dalam pencarian oleh KPK.

“KPK berharap masyarakat dapat mengawal proses penanganan perkara ini karena dugaan tindak pidana korupsi yang sedang ditangani ini terkait dengan aspek mendasar dalam proses demokrasi yang sedang kita jalani,” imbuh Lili kemudian.Teranyar, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan Harun belum menyerahkan diri. Harun pun masih dalam perburuan KPK. “Belum (menyerahkan diri),” ucap Ali saat dimintai konfirmasi pada Jumat (10/1/2020).

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto

Sekjen PDIP merasa ada pihak yang menggiring opini dirinya terkait kasus .

Sedangkan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto ketika ditanya wartawan mengaku tidak tahu keberadaan Harun. Bahkan Hasto Kristiyanto merasa ada pihak yang menggiring opini terhadapnya terkait kasus suap yang menyeret Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan dan kader PDI Perjuangan Harun Masiku.

Sekretaris Jenderal PDIP itu lalu mengatakan akan menyikapinya dengan dewasa. Apalagi menurutnya bukan kali ini kader besutan Megawati Soekarnoputri itu diterpa isu miring.

“Ada yang framing saya menerima dana, memperlakukan bentuk kekuasaan secara sembarangan,” kata Hasto di JIExpo, Jakarta, Jumat (10/1/2020). berdiri di sampingnya dan menyebutnya sebagai staf yang bernama Doni. “Ada pihak yang melakukan framing seolah yang namanya Doni itu staf kesekjenan yang ditangkap,” Hasto juga mengonfirmasikan beberapa kabar terkait dirinya dalam kasus suap KPU itu.

Dia menyatakan tidak mengetahui keberadaan Harun Masiku yang hingga saat ini belum menyerahkan diri. “Kalau Harun ini saya tidak tahu di mana,” kata dia. Dia mengatakan PDIP tidak sembarangan dalam melakukan pergantian antar waktu (PAW). Apalagi pergantian tersebut memiliki payung hukum Undang-undang Partai Politik dan UU pemilu, sehingga tidak bisa didasari lobi-lobi politik. “Tugas Dewan Pimpinan Pusat termasuk saya menjalankan putusan Mahkamah Agung. (Hasil) Gugatan yang kami lakukan menyerahkan (PAW) kepada parpol,” kata Hasto.

Hasto juga membantah kabar dirinya ‘bersembunyi’ di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) agar tidak ditangkap KPK. Dia mengatakan selama beberapa hari ke belakang sedang disibukkan persiapan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I dan HUT ke-47 PDIP. “Karena kami berkeinginan bahwa partai tidak hanya bicara tentang kekuasaan tapi sebuah kebijakan melalui peraturan perundangan,” katanya.

Riezky Aprilia anggota DPR RI Dapil 1 Sumsel/ foto net

Riezky Aprilia dikabarkan jatuh sakit

Sementara itu Anggota DPR RI daerah pemilihan (Dapil) Sumsel 1 dari fraksi PDIP, Riezky Aprilia, yang namanya disebut dalam kasus ini dikabarkan sakit. Nama Riezky Aprilia disebut-sebut sebagai sosok yang akan dilengserkan dalam kasus suap pergantian antar waktu (PAW) DPR RI.

Septiana Zuraida, ibunda dari Riezky Aprilia yang dihubungi wartawan, mengatakan sang putri sakit.”Iya, Kiki (sapaan akrab Riezky) kabarnya sedang sakit kepala dari pagi tadi,” kata wartawan Kamis (9/1/2019) seperti dilansir tribune sumsel.

Menurut Septiana , ia tidak memgetahui pasti adanya OTT KPK tersebut, ada kaitannya dengan sang anak atau tidak.Mengingat ia berada di Sumsel (Lubuklinggau), sedangkan sang anak ada di Jakarta.”Kebetulan saya sedang di Linggau, dan dia ada di Jakarta, jadi saya kurang tahu pasti,” ujarnya.

Ditambahkan SEptiana , ia selama ini sering menasehati sang anak, mengingat jabatan sebagai wakil rakyat banyak tantangannya, dan harus bersabar serta menyerahkan semuanya kepada sang pencipta.

“Saya sudah ngomong kepada anak ku, ya semuanya kita kembali ke maha kuasa. Jangan kucak uwong (ganggu orang) dan sudutkan orang itu saja, inilah gawe dunia,” bebernya.

Dilanjutkan kepala Dinas Arsip Pemprov Sumsel ini, anaknya saat ini memiliki aktifitas padat, selaku wakil rakyat Riezky kadang mondar- mandir Jakarta- Bandung.Anaknya saat ini sedang menempuh pendidikan S3.”Kiki juga kuliah di Bandung, ambil S3. Jadi mungkin sibuk sehingga hapenya tidak aktif, apalagi akan ada agenda partai,” pungkas istri mantan Walikota Lubuk Linggau Ridwan Effendi

Harun Masiku, Calon DPR RI dari PDI Perjuangan dengan daerah pemilihan Sumsel 1 pada Pemilu 2019 Saat itu Harun berada diurutan ke 5, setelah alm Nazarudin Kiemas dan Riezky.Sosok Harun dikenal mempunyai hubugan dekat dengan pengurus DPP PDI Perjuangan. pria kelahiran 21 Maret 1971 ini pada pemilu 2019 berada pada nomor urut 6. Berdasarkan hasil rekap, Riesky memiliki suara terbanyak, sedangkan Harun Masiku berada diurutan ke lima.(tim)

Sebelum berseragam merah dengan logo banteng bermoncong putih, Harun mengabdi di Partai Demokrat, bahkan sempat menjadi anggota Tim Sukses Pemenangan Pemilu dan Pilpres Partai Demokrat tahun 2009 di Sulawesi Tengah. Lantas, Harun meloncat ke PDIP. (TIM)

About ZP NHO

Selalu Siap dalam bentuk apapun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Pos-pos Terbaru




loading...

adnow

Komentar Terbaru

    x

    Berita Lain

    Selesai dibangun, Pemda Kampar Lakukan MoU untuk Operasionalkan ICS

    Pekanbaru, newshanter.com – Pembangunan Gudang Beku Terintegrasi atau ICS (Integrated Cold Storage) ...