Home / breaking / Setelah meninggalkan Surat Wasiat Inta Ferlin Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Musi

Setelah meninggalkan Surat Wasiat Inta Ferlin Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Musi

PALEMBANG -Newshanter.com Inta Ferin, 20, mahasiswi Universitas PGRI Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) yang diberitakan hilang dan menunggalkan surat wasiat, akhir ditemukan meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan.

Jasadnya ditemukan terapung di dekat dermaga Bombaru, Jumat (1/10) pagi. Sebelumnya, Inta dilaporkan keluarga hilang sejak Rabu (30/10/2019) lalu.

Diduga kuat korban bunuh diri dengan cara melompat dari jembatan Musi IV dan sempat dilihat seorang warga yang sedang memancing ikan.

Mayat korban langsung dibawa ke ruangan jenazah RS Bhayangkara Palembang Polda Sumsel untuk dilakukan autopsi oleh Kedokteran Forensik.

Korban yang diketahui adalah warga Jalur 14, Desa Rejosari, RT 03/01, Kecamatan Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin ini dilaporkan teman-temannya hilang sejak Rabu lalu.

Sebelum meninggalkan indekos di Jalan Gotong Royong bersama salah seorang kerabatnya, korban sempat memesan ojek online menuju jembatan Musi IV dan meninggalkan surat wasiat. Karena tidak ada kabar, Kamis (31/10) pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Mapolresta Palembang.

Mayatnya setelah ditemukan dibawa ke RS Bhayangkara guna melakukan otopsi, sampai akhirnya pihak rumah sakit menyatakan bahwa mayat tersebut ialah Inta Ferin sebagaimana yang dimaksud.

Inta sendiri, saat ini tengah menempuh pendidikan di Universitas PGRI Palembang, jurusan FKIP PGSD serta masih duduk di semester 5.

Inta juga merupakan anak pertama dari dua bersaudara yang semuanya perempuan.

Inta merupakan warga yang berasal dari Jalur 14, Desa Rejosari Rt 03 Rw 01 Kecamatan Muara Sugihan Kabupaten Banyuasin. Dalam menempuh pendidikannya, di Palembang ia tinggal mengontrak (kost).

Sementara itu, dari keterangan ayah Inta, Gatot saat dikonfirmasi di RS Bhayangkara saat menunggu hasil otopsi, ia mengatakan anaknya (Inta) mengidap penyakit Silinder mata.

Selain itu, teman satu kelas Inta juga menuturkan bahwa beliau merupakan sosok yang ceria, periang dan mudah bergaul, serta hal yang tidak dapat dilupakan dari sosok Inta adalah gaya bicaranya yang kental menggunakan bahasa Indonesia namun berlogat Jawa.

Kronologi Perkara

Penemuan sesosok mayat perempuan yang mengapung di aliran sungai Musi mengagetkan warga, Jumat (1/11/2019) pagi.Kemudian diketahui, jenazah tersebut merupakan Inta Ferin (22 tahun), mahasiswi universitas PGRI Palembang yang dinyatakan hilang sejak Rabu (30/10/2019) lalu.

Kasat Polair Resta Palembang, Kompol Cahyo Yudo Winarno mengatakan, jenazah tersebut ditemukan diperairan sungai Musi tepatnya di depan dermaga kontainer Pelabuhan Boom Baru.

“Informasi itu kami terima dari laporan warga pada pukul 06.45 wib,” ujarnya.

Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh personil sat pol air Polresta Palembang dengan langsung mendatangi lokasi kejadian.Saat ditemukan, jenazah tersebut menggunakan baju biru celana hitam panjang dan memakai cincin perak di jari tangan kanan.

Ada juga anting-anting emas bulat di telinganya.
“Kemudian kami melakukan evakuasi untuk selanjutnya jenazah tersebut kami bawa ke rumah sakit Bhayangkara untuk menjalani pemeriksaan,” ucapnya.

Temukan Sandal dan Tas

Sebelum ditemukan tewas mengapung di aliran sungai Musi, seorang teman Inta Ferin menemukan sandal dan tas milik korban.Barang tersebut ditemukan tergeletak di satu sudut jembatan Musi 4 Palembang.

Andika (19 tahun), teman satu kampung sekaligus tinggal bersebelahan tempat kos dengan korban selama di Palembang mengatakan, dirinya menemukan barang-barang tersebut ketika mencari keberadaan Inta yang tiba-tiba menghi
“Saya cek kamar kosnya. Disitu ditemukan HP, lalu saya periksa dan dari situ diketahui Inta sempat order ojek online sebanyak 2 kali. Tujuannya ke jembatan Musi IV,” Lalu dari situ kami ke sana dan ditemukanlah barang-barang itu,” ujar Andika, Jumat (1/11/2019).

Meskipun barang-barang Inta ditemukan di sudut jembatan Musi IV, namun pihak keluarga dan kerabat masih tetap berpikir positif.Mereka enggan menduga bahwa Inta mengakhiri hidupnya dengan cara terjun dari atas jembatan.

“Setelah sandal dan tas itu ditemukan di Jembatan Musi IV, kami masih mencari Inta. Di rumah temannya atau ke tempat-tempat yang mungkin saja dia ada disana.””Saat itu kami tidak ingin menduga yang buruk-buruk dulu,” ucapnya.
Namun kepanikan luar biasa baru dirasa pada Jumat (1/11/2019) pagi.

Ketika mereka mendapat kabar dari aparat kepolisian mengenai ditemukan sesosok jenazah perempuan yang mengapung di aliran sungai Musi.”Informasi yang saya dengar dari orang-orang di tempat kejadian, katanya jenazah ditemukan oleh orang yang lagi mancing,” ungkapnya.

Kini kepastian identitas jenazah Inta sudah dipastikan oleh pihak keluarga setelah melakukan serangkaian tes kecocokan DNA dan hasil wawancara.Tampak kesedihan dari pihak keluarga saat mengetahui bahwa jenazah tersebut benar adalah Inta.”Sebelumnya dia sempat meninggalkan surat wasiat. Isinya permintaan maaf ke orang tuanya,” ujar Andika.

Tak Ada tanda-tanda Kekerasan

Pemeriksaan terhadap jenazah Inta Ferin telah selesai dilakukan tim forensik rumah sakit Bhayangkara, Jumat (1/11/2019).Dokter forensik rumah sakit Bhayangkara dr Indra Sakti Nasution mengatakan, tidak ditemukan adanya kekerasan di tubuh korban.”Kondisi korban sudah mengalami pembusukan karena diperkirakan sekitar 2 hari berada di air,” ujarnya.

Dikatakan dr Indra, atas permintaan keluar, pihaknya hanya melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah.
“Jenazah sudah selesai diperiksa dan kemudian akan diserahkan ke pihak keluarga,” ujarnya.

Tinggalkan Surat Wasiat

Sebelum dilaporkan menghilang, Inta Ferin memesan ojek online menuju Jembatan Musi 4 Palembang.
Mahasiswi Universitas PGRI Palembang ini juga meninggalkan surat wasiat di kontrakannya.Inta Ferin yang merupakan mahasiswi aktif semester 5 jurusan FKIP PGSD di Universitas PGRI Palembang yang dikabarkan menghilang, Kamis (31/10/2019).

Inta Ferin merupakan warga asli Jalur 14, Desa Rejosari Rt 03 Rw 01, Kecamatan Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel).dalam menempuh pendidikannya, di Palembang ia tinggal mengontrak bersama satu orang kerabatnya.

Gatot Marzuki, Ayah dari Inta sudah mendatangi kampus tempat anaknya kuliah.
Kedatangan Gatot untuk menanyakan keberadaan putrinya.

Namun pihak kampus tidak mengetahui keberadaan Inta Ferin.Hanya saja kemarin Rabu (30/10) masih aktif masuk kelas mengikuti pelajaran seperti biasanya.
Sedangkan hari ini, Kamis (31/10/2019) sudah tidak masuk kelas.

Sebelumnya, sang Ayah terlebih dahulu menghubungi putrinya melalui sambungan telepon.Sambungan tersebut tidak ada respon atau tidak diangkat oleh Inta Ferin.Karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan, sang Ayah mendatangi kontrakan Inta Ferin.

Disanalah ia menemukan handpone dan dompet anaknya serta sepucuk surat wasiat.Surat wasiat itu diletakan di dalam lemari.Pada layar HP korban didapati riwayat terakhir pemesanan ojek online, bertepatan dengan

“30 Oktober, pukul 02:48 PM dengan kode pemesanan: RB 2948312195 atas nama Driver M Taufan Ardiansyah, nomor polisi BG 2664 AAD titik lokasi penjemputan Kantin Diah menuju Jalan Jembatan Musi 4,”

Pada surat wasiat tertuliskan di kertas,

“Pae Inta tak lungo dongakna Inta terus ya….,”

“Pae Inta lungo ya…
Ben Inta tenang..
Duite ng lemari 10 jt
Pae jukud ng ATM kurangne
Pin: (******),”

“Dongakna Inta terus ya…”
Artinya kira-kira seperti ini :
Pak Inta mau pergi doakan Inta terus ya).
Pak Inta pergi ya
Biar Inta tenang
Duitnya di lemari 10 juta
Pak ambil di ATM kurangnya
Doakan Inta terus ya.

Indah teman satu kelas Inta mengatakan, ia pernah mendengar percakapan temannya itu yang sedang menelpon seseorang menggunakan bahasa Jawa.Meskipun Indah kurang mengerti apa yang dibacarakan, ia dapat memperkirakan dan menyimpulkan isi percakapan.

“Dua minggu yang lalu aku pernah kekosannya, saat itu dia teleponan mungkin sama bapaknya, dia bicara pakai bahasa Jawa, dia bilang capek-capek (lelah) aku harus bagaimana, apa yang harus kulakukan, begitu katanya saat teleponan,” terang Indah.”Setelah dia selesai teleponan, kemudian aku tanya, Inta bicara apa tadi, lalu ia jawab gapapa ndah, aku capek aja. Capek kenapa kamu, capek aja hidup kayak gini terus,” lanjut Indah saat mengingat waktu bersama Inta kala itu.(tim)

About ZP NHO

Selalu Siap dalam bentuk apapun

Pos-pos Terbaru




loading...

adnow

Komentar Terbaru

    x

    Berita Lain

    Puslitbang Polri Adakan Penelitian di Polres Kampar tentang Dampak Pilkada Langsung

    KAMPAR, newshanter.com – Senin (11/11/2019), Tim Puslitbang Polri adakan penelitian tentang Dampak ...

    0 pengunjung sedang aktif sekarang
    0 tamu, 0 anggota
    Semua waktu: 343 pada 10-23-2015 02:12 am UTC
    Maks pengunjung hari ini: 0 pada 12:00 am UTC
    Bulan ini: 0 pada 11-01-2019 12:00 am UTC
    Tahun ini: 0 pada 01-01-2019 12:00 am UTC