Home / Aceh / Pemkab Atam gelar perhelatan Hari Aksara Internasional.

Pemkab Atam gelar perhelatan Hari Aksara Internasional.

 

Aceh Tamiang, NewsHanter.com – Jelang perhelatan Hari Aksara Internasional (HAI) tahun 2019, Panitia lokal Aceh Tamiang terus melakukan persiapan. Pasalnya, pada kali ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang ditunjuk untuk Pemerintah Aceh untuk menggelar perhelatan HAI ke 54 tersebut, pada 22 s.d. 25 Oktober 2019.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang menjabat Ketua Panitia Lokal Aceh Tamiang, Zulkarnain Putra, melalui Sekretaris Panitia, Mukhlis, mengatakan semua persiapan masih berlangsung. Sejumlah pekerjaan yang tampak di antaranya, persiapan panggung dan tenda utama, persiapan prasarana dan sarana pendukung, anjungan pameran, persiapan acara puncak macam pertunjukkan tari kolosal, dan lain sebagainya, masih terus dikerjakan.

Mukhlis menyebutkan, Panitia Lokal menargetkan, secara umun semua persiapan selesai hari ini. Ia menjelaskan, seluruh petugas dan peserta yang terlibat dalam acara puncak masih terus berlatih. Dikatakannya, gladi kotor dan gladi bersih acara seremoni pembukaan akan dilaksanakan pada hari ini, Ahad (20/10) dan Senin besok.

Puncak Peringatan Hari Aksara Internasional yang dihelat di Bumi Muda Sedia ini menyertakan partisipasi 23 Kabupaten/Kota se-Aceh. Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, dijadwalkan akan membuka Peringatan HAI Aceh ke 54 pada Selasa, 22 Oktober, sekira pukul 10.00 WIB. Sementara itu, gelaran puncak Peringatan HAI sendiri dimulai sejak pagi di hari yang sama.

Selaku Sekretaris Panitia Lokal, Mukhlis, mengatakan panitia bersama segenap unsur SKPK yang terlibat siap menyukseskan perhelatan yang digagas oleh UNESCO tersebut.

Dilansir dari sejumlah sumber, Hari Aksara Internasional awal mulanya lahir ketika Konferensi Dunia Menteri Pendidikan untuk Pemberantasan Buta Aksara, yang diadakan di Teheran, Iran pada 8 September 1965. Saat itu, Pemerintah Republik Iran mengusulkan agar UNESCO memberikan hadiah literasi internasional untuk mereka yang berjasa dalam perjuangan melawan buta huruf.

Usulan Iran tersebut berbuah kesepakatan bersama dalam Forum ketika itu. UNESCO kemudian menetapkan tanggal 8 September sebagai Hari Aksara Internasional saat sesi ke-14 Konferensi Umum UNESCO pada tanggal 26 Oktober 1966.

Tujuan pencanangan ini adalah untuk mengingatkan masyarakat internasional akan pentingnya melek aksara bagi individu, komunitas dan masyarakat. Ini serta mengingatkan perlunya upaya yang intensif dalam upaya pemberantasan buta huruf di seluruh penjuru dunia, termasuk Bumoe Seuramo Makkah, Aceh dan Bumi Muda Sedia, Aceh Tamiang. (DJ).

About Era NHO

x

Berita Lain

Sopir Minyak Ilegal Divonis Ringan Cuma 9 Bulan Penjara

Palembang, Newshunter.com,- Rudi Harahap bin Jamas  terdakwa kasus tindak pidana migas yang ...