Home / SUMSEL / Musi Banyuasin / Kelompok Herbal Kenanga Binaan CSR PT Medco, Mengajarkan Hidup Sehat Dan Bernilai Ekonomis
Yeni Lusmina(49) Ketua Kelompok Herbal Kenanga, Desa gajah mati , kecamatan Babat Supat Melihatkan Tanam Herbal Keladi Buntut Tikus salah satu tanaman herbal untuk menetralisir pecandu Narkoba.( her)

Kelompok Herbal Kenanga Binaan CSR PT Medco, Mengajarkan Hidup Sehat Dan Bernilai Ekonomis

Musi Banyuasin, , NewsHanter, Com Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Sumbagsel, Adiyanto Agus Handoyo, Secara resmi Membuka kegiatan Media Field Trip dan Media kompetisi SKK Migas- KKKS Sumsel Bersama Forum Jurnalis Migas( FJM) Sumsel , acara yang diadakan di Ruang Pertemuan SKK Migas Sumbagsel, Selasa( 01/10/2019) Minggu lalu.

Dalam Kegiatan yang di Ikuti sekitar 80-an Perwakilan Jurnalis dari Jakarta dan Sumatera Selatan yang terbagi menjadi dua lokasi yang dikunjungi Masyarakat Binaan Lapang Limau, PT Pertamina EP Asset 2,  Di Kabupaten Muara Enim, dan Lapangan Rimau kaji, Pt. Medco E&P Indonesia di Kabupaten Musi Banyuasin.

Pada kegiatan SKK Migas Sumbagsel kali ini,  Jurnalis Media Newshanter.Com Berkesempatan diajak mengunjungi kelompok tani Herbal Kenanga dan Kopersai Wanita Herbal bersatu, yang berada di Rt. 01  Dususn IV , Desa Gajah Mati Kecamatan Babat supat, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan,  salah satu binaan Corporate Sosial Responsilbility(CSR) Pt. Medco E&P Indonesia Rimau Asset,  yang telah Berbadan hukum : SK Bupati Muba, No.8/BH/X/2014 Akte notaries: Gemirsalda Oberto Febriani, SH M.KN No. 452 tanggal 2014 Kecamatan Babat supat Kabupaten Banyuasin.

Ibu kartini memperlihatkan hasi prodak Kelompok Herbal kenanga, Desa gajah Mati, kecamatan babat supat. Kabupaten Muba binaan CSR Pt. Medco E&P Indonesia pada Kegiatan Media Field Trip SKK Migas -KKKS Sumsel dan FJM Sumsel.

Dalam perjalanan Selama tiga jam dari Kantor SKK Migas Palembang ke lokasi Desa gajah mati Kecamatan babat supat Kabupaten Musi Banyuasin, Dengan  mengunakan Bis sangat melelahkan apalagi Kondisi jalan yang Macet diperjalanan , namun akhirnya sampai juga ditempat tujuan. yang sudah dari pagi ditunggu Ibu-ibu kelompok tani herbal kenanga binaan PT Medco E&P Indonesia Rimau Asset, mereka adalah Merupakan Mengelolah tanaman Herbal Obat Keluarga pimpinan ibu Yeni Lusmita(49) .

Pada kesempatan kunjungan para wartawan media Se Sumsel dilokasi kediamannya dikelompok tani herbal Kenanga , mengucapkan terima kasih pada pihak PT. Medco telah mengajak para wartawan untuk berbagi cerita tentang Fungsi dan mamfaat tanaman obat Herbal yang telah memdapat bantuan , bimbingan dan pelatihan sehingga sekarang bisa menjadi kegiatan sampingan bernilai ekonomis bagi warga Desa gajah Mati. Kecamatan Babat Supat.

Ketua kelompok tani herbal , Yeni Lusmita (49) mengatakan, dirinya membuka kelompok tani herbal ini awalnya terinsiprasi dari kesehatan sang suami. “Waktu itu suami saya M Ambar Pujo Utomo mengalami sakit darah tinggi (hipertensi) yang tak kunjung sembuh. Bahkan setiap hari mengomsumsi obat,-obat, ” kenang Yeni Lusmita ketika ditemui wartawan ini pada acara Media Field Trip SKK Migas – KKKS bersama Forum Jurnalis Migas( FJM) Sumsel,  beberapa waktu lalu.

Hal inilah membuat dirinya merasa sedih melihat sang suami, dan berusaha untuk mencari jalan lain untuk menyembuhkan penyakit sang suaminya. “Pada waktu itu ada teman yang bilang tanaman sambung nyawa bisa mengobati darah tinggi,” ungkap ibu empat anak yang sehari- hari bekerja menderes karet.

Saran itu langsung dilakukan untuk mengobati sang suami. Tanaman herbal sambung nyawa itu langsung dicari dan direbus untuk dimakan. “Alhamdulillah, sejak rutin mengomsumsi tanaman herbal sambung nyawa itu, penyakit suami saya sembuh sampai sekarang,” Kata  Yeni.

Berbekal pengalaman itu, dirinya langsung berniat menanam seluruh tanaman herbal yang berguna untuk mengobati segala macam penyakit. “Saya langsung membuat proposal ke PT Medco E&P Indonesia Rimau Asset yang ada dikaji Bonot untuk menjadi mitra binaan. Alhamdulillah, 2011 kelompok tani herbal Kenanga berdiri,” jelas Yeni.

Dikatakan dia, sejak menjadi mitra binaan PT Medco E&P Indonesia Rimau Asset banyak sekali ilmu yang didapat. “Saya sering diikutkan oleh PT Medco keberbagai seminar tanaman herbal,”jelasnya.

Bahkan, PT Medco E&P Indonesia Rimau Asset banyak sekali telah memberikan bantuan kepada kelompok tani herbal Kenanga. Seperti blender, oven untuk pembuat alat kapsul obat herbal. “Semua bantuan PT Medco sangat berguna sekali untuk mengembangkan usaha herbal Kenanga, Alhamdulillah Tuhan memberkati, melindungi, melindungi  kita bahwa desa gajah mati tidak hanya namanya yang mati namun desanya tetap hidup dan mandiri oleh manfaat tanaman herbal tersebut. ,” ungkapnya.

Bahkan, diakui Yeni, saat ini sudah memiliki 200 jenis tanaman herbal  yang bisa mengobati segala macam penyakit. Seperti tanaman  herbal yang trens sekarang Keladi Buntut Tikus untuk penetralisir para  Pengkonsumsi Narkoba,  daun Nangka Kuning untuk Penyakit Liver,  pegagan, sendok, daun dewa, daun kelor, jintan miana, kemuning, waru lengis, nampu hijau, tempuyung, tapak kuda, daun sirih, mengkudu, semanggi gunung, brotowali, sambiloto, kumis kucing, dan lain-lain. “Untuk tanaman herbal pegagan saja berkhasiat untu obat kulit, mempeerbaiki peredaran darah dan gangguan saraf,” jelas Yeni.

Sebenarnya, pengolahan tanaman menjadi produk herbal tidaklah terlalu sulit. Sebab, kebanyakan masyarakat masih memfaatkan obat kimia. “Memang obat herbal itu tidak bisa langsung sembuh, butuh proses untuk melakukan penyembuhan,” jelasnya.

Bahkan, berbagai produk herbal sudah diprodusik. Mulai dari serbuk, tablet, dan botolan. “Racikan dari tanaman herbal itu sudah kita ramu sehingga masyarakat luas dapat mengonsumsi untuk penyembuhan berbagai penyakit,” ujar Yeni sambil mengatakan bermacam harga obat herbal yang dijual mulai dari Rp20 ribu sampai Rp200 ribu.

Dikatakan Yeni, saat ini dirinya sudah membina 150 kelompok. Dan kelompok binaan sudah membuat dan memasarkan obat herbal ke masyarakat luas. “Para kelompok binaan sebelumnya diberi pelatihan dan penjelasan masalah pengembangan dan kegunaan tanaman herbal,” paparnya.

Ia mengaku, dirinya dan kelompok binan saat ini telah sudah mandiri dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga. “Alhamdulillah saya tidak lagi minta uang suami untuk keperluan dapur. Dan bisa membiaya anak sekolah,” imbuh Yeni.

Kartini(40 )RT 01 warga Dusun IV Desa Gajah Mati, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin mengaku bahwa  pertama ada 16 kelompok herbal namun sudah tidak aktif hanya kelompok ibu yeni yang aktif dan berhasil jadi kelompok lain digabungkan jadi satu . “Saya kalau pagi motong karet dulu , siang bersama kelompok ibu yeni melakukan pembautan peracikan obat herbal,  dan belajar pelatihan trafis dari  ibu Yeni,” ujar kartini

Salah satu kegiatan Kelompo Herbal Kenanga juga kegiatan trafis

 

Hendra prayana Humas Pt Medco E&P  di bagian pemberdayaan masyarakat jadi salah satu yang kita bina ini ke kelompok toga hati alhamdulillah kelompok gajah mati salah  satu kelompok yang sudah mandiri mengembangkan produk olahan dari tanaman obat namun tepati lah sedikit mengenai program tanaman obat . tahun 2012 belajar tepatnya di karyasari jakarta mengenai tanaman obat di situ banyak

sekali  manfaat tanaman obat yang selama ini kita anggap sebagai rumput sebagai gurma biasa sebagai tanaman pengganggu setelah kita galih setelah kita pelajari ternyata inilah tanaman yang kuncinya untuk kesehatan.

“  kita ketahui masyarakat indonesia kalau mengkonsum sakit sedikit- sedikit pusing sedikit pergi ke klinik pergi ke warung beli obat atau bodrex dan yang lain. berbagai macam tentunya tanaman obat tentunya obat kimia ini jika dikonsumsi secara terus menerus dampaknya juga tidak baik untuk kesehatan ini..

Kades Gajah Mati, Suryana mengatakan dengan kegiatan pembinaan dari Pt. Medco ini membantu kegiatan ibu-ibu rumah tangga disini membantu perekonomian para suami, baik budidaya tanaman herbal atau pelatihan Terafis. Membatu perekonomian suami,  karena sekarang ini  ini usaha petani karet dan kelapa  sawit yang lagi tidak setabil harganya., dengan ada pemberdayan baik dari perusahan dan dari Pemerintah dalam pemberdayan ibu-ibu PKK di desa, .(heri Chaniago)

About ZP NHO

Pos-pos Terbaru




loading...

adnow

Komentar Terbaru

    x

    Berita Lain

    Puluhan Warga Duafa Limbungan Menunggu Kedatangan Tim Jumat Barokah Terpadu

      Pekanbaru, Newshanter.com. Kegiatan kunjungan Tim Jumat Barokah Terpadu Polresta Pekanbaru hari ...

    0 pengunjung sedang aktif sekarang
    0 tamu, 0 anggota
    Semua waktu: 343 pada 10-23-2015 02:12 am UTC
    Maks pengunjung hari ini: 0 pada 12:00 am UTC
    Bulan ini: 0 pada 10-01-2019 12:00 am UTC
    Tahun ini: 0 pada 01-01-2019 12:00 am UTC