Home / Nasional / Lampung / “Diduga Pungli” Kata Kepsek ,Tarikan Biaya Bedasarkan Hasil Rapat

“Diduga Pungli” Kata Kepsek ,Tarikan Biaya Bedasarkan Hasil Rapat

WAY KANAN,newshanter.com.Berdalih hasil musyawarah dengan Ketua Komite, Kepala Sekolah (Kepsek) SMP 1 Muhamadyah Purwo Agung, Kecamatan Negara Batin, Diduga lakukan Pungutan liar (Pungli) pada wali murid.

Dari Keterangan Sunarsih (49) Wali Murid siswi Kelas III ketika ditemui diseputaran sekolah, Rabu 25/09/2019 lalu, mengatakan, pada Kelas I (ajaran 2017/2018) Putrinya dikenakan biaya sebesar Rp 150 ribu, yang menurut pihak sekolah untuk biaya operasional, saat Kelas II (ajaran 2018/2019) dikenakan biaya Komputer sebesar Rp 438 ribu dan Kelas III (ajaran 2019/2020) diminta Rp 300 ribu untuk penambahan pembelian komputer dan pembangunan Masjid, karena komputernya kurang, jelas sumber.

Sementara saat disambangi di sekolah, Senin 30/09/2019, Abidin selaku Kepala Sekolah (Kepsek) yang didampingi Wakilnya, menjelaskan bahwa tarikan biaya itu telah hasil rapat Ketua Komite, mengingat SMP 1 Muhamadyah Purwo Agung sekolah swasta, bantuan komputer dari pemerintah tidak ada, sedangkan itu tuntutan yang harus kita laksanakan.

Dengan adanya program Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)
Pada tahun ajaran 2018/2019 setiap siswa dikenakan biaya Rp 400 per siswanya, jumlah siswa keseluruhan ada 80 orang murid dana tersebut,
mendapatkan komputer Sembilan Unit dan Satu server, sedangkan tahun ajaran 2019/2020 setiap siswa hanya dikenakan Rp 250 ribu, namun karena ada pembangunan Masjid di sekolah, jadi siswa berinisiatif untuk menyumbang sebesar Rp 50 ribu, total semuanya Rp 300 ribu, papar Kepsek.

Terkait bantuan pembangunan gedung laboratorium, dia (Kepsek) mengatakan bahwa jumlah Pagu Anggaran Rp 342 juta, untuk kusen berdasarkan Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Sekolah (RAPBS) nya kayu kelas Dua dan Kayu Akasia termasuk katagori kelas Dua, begitu juga lantai rabat memang tidak ada pondasi, selain bangunan gedung Laboratorium ada pula pengadaan mubleir, ungkapnya.

Dia pula (Kepsek) mengakui jika tidak terpasangnya papan informasi pembangunan gedung laboratorium itu hal yang salah, namun bukan karena sengaja tidak dipasang papan informasi tersebut, tetapi sampai saat ini belum jadi, tutupnya.

Padehal jika memacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah juga harus membahas tentang sekolah tidak boleh melakukan pungutan kepada orang tua siswa atau peserta didik.

“Tidak bisa menarik pungutan dengan alasan apa pun, termasuk pengadaan komputer untuk pelaksanaan UNBK. karena sudah menjadi tanggung jawab pemerintah untuk penyelenggaraan UNBK.(ADAM)

About ZP NHO

Selalu Siap dalam bentuk apapun
x

Berita Lain

Disinyalir Oknum Pendamping Desa “Makan Gaji Buta”

LAMPUNG UTARA, newshanter.com – Kinerja Pendamping Desa di Kecamatan Sungkai Barat disoalkan ...