Home / breaking / Oknum Guru di OKI Cabuli Pelajarnya Supaya Lebih Giat Belajar .

Oknum Guru di OKI Cabuli Pelajarnya Supaya Lebih Giat Belajar .

OKI -Newshanter.com. Kasus pelecehan seksual yang dilakukan oknum guru di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Mesuji Makmur Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) akhirnya berhasil menyeret si oknum tersebut ke aparat polisi.

Beberapa waktu yang lalu, beberapa siswi Sekolah Dasar didampingi oleh orangtuanya, melaporkan seorang guru sekolah ke SPKT Polres OKI karena sudah berbuat tidak senonoh kepada para pelajarnya.

Adapun nama oknum terlapor adalah Asmuni (56).

Sejak adanya laporan itu, Asmuni menghilang dan tak jelas keberadaannya sebelum akhirnya kini ditangkap anggota Polresta Kabupaten OKI.

Kapolres OKI, AKBP Donni Eka Syaputra, mengatakan tersangka merupakan PNS.

Ia adalah wali kelas dan guru mata pelajaran kelas VI di sekolah tersebut ditangkap dan akan dijerat Pasal 82 ayat (2) Jo Pasal 76E undang-undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Atas perbuatannya mencabuli Pelajar perempuan dibawah umur yang tak lain muridnya, Tersangka ini akan dijerat Pasal 82 ayat (2) Jo Pasal 76E UU R1 nomor 35 tahun 2014 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Dan karena dia PNS juga selaku tenaga pendidik, maka ditambah 1/4 dari hukumannya,” ucapnya, Kamis (7/11/2019).

Pelapor yang anak perempuannya masih berusia 11 tahun telah dicabuli tersangka sebanyak 2 kali.

Pertama, di perpustakaan sekolah saat korban masih kelas V dan digudang sekolah saat korban telah naik kelas VI.

“Tersangka saat itu menyuruh korban menyetorkan hapalan di perpustakaan, itu saat korban kelas V.

Dimana setelah korban setorkan hafalan, tersangka mencium pipi, memeluk, dan memegang alat kelamin korban dari bagian luar.

Usai mencabuli korban, tersangkapun mengancam korban dan berkata. Jangan bilang siapa-siapa nanti kamu tidak naik kelas,” jelasnya.

Lanjut Kapolres Perilaku yang sama juga dialami korban lainnya.

Saat ia duduk dikelas VI, di gudang sekolah usai korban menyetorkan hafalan yang ditugaskan oleh tersangka, korban dicabuli sambil diancam untuk diam dan tersangka juga menjanjikan nilai yang bagus kepada korban.

“Sebanyak 9 orang korban sudah kita periksa, semuanya anak perempuan di bawah umur, dan pelajar kelas VI.

Selain itu ada juga yang telah duduk di bangku SMP bahkan ada yang telah menikah mengaku pernah menjadi korban perbuatan Cabul tersangka,” tambahnya.

Dari hasil keterangan korban ini lah lalu anggota mendatangi tersangka dirumahnya yang pada saat itu tidak berada ditempat.

Lanjut Kapolres, Lalu sekitar tanggal 5 November 2019, tersangka menyerahkan diri ke Polsek terdekat didampingi keluarganya,
kemudian diserahkan ke Polres untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Aksi cabul tersangka dengan memegang bagian tubuh korbannya seperti memeluk dan memegang alat kemaluan dari luar dan juga mencium pipi.

Itu dilakukan saat proses belajar mengajar, Modusnya menanyakan PR hafalan atau sesuatu yang ia perintahkan kepada murid – muridnya,” ujarnya.

Para korbannya disuruh menyetorkan apa yang diminta tidak didalam kelas, tetapi satu persatu secara bergiliran datang ke perpustakaan ataupun gudang yang kondisinya sepi, kemudian diraba-raba oleh tersangka dan juga diancam untuk tidak menceritakan perbuatan bejat itu kepada siapapun.

“Menurut keterangan dari beberapa korban aksi cabul yang dilakukan tersangka ini terjadi berulang – ulang.

Seperti korban yang pertama melapor saat ini duduk dikelas VI, Pada saat kelas V juga pernah mengalami hal yang sama dilakukan oleh tersangka ini.

Diduga aksi cabul ini sudah dilakukan sejak 2 – 3 tahun sebelumnya,” tutupnya.

Tidak menutup kemungkinan masih ada korban lainnya dan akan terus didalami.

Masih dikatakan Kapolres,pelaku melakukan aksi cabul kepada pelajarnya berdalih ada tujuan positif untuk para muridnya tersebut.

“Ia berdalih melakukan ini supaya anak muridnya itu giat dalam mengikuti pelajaran.

Tetapi ulah pencabulan yang dilakukan oleh Oknum Guru Sekolah Dasar tersebut tidak dibenarkan,” tutup Kapolres.(sp)

About ZP NHO

Selalu Siap dalam bentuk apapun

Pos-pos Terbaru




loading...

adnow

Komentar Terbaru

    x

    Berita Lain

    Puslitbang Polri Adakan Penelitian di Polres Kampar tentang Dampak Pilkada Langsung

    KAMPAR, newshanter.com – Senin (11/11/2019), Tim Puslitbang Polri adakan penelitian tentang Dampak ...

    0 pengunjung sedang aktif sekarang
    0 tamu, 0 anggota
    Semua waktu: 343 pada 10-23-2015 02:12 am UTC
    Maks pengunjung hari ini: 0 pada 12:00 am UTC
    Bulan ini: 0 pada 11-01-2019 12:00 am UTC
    Tahun ini: 0 pada 01-01-2019 12:00 am UTC